24.5 C
Jakarta
Jumat, 27 Mei, 2022

Grab Gabungkan OVO dan DANA Saingi Gojek

duniafintech.com – Aplikasi transportasi asal singapura, Grab Holding tengah menjadi perbincangan. Pasalnya, Grab dikabarkan sedang melakukan pembicaraan untuk membeli saham mayoritas DANA dari Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) dan nantinya DANA akan digabungkan (merger) dengan OVO untuk meruntuhkan dominasi Gopay di pembayaran digital Indonesia yang bernilai miliaran dollar AS.

Rencana tersebut mengintensifkan persaingan di Industri pembayaran digital Indonesia yang tengah menjamur. Berbagai layanan pembayaran digital berlomba berada di pasar e-commerce yang juga sedang berkembang pesat. Aksi korporasi ini akan membuat persaingan Grab dan Gojek makin sengit. Kedua layanan transportasi ini berkompetisi sengit dalam bidang jasa keuangan, e-commerce, ride-hailing, dan food delivery. Seperti yang kita ketahui sejak tahun 2018 OVO dan Gopay telah bersaing untuk mendapatkan posisi teratas di market pembayaran online, dan posisi DANA tidak jauh dibelakang.

Baca Juga : Posfin, Bentuk Nyata Pos Indonesia Melihat Potensi Fintech

Menurut sumber dari laman Reuters, sejauh ini masih belum ada kejelasan mengenai berapa nilai kesepakatan ini. Namun, berdasarkan Finance Asia, OVO memiliki nilai sebesar US$ 2,9 miliar sedangkan valuasi terhadap DANA hingga kini masih belum dapat ditentukan. Selain itu keseluruhan struktur kesepakatan perlu dinegosiasikan dengan bank sentral Indonesia karena adanya peraturan pembatasan kepemilikan asing. Berdasarkan kabar yang beredar, EMTEK menguasai 50% lebih saham DANA, dompet digital yang didirikan sejak 2017 melalui ikatan dengan Ant. Rencana penggabungan ini juga telah dibahas dengan para pejabat tinggi Indonesia ketika CEO perusahaan investasi Jepang Masayoshi Son mengunjungi Jakarta Juli lalu.

Sampai saat ini belum ada tanggapan pasti dari pihak OVO maupun DANA mengenai penggabungan dari kedua perusahaan ini. Rencana ini membuat persaingan keuangan digital di Indonesia kian sengit mengingat sektor ekonomi digital di Indonesia tengah berkembang dengan potensi pasar yang cukup besar yakni 260 juta penduduk.

Baca Juga : aspenONE® Versi 11 Targetkan Peningkatan Laba Pelanggan

Ini juga menandai babak baru persaingan antara dua perusahaan rintisan skala besar Grab dan Gojek, yang masing-masing saat ini memiliki valuasi aset sebesar US$14 miliar dan US$10 miliar.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ganti Kulit! Kripto Terra LUNA Jenis Baru Meluncur Jumat Ini, Dipastikan Tanpa UST

JAKARTA, duniafintech.com - Proposal untuk meluncurkan blockchain baru kripto Terra LUNA Terra 2.0 tanpa stablecoin algoritmis telah lolos. 65,5 persen peserta memilih mendukung proposal...

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp...

Mantap, Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Bayar Jual Beli Apartemen

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu pengembang properti di Brazil, Livecoin secara resmi mengumumkan mereka menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin untuk pembelian apartemen mereka. Tidak hanya...

Luhut Punya Strategi Jitu Guna Mengurai Polemik Harga Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan strategi agar pasokan dan harga minyak goreng kembali normal. Luhut...

Janji Presiden Jokowi Turunkan Harga Minyak Goreng, Puan: Masih Mahal!

JAKARTA, duniafintech.com - Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp14.000 per liter, dinilai belum terealisasi. Tak ayal hal ini...
LANGUAGE