32.3 C
Jakarta
Kamis, 29 Oktober, 2026

Harga Bitcoin Gagal Reli Usai Keputusan The Fed, Pasar Kripto Waspadai FOMC Desember 2026

Harga Bitcoin (BTC) belum mampu mencatatkan penguatan signifikan meskipun bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026.

Bitcoin sempat menguat setelah pengumuman kebijakan moneter pada Kamis (29/10/2026) dini hari WIB. Namun, kenaikan tersebut tidak berlangsung lama karena tekanan jual kembali membatasi pergerakan harga.

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dilaporkan Blockchain Media Indonesia, Bitcoin hanya meningkat sekitar 0,5% dalam satu jam setelah keputusan FOMC diumumkan.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga belum cukup menjadi katalis untuk mendorong reli besar di pasar kripto.

Perhatian investor kini beralih pada pertemuan FOMC Desember 2026, terutama setelah muncul perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga.

Harga Bitcoin Turun Lagi Setelah Sempat Menguat

Pergerakan Bitcoin pada Kamis, 29 Oktober 2026, menunjukkan perubahan sentimen dalam waktu relatif singkat.

Pada pukul 03.00 WIB, harga Bitcoin tercatat sekitar US$81.473,50, meningkat 1,2% dalam 24 jam.

Namun, beberapa jam kemudian, BTC melemah menuju US$80.834,44.

Penurunan dari kedua titik pengamatan tersebut mencapai sekitar US$639,06 atau 0,78%.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penguatan awal belum diikuti momentum pembelian yang cukup kuat untuk mempertahankan harga.

Meskipun demikian, penurunan tersebut tidak dapat sepenuhnya dikaitkan dengan keputusan FOMC.

Pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi aktivitas perdagangan spot, transaksi derivatif, arus dana institusional, serta perubahan sentimen pasar global.

Ethereum, Solana, dan XRP Ikut Kehilangan Momentum

Pelemahan setelah pengumuman FOMC tidak hanya terjadi pada Bitcoin.

Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar juga mengalami penurunan dari level yang tercatat pada dini hari.

Ethereum (ETH) yang sebelumnya berada di US$2.368,45 turun menjadi US$2.343,35.

Solana (SOL) bergerak dari US$102,83 menuju US$101,44.

Sementara itu, XRP melemah dari sekitar US$1,33 menjadi US$1,32.

Pergerakan tersebut menggambarkan bahwa sentimen pasar kripto secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih.

Ketika Bitcoin kehilangan momentum, altcoin sering menghadapi tekanan tambahan karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset dengan volatilitas lebih tinggi.

Namun, tingkat sensitivitas masing-masing aset berbeda, sehingga pergerakan altcoin tidak selalu mengikuti Bitcoin secara identik.

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,75%–4,00%

Dalam rapat FOMC pada 28 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, The Fed memutuskan mempertahankan target suku bunga acuan pada kisaran 3,75% hingga 4,00%.

Keputusan tersebut memperoleh dukungan 10 anggota komite.

Sementara itu, dua pejabat memilih menolak keputusan mayoritas karena menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Keduanya adalah Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack.

Perbedaan pandangan ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa risiko inflasi masih dianggap cukup besar oleh sebagian pembuat kebijakan.

Bagi investor kripto, perkembangan tersebut meningkatkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter pada akhir 2026.

harga bitcoin

Mengapa Bitcoin Tidak Naik Tajam Setelah The Fed Menahan Bunga?

Secara teori, keputusan mempertahankan suku bunga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap aset berisiko.

Namun, respons pasar bergantung pada apakah keputusan tersebut telah diperkirakan sebelumnya.

Jika mayoritas investor sudah mengantisipasi suku bunga tidak berubah, pengumuman resmi mungkin tidak menghasilkan tambahan permintaan yang besar.

Kondisi ini dikenal sebagai fenomena priced in, ketika informasi yang diharapkan pasar telah tercermin dalam harga aset.

Investor kemudian lebih memperhatikan petunjuk mengenai keputusan berikutnya.

Dalam kasus FOMC Oktober, dua suara yang mendukung kenaikan suku bunga menjadi sinyal bahwa peluang pengetatan tambahan belum sepenuhnya tertutup.

Dengan demikian, keputusan mempertahankan bunga tidak otomatis berarti kondisi likuiditas akan segera membaik.

Pasar Kripto Waspadai Kebijakan The Fed Desember

Pertemuan FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Desember 2026.

Agenda tersebut berpotensi menjadi salah satu katalis penting bagi Bitcoin menjelang akhir tahun.

Apabila inflasi Amerika Serikat tetap tinggi, pasar dapat meningkatkan perkiraan mengenai kemungkinan suku bunga dipertahankan lebih lama atau bahkan dinaikkan.

Sebaliknya, apabila data inflasi menunjukkan penurunan yang meyakinkan, kekhawatiran terhadap pengetatan tambahan berpotensi berkurang.

Namun, keputusan The Fed tidak hanya ditentukan oleh inflasi.

Bank sentral juga mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan, produktivitas, dan berbagai indikator aktivitas ekonomi.

Karena itu, arah Bitcoin hingga Desember akan dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi yang diumumkan sebelum rapat tersebut.

Likuidasi Pasar Kripto Hampir US$260 Juta

Tekanan terhadap pasar juga terlihat dari meningkatnya aktivitas likuidasi perdagangan derivatif.

Berdasarkan data CoinGlass yang dikutip dalam laporan, hampir US$260 juta posisi kripto terlikuidasi dalam 24 jam.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$155 juta berasal dari posisi long, yakni posisi yang mengharapkan kenaikan harga.

Likuidasi terjadi ketika jaminan atau margin suatu posisi perdagangan tidak lagi mencukupi akibat pergerakan harga yang berlawanan.

Dalam perdagangan menggunakan leverage, perubahan harga yang relatif kecil dapat menghasilkan kerugian besar terhadap modal trader.

Jika banyak posisi dilikuidasi dalam waktu berdekatan, tekanan jual atau beli dapat meningkat dan memperbesar volatilitas.

Namun, data likuidasi 24 jam tersebut mencakup periode sebelum dan sesudah pengumuman FOMC.

Karena itu, seluruh nilai likuidasi tidak dapat dianggap sebagai dampak langsung keputusan The Fed.

Open Interest Bitcoin Turun 1,31%

Selain likuidasi, data pasar derivatif menunjukkan open interest Bitcoin turun sekitar 1,31%.

Open interest merupakan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka dan belum diselesaikan.

Penurunan indikator tersebut dapat menunjukkan berkurangnya posisi perdagangan aktif.

Dalam kondisi tertentu, penurunan open interest bersamaan dengan perubahan harga dapat mencerminkan pengurangan leverage oleh pelaku pasar.

Namun, indikator ini tidak secara langsung menunjukkan apakah investor menjadi bullish atau bearish.

Untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap, perubahan open interest perlu dianalisis bersama harga, volume perdagangan, dan tingkat pendanaan kontrak perpetual.

Dengan demikian, berkurangnya kontrak terbuka belum cukup untuk memastikan bahwa tekanan jual telah selesai.

harga Bitcoin di persimpangan

ETF Bitcoin Spot Kembali Catat Arus Masuk

Di tengah tekanan harga, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat sempat menunjukkan pemulihan arus dana.

Menurut data Farside Investors, produk ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sebesar US$110,3 juta pada 26 Oktober 2026.

Sehari kemudian, pada 27 Oktober, arus masuk bersih meningkat menjadi US$176 juta.

Dengan demikian, total arus masuk selama dua hari mencapai US$286,3 juta.

Perkembangan tersebut menunjukkan adanya permintaan terhadap produk investasi Bitcoin setelah tekanan pada pekan sebelumnya.

Namun, pemulihan arus dana tersebut belum sepenuhnya mengimbangi penarikan dana besar yang terjadi sebelumnya.

Pada 22 Oktober saja, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih sekitar US$635,6 juta.

Artinya, arus masuk pada 26–27 Oktober masih lebih kecil sekitar US$349,3 juta dibandingkan arus keluar pada 22 Oktober.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa permintaan institusional belum sepenuhnya pulih.

Glassnode Soroti Harga Bitcoin US$81.500

Perusahaan analisis blockchain Glassnode menyoroti level US$81.500 sebagai salah satu area penting bagi Bitcoin.

Dalam risetnya, Glassnode memperkirakan level tersebut mendekati harga perolehan rata-rata gabungan Bitcoin yang dimiliki ETF spot Amerika Serikat.

Ketika harga BTC bergerak di bawah area tersebut, posisi gabungan investor ETF secara estimasi berada dalam kondisi kerugian belum terealisasi.

Namun, angka tersebut merupakan perkiraan agregat berdasarkan metodologi analisis Glassnode.

Level ini tidak berarti seluruh pemegang ETF membeli Bitcoin pada harga yang sama.

Selain itu, harga perolehan aktual investor ETF dapat berbeda akibat waktu pembelian, harga unit ETF, dan biaya transaksi.

Meski demikian, area US$81.500 dapat menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi psikologi investor.

Bitcoin Hadapi Resistance US$84.000–US$85.000

Glassnode juga mengidentifikasi area US$84.000 hingga US$85.000 sebagai zona resistance penting.

Resistance merupakan area harga ketika tekanan jual berpotensi meningkat dan membatasi penguatan.

Jika Bitcoin mampu melewati zona tersebut dan mempertahankan posisinya, peluang pemulihan harga dapat menjadi lebih kuat.

Namun, keberhasilan mencapai US$84.000 tidak otomatis berarti BTC akan terus naik.

Investor perlu memperhatikan apakah penguatan didukung volume perdagangan dan permintaan spot yang memadai.

Apabila harga kembali gagal melewati resistance, Bitcoin berpotensi melanjutkan konsolidasi.

Karena itu, area US$84.000–US$85.000 menjadi salah satu level yang perlu diamati dalam jangka pendek.

Zona US$78.000–US$79.000 Jadi Perhatian Pembeli

Di sisi bawah, Glassnode menemukan konsentrasi penawaran beli pada pasar spot Binance yang bergeser menuju area US$78.000 hingga US$79.000.

Zona tersebut dapat menjadi area perhatian apabila Bitcoin kembali mengalami tekanan jual.

Dalam perdagangan, konsentrasi order beli berpotensi memberikan dukungan sementara terhadap harga.

Namun, order yang terlihat pada buku perdagangan dapat berubah atau dibatalkan.

Karena itu, keberadaan likuiditas beli tidak menjamin harga akan bertahan.

Apabila Bitcoin turun menuju US$79.000, pelaku pasar perlu memperhatikan apakah permintaan cukup kuat untuk menyerap tekanan jual.

Jika area tersebut ditembus, risiko penurunan lebih lanjut dapat meningkat.

Data PDB dan Inflasi PCE AS Jadi Katalis Berikutnya

Selain kebijakan suku bunga, investor menunggu sejumlah laporan ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan terbit pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB.

Data tersebut mencakup estimasi awal produk domestik bruto (PDB) AS kuartal III 2026.

Laporan lainnya adalah Personal Income and Outlays September, yang mencakup indikator inflasi Personal Consumption Expenditures atau PCE.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang mendapat perhatian khusus dari Federal Reserve.

Apabila angka inflasi lebih tinggi dibandingkan ekspektasi, pasar dapat memperkirakan kebijakan moneter tetap ketat.

Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga berikutnya.

Namun, respons pasar juga akan bergantung pada komponen data, revisi angka sebelumnya, dan komunikasi pejabat The Fed.

harga bitcoin menuju usd150,000

Apakah Bitcoin Masih Berpeluang Menguat hingga Akhir 2026?

Prospek Bitcoin hingga akhir tahun akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan.

Pertama, kemampuan BTC mempertahankan area support dan menembus resistance penting.

Kedua, perkembangan arus dana ETF Bitcoin spot yang dapat memberikan gambaran mengenai permintaan investor melalui produk pasar modal.

Ketiga, perubahan kondisi likuiditas global akibat kebijakan The Fed.

Keempat, aktivitas perdagangan derivatif yang dapat memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

Jika data ekonomi menunjukkan penurunan tekanan inflasi dan permintaan Bitcoin kembali menguat, peluang pemulihan harga dapat terbuka.

Namun, apabila pasar memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan, Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan.

Karena itu, belum terdapat dasar yang cukup untuk memastikan bahwa BTC akan langsung memasuki tren bullish baru setelah FOMC Oktober.

Tiga Skenario Harga Bitcoin Menjelang Desember

Skenario bullish: Bitcoin mampu kembali melewati US$81.500 dan kemudian menembus resistance US$84.000–US$85.000. Kondisi tersebut dapat mendukung perbaikan momentum apabila disertai permintaan spot yang kuat.

Skenario konsolidasi: Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang relatif terbatas karena investor menunggu data ekonomi dan keputusan The Fed berikutnya.

Skenario bearish: Bitcoin kembali melemah dan menguji area US$78.000–US$79.000. Jika permintaan tidak mampu mempertahankan zona tersebut, risiko koreksi lanjutan dapat meningkat.

Ketiga skenario tersebut merupakan kerangka analisis berdasarkan data pasar yang tersedia, bukan prediksi pasti.

Kesimpulan

Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00% belum mampu mendorong reli Bitcoin yang berkelanjutan.

Setelah sempat menguat menuju US$81.473,50 pada dini hari 29 Oktober 2026, BTC kembali melemah ke sekitar US$80.834,44 beberapa jam kemudian.

Tekanan juga terlihat dari likuidasi pasar kripto yang mendekati US$260 juta dan penurunan open interest Bitcoin sebesar 1,31%.

Di sisi lain, arus masuk ETF Bitcoin spot pada 26–27 Oktober menunjukkan adanya pemulihan permintaan, meskipun belum mampu mengimbangi tekanan penarikan dana sebelumnya.

Glassnode mengidentifikasi US$81.500 sebagai area penting, dengan resistance lanjutan pada US$84.000–US$85.000 serta konsentrasi penawaran beli di US$78.000–US$79.000.

Menjelang FOMC 8–9 Desember 2026, perhatian investor akan tertuju pada data inflasi, pertumbuhan ekonomi AS, dan kemampuan Bitcoin mempertahankan momentum pemulihan.

Dengan demikian, arah pasar kripto belum hanya bergantung pada keputusan The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi juga pada ekspektasi kebijakan berikutnya serta kekuatan permintaan investor.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi. Data harga dan indikator pasar mengacu pada laporan 29 Oktober 2026 serta dapat berubah sewaktu-waktu.

CEK SELENGKAPNYA ARTIKEL BERITA KRIPTO TERBARU DI SINI >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU