33 C
Jakarta
Senin, 31 Agustus, 2026

Harga Bitcoin Kembali Bidik US$100.000, BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC ke ETF

Bitcoin kembali menjadi perhatian pasar setelah langkah BlackRock memperlihatkan semakin kuatnya keterlibatan institusi keuangan besar dalam ekosistem aset kripto.

Melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), BlackRock telah memproses lebih dari US$5 miliar Bitcoin melalui mekanisme konversi langsung ke ETF. Skema tersebut memungkinkan pemegang BTC memasukkan Bitcoin ke dalam ETF tanpa harus terlebih dahulu menjualnya menjadi uang tunai.

Di tengah harga Bitcoin yang berada di sekitar US$79.000, perkembangan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai peluang BTC untuk menembus level psikologis US$100.000.

BlackRock Turunkan Batas Minimum Transaksi In-Kind

harga bitcoin melesat

Salah satu perubahan penting dalam produk IBIT terjadi pada Juli 2026.

BlackRock menurunkan batas minimum transaksi in-kind untuk IBIT dari sebelumnya US$25 juta menjadi hanya US$1 juta. Kebijakan tersebut membuat mekanisme konversi Bitcoin secara langsung ke ETF menjadi lebih mudah diakses oleh investor dengan aset besar, termasuk family office dan institusi.

Dalam transaksi in-kind, investor tidak perlu menjual Bitcoin terlebih dahulu menjadi dolar AS.

Bitcoin dapat diserahkan kepada ETF melalui mekanisme dan pihak yang berwenang, kemudian investor memperoleh saham ETF dengan nilai yang setara.

Perubahan ini membuat investor tetap mendapatkan eksposur terhadap harga Bitcoin, tetapi kepemilikan asetnya berada dalam struktur ETF yang dikelola oleh institusi keuangan.

Lebih dari US$5 Miliar Bitcoin Masuk ke IBIT

Data yang dikutip dalam laporan tersebut menunjukkan nilai konversi Bitcoin secara langsung ke IBIT telah melampaui US$5 miliar.

Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan lebih dari US$3 miliar pada Oktober 2025.

Kepala Digital Assets BlackRock, Robbie Mitchnick, menilai aktivitas tersebut masih memiliki peluang untuk berkembang seiring semakin luasnya akses terhadap mekanisme tersebut.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa ETF Bitcoin bukan hanya menjadi instrumen bagi investor ritel, tetapi juga semakin relevan bagi pemilik aset digital dalam jumlah besar.

baca juga : Harga Bitcoin Naik 24% di Agustus, 3 Sinyal Ini Jadi Peringatan Jelang September

Aset IBIT Sudah Lebih dari US$60 Miliar

IBIT telah berkembang menjadi salah satu produk investasi Bitcoin terbesar di pasar.

Per 25 Agustus 2026, aset bersih IBIT tercatat telah mencapai lebih dari US$60 miliar. Besarnya aset tersebut menunjukkan kuatnya permintaan terhadap produk investasi yang memberikan eksposur terhadap Bitcoin melalui instrumen pasar modal.

Bagi investor institusional, ETF menawarkan sejumlah kemudahan dibandingkan menyimpan Bitcoin secara langsung.

Investor tidak perlu menangani private key, wallet pribadi, maupun sebagian aspek teknis keamanan dan kustodian aset kripto secara mandiri.

Apa Itu Konversi Bitcoin In-Kind?

Mekanisme in-kind menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan ETF Bitcoin.

Pada skema konvensional, investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap ETF dapat menggunakan uang tunai untuk membeli saham ETF.

Sementara itu, melalui mekanisme in-kind, investor dapat menggunakan Bitcoin sebagai aset yang diserahkan ke ETF melalui proses yang telah ditentukan.

Sebagai gantinya, investor menerima saham ETF dengan nilai yang sesuai.

Mekanisme tersebut dapat memberikan efisiensi tertentu bagi pemegang Bitcoin dalam jumlah besar karena mereka tidak harus melakukan transaksi jual BTC terlebih dahulu sebelum memperoleh eksposur melalui ETF.

Bitcoin Kembali Mendekati US$80.000

apakah harga bitcoin akan ke Rp2 miliar

Perkembangan terkait IBIT muncul ketika Bitcoin kembali bergerak di area US$79.000.

Sebelumnya, BTC sempat menembus US$81.000 sebelum kembali mengalami koreksi.

Dari level sekitar US$79.000, Bitcoin membutuhkan kenaikan sekitar 27% untuk kembali mencapai US$100.000.

Level US$100.000 sendiri memiliki arti psikologis yang sangat kuat bagi pasar.

Jika Bitcoin mampu kembali menembusnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis tambahan bagi sentimen bullish.

Namun, perjalanan menuju level tersebut tidak akan selalu berlangsung dalam garis lurus.

Arus Dana ETF Jadi Salah Satu Katalis Bitcoin

Arus dana menuju produk ETF menjadi salah satu indikator yang semakin diperhatikan oleh pasar Bitcoin.

Ketika investor mengalokasikan dana lebih besar ke ETF, permintaan terhadap eksposur Bitcoin melalui instrumen pasar modal ikut meningkat.

Selain aliran dana konvensional, mekanisme in-kind seperti yang dikembangkan BlackRock juga memberikan jalur berbeda bagi pemilik BTC untuk mendapatkan eksposur melalui ETF.

Kombinasi kedua mekanisme tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan pasar keuangan tradisional semakin erat.

Dalam beberapa tahun terakhir, ETF bahkan telah menjadi salah satu pintu utama bagi investor tradisional untuk masuk ke pasar Bitcoin.

Wall Street Semakin Dekat dengan Bitcoin

harga bitcoin USD107,000

Perkembangan IBIT memperlihatkan perubahan besar dalam hubungan antara Bitcoin dan Wall Street.

Bitcoin pada awalnya dikembangkan sebagai aset digital yang berada di luar sistem keuangan tradisional.

Kini, aset tersebut justru semakin banyak diakses melalui produk investasi yang dikelola oleh perusahaan keuangan terbesar dunia.

Kehadiran BlackRock menjadi salah satu contoh paling jelas dari perubahan tersebut.

Investor yang sebelumnya enggan memegang Bitcoin secara langsung kini dapat memperoleh eksposur melalui produk ETF yang berada dalam sistem pasar modal.

Minat Institusi terhadap Bitcoin Terus Berkembang

Perkembangan mekanisme in-kind juga tidak hanya terjadi pada BlackRock.

Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan porsi Bitcoin melalui mekanisme in-kind dalam gross creations Grayscale meningkat dari sekitar 28% pada Maret menjadi 62% pada Juni.

Bitwise juga telah mendukung mekanisme serupa untuk sejumlah aset digital, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur investasi aset digital semakin matang.

Institusi tidak hanya membeli Bitcoin secara langsung, tetapi juga mencari berbagai struktur investasi yang dapat memberikan eksposur terhadap aset tersebut dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Apakah Bitcoin Bisa Kembali ke US$100.000?

Pertanyaan mengenai peluang Bitcoin kembali ke US$100.000 kembali muncul setelah harga BTC mampu bertahan di area US$79.000.

Salah satu faktor yang mendukung optimisme adalah meningkatnya akses institusional melalui ETF.

Selain itu, sejumlah analis melihat kuartal keempat sebagai periode yang berpotensi memberikan katalis positif bagi Bitcoin.

Data historis sejak 2013 menunjukkan Bitcoin mencatat rata-rata return sekitar 77% pada kuartal IV.

Namun, data historis tersebut tidak dapat dijadikan jaminan bahwa Bitcoin akan kembali memberikan keuntungan yang sama.

Pada kuartal IV 2025, misalnya, Bitcoin justru mengalami penurunan sekitar 23%.

Karena itu, faktor historis sebaiknya digunakan sebagai referensi, bukan sebagai kepastian arah harga.

Baca juga :

Analisis Teknikal vs Analisis Fundamental: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Menggunakannya

Likuiditas Global Tetap Menjadi Faktor Penting

Meningkatnya permintaan institusional memang dapat memberikan dukungan terhadap harga Bitcoin.

Namun, harga BTC tetap sangat sensitif terhadap kondisi likuiditas global.

Kebijakan bank sentral, suku bunga, imbal hasil obligasi, arus modal, dan sentimen investor terhadap aset berisiko tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Jika kondisi likuiditas mendukung, meningkatnya akses institusional melalui ETF dapat memperkuat tren kenaikan.

Sebaliknya, kondisi pasar yang berubah menjadi risk-off dapat memberikan tekanan terhadap Bitcoin meskipun permintaan ETF masih tersedia.

Risiko Volatilitas Belum Hilang

Besarnya dana yang masuk ke ETF tidak berarti Bitcoin bebas dari risiko koreksi.

Aset kripto masih memiliki volatilitas yang tinggi.

Bitcoin dapat mengalami pergerakan harga yang signifikan dalam waktu relatif singkat akibat perubahan sentimen, aksi ambil untung, maupun perubahan kondisi makroekonomi.

Karena itu, target US$100.000 sebaiknya tidak dipandang sebagai level yang pasti dicapai hanya karena meningkatnya minat institusional.

Investor tetap perlu memperhatikan struktur harga, volume perdagangan, arus ETF, serta kondisi pasar secara keseluruhan.

Konversi In-Kind Bisa Mengubah Struktur Pasar Bitcoin

Jika mekanisme in-kind semakin banyak digunakan, struktur pasar Bitcoin berpotensi mengalami perubahan.

Pemilik Bitcoin dalam jumlah besar kini memiliki opsi untuk memindahkan eksposur mereka dari kepemilikan langsung ke instrumen ETF tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu.

Hal tersebut dapat memperkuat integrasi antara pasar Bitcoin dan pasar modal.

Dalam jangka panjang, perkembangan tersebut berpotensi membuat Bitcoin semakin mudah diakses oleh investor dengan berbagai profil dan kebutuhan.

Bitcoin Semakin Terintegrasi dengan Sistem Keuangan

Perkembangan BlackRock menjadi salah satu contoh bagaimana Bitcoin terus bergerak menuju sistem keuangan mainstream.

ETF memberikan struktur investasi yang lebih familiar bagi investor tradisional.

Sementara itu, mekanisme in-kind memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegang Bitcoin dengan aset besar.

Jika tren tersebut berlanjut, batas antara pasar aset digital dan pasar keuangan tradisional dapat semakin tipis.

Namun, integrasi tersebut juga berarti Bitcoin akan semakin sensitif terhadap dinamika pasar keuangan global.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Memasuki periode berikutnya, terdapat beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, apakah Bitcoin mampu kembali menembus dan mempertahankan level US$80.000.

Kedua, perkembangan arus dana menuju spot Bitcoin ETF.

Ketiga, pertumbuhan aset IBIT dan produk ETF lainnya.

Keempat, perkembangan transaksi in-kind.

Kelima, kondisi likuiditas global dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Jika faktor-faktor tersebut bergerak positif secara bersamaan, peluang Bitcoin untuk kembali menguji US$100.000 dapat semakin terbuka.

Kesimpulan

Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah BlackRock memproses lebih dari US$5 miliar konversi Bitcoin secara langsung ke iShares Bitcoin Trust (IBIT). Perkembangan ini menunjukkan semakin kuatnya integrasi Bitcoin dengan sistem keuangan tradisional.

BlackRock juga telah menurunkan batas minimum transaksi in-kind IBIT dari US$25 juta menjadi US$1 juta, sehingga mekanisme tersebut berpotensi menjangkau lebih banyak investor dengan aset besar, termasuk family office dan institusi.

Sementara itu, aset bersih IBIT telah mencapai lebih dari US$60 miliar per 25 Agustus 2026, memperlihatkan besarnya minat investor terhadap produk investasi Bitcoin berbasis ETF.

Dari sisi harga, Bitcoin yang berada di sekitar US$79.000 membutuhkan kenaikan sekitar 27% untuk mencapai kembali US$100.000. Meningkatnya permintaan institusional dapat menjadi salah satu katalis, tetapi target tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar yang lebih luas.

Bitcoin menuju US$100.000 bukanlah skenario yang mustahil, terutama jika arus dana ETF terus menguat dan kondisi likuiditas mendukung. Namun, investor tetap perlu memperhitungkan volatilitas Bitcoin dan tidak menjadikan data historis maupun arus institusional sebagai jaminan kenaikan harga.

Perkembangan BlackRock setidaknya menunjukkan satu hal penting: Bitcoin semakin tidak terpisahkan dari ekosistem investasi institusional dan Wall Street.

Selengkapnya berita bitcoin terbaru >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU