32.3 C
Jakarta
Kamis, 29 Oktober, 2026

Harga Bitcoin Terancam Jebol US$80.000, Keuntungan Strategy Menyusut Jelang Laporan Keuangan

Harga Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III 2026 Strategy, perusahaan pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia yang dipimpin Executive Chairman Michael Saylor.

Pada Kamis (29/10/2026), Bitcoin bergerak di sekitar level psikologis US$80.000 setelah mengalami penurunan hampir 2%.

Pelemahan tersebut membuat selisih antara harga pasar Bitcoin dan harga perolehan rata-rata Strategy semakin menipis.

Berdasarkan laporan CoinDesk, Strategy memiliki 848.517 BTC dengan harga pembelian rata-rata US$75.446 per koin.

Ketika Bitcoin diperdagangkan mendekati US$80.000, nilai cadangan perusahaan diperkirakan mencapai US$68 miliar, sementara keuntungan yang belum direalisasikan tersisa sekitar US$4 miliar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pergerakan harga Bitcoin tidak hanya memengaruhi nilai aset perusahaan, tetapi juga dapat berdampak terhadap pencatatan laba, pajak, dan persepsi investor terhadap saham Strategy.

Harga Bitcoin Turun Hampir 2% Jelang Laporan Keuangan Strategy

Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan yang sempat terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan 29 Oktober 2026, BTC bergerak mendekati US$80.000, salah satu level psikologis yang menjadi perhatian investor.

Penurunan hampir 2% membuat pasar kembali mempertanyakan kemampuan Bitcoin mempertahankan area tersebut.

Kondisi ini terjadi menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III Strategy setelah penutupan perdagangan saham Amerika Serikat pada Kamis.

Sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar, kinerja Strategy memiliki keterkaitan yang kuat dengan perubahan harga BTC.

Namun, harga Bitcoin yang melemah tidak otomatis berarti perusahaan telah merealisasikan kerugian.

Selama aset tidak dijual, perubahan nilai pasar terutama mencerminkan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan, meskipun perubahan nilai tersebut dapat memengaruhi laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Strategy Miliki 848.517 Bitcoin

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan pada 26 Oktober 2026, Strategy memiliki total 848.517 BTC.

Jumlah tersebut setara sekitar 4,04% dari batas maksimum pasokan Bitcoin sebanyak 21 juta koin.

Cadangan tersebut menjadikan Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Strategy mengakumulasi aset digital tersebut melalui pembelian yang dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun.

Pendanaan pembelian berasal dari berbagai sumber, termasuk penerbitan saham dan instrumen pasar modal lainnya.

Strategi tersebut memungkinkan perusahaan meningkatkan eksposur terhadap Bitcoin dalam skala besar.

Namun, kepemilikan yang sangat besar juga membuat nilai aset perusahaan sensitif terhadap perubahan harga BTC.

Ketika harga Bitcoin naik, nilai cadangan perusahaan dapat meningkat secara signifikan.

Sebaliknya, penurunan harga dapat mengurangi keuntungan yang belum direalisasikan dan memengaruhi persepsi investor terhadap risiko perusahaan.

Harga Rata-Rata Pembelian Bitcoin Strategy US$75.446

Salah satu angka yang menjadi perhatian pasar adalah harga perolehan rata-rata Bitcoin milik Strategy.

Berdasarkan laporan perusahaan, harga pembelian rata-rata seluruh cadangan BTC mencapai US$75.446 per koin.

Dengan Bitcoin berada di sekitar US$80.000, selisih antara harga pasar dan harga perolehan hanya sekitar US$4.554 per BTC.

Selisih tersebut setara dengan keuntungan belum direalisasikan sekitar 6% terhadap biaya perolehan.

Persentase ini jauh lebih kecil dibandingkan ketika Bitcoin diperdagangkan pada level yang lebih tinggi.

Namun, harga perolehan rata-rata tersebut merupakan indikator biaya historis kepemilikan Bitcoin.

Angka ini tidak boleh langsung diartikan sebagai harga likuidasi perusahaan atau level yang secara otomatis memicu penjualan BTC.

Strategy memiliki struktur modal dan kewajiban pendanaan yang perlu dianalisis secara terpisah.

Keuntungan Bitcoin Strategy Tersisa Sekitar US$4 Miliar

Ketika harga Bitcoin berada di US$80.000, nilai 848.517 BTC yang dimiliki Strategy mencapai sekitar US$67,88 miliar.

Sementara itu, total biaya perolehan cadangan Bitcoin perusahaan mencapai sekitar US$64,02 miliar.

Dengan demikian, selisih nilai pasar dan biaya perolehan berada di kisaran US$3,86 miliar.

Angka tersebut dibulatkan menjadi sekitar US$4 miliar dalam laporan CoinDesk.

Keuntungan tersebut masih bersifat belum direalisasikan karena berasal dari selisih nilai pasar aset dengan biaya pembeliannya.

Jika Bitcoin kembali menguat, nilai keuntungan dapat meningkat.

Sebaliknya, apabila BTC turun mendekati harga perolehan rata-rata, keuntungan tersebut dapat semakin menipis.

Hal ini memperlihatkan besarnya sensitivitas neraca perusahaan terhadap volatilitas Bitcoin.

Setiap Penurunan US$1.000 Mengurangi Nilai Cadangan US$848 Juta

Besarnya cadangan Bitcoin Strategy membuat perubahan harga yang relatif kecil menghasilkan dampak nominal yang signifikan.

Dengan kepemilikan 848.517 BTC, setiap perubahan harga sebesar US$1.000 per koin akan mengubah nilai pasar cadangan sekitar US$848,5 juta.

Sebagai ilustrasi, apabila Bitcoin turun dari US$80.000 menjadi US$79.000, nilai seluruh cadangan berkurang sekitar US$848,5 juta.

Jika BTC turun sebesar US$5.000 per koin, perubahan nilai pasar cadangan mencapai sekitar US$4,24 miliar.

Perhitungan tersebut tidak mencerminkan arus kas keluar perusahaan.

Angka tersebut hanya menggambarkan perubahan nilai pasar Bitcoin yang dimiliki.

Namun, sensitivitas ini menjelaskan mengapa pergerakan BTC menjadi perhatian utama investor saham Strategy.

Bitcoin Turun dari US$83.500 pada Akhir September

Laporan CoinDesk juga menyoroti perubahan nilai Bitcoin sejak akhir kuartal III 2026.

Dalam keterbukaan informasi pada 5 Oktober, Strategy menggunakan nilai sekitar US$83.500 per BTC untuk posisi akhir September.

Jika dibandingkan dengan harga mendekati US$80.000 pada 29 Oktober, terdapat penurunan sekitar US$3.500 per koin.

Dengan jumlah cadangan 848.517 BTC, selisih tersebut setara dengan perubahan nilai pasar sekitar US$2,97 miliar.

Karena itu, CoinDesk memperkirakan bahwa kuartal IV telah diawali dengan penurunan nilai Bitcoin sekitar US$3 miliar.

Namun, angka tersebut merupakan estimasi perubahan nilai pasar, bukan kepastian hasil laporan keuangan kuartal IV.

Nilai akhir akan bergantung pada harga Bitcoin, perubahan jumlah kepemilikan, dan ketentuan akuntansi yang digunakan perusahaan.

Laporan Keuangan Kuartal III Jadi Perhatian Investor

Strategy dijadwalkan mempublikasikan laporan keuangan kuartal III setelah penutupan pasar saham Amerika Serikat pada 29 Oktober 2026.

Investor akan memperhatikan bagaimana perusahaan mencatat perubahan nilai Bitcoin selama periode tersebut.

Selain itu, pasar juga akan mengevaluasi dampak pajak tangguhan terhadap laporan laba rugi.

Perubahan nilai wajar Bitcoin dapat menghasilkan fluktuasi besar pada laba atau rugi akuntansi.

Namun, perubahan tersebut tidak selalu mencerminkan arus kas dari kegiatan operasional.

Karena itu, investor perlu membedakan antara keuntungan akuntansi, keuntungan belum direalisasikan, dan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan.

Faktor Pajak US$4,12 Miliar Jadi Sorotan

Selain perubahan harga Bitcoin, laporan Strategy memiliki faktor penting yang berkaitan dengan aset pajak tangguhan.

Menurut CoinDesk, pada Juni 2026 perusahaan mencatat penurunan nilai aset pajak tangguhan sebesar US$4,12 miliarketika nilai Bitcoin berada di bawah harga perolehan rata-rata.

Penyesuaian tersebut berkaitan dengan manfaat pajak masa depan yang dapat diakui perusahaan berdasarkan penilaian akuntansi.

Pada kuartal III, pembalikan penyesuaian tersebut memberikan kontribusi sekitar US$4 miliar terhadap laba yang dilaporkan.

Namun, perlakuan pajak tersebut tidak sama dengan perusahaan menerima uang tunai sebesar US$4 miliar.

Aset pajak tangguhan merupakan konsep akuntansi yang berkaitan dengan potensi manfaat pajak pada masa mendatang.

Karena itu, investor perlu memahami sumber keuntungan yang tercatat dalam laporan keuangan, terutama ketika nilainya dipengaruhi oleh penyesuaian akuntansi.

Apa yang Terjadi Jika Bitcoin Turun di Bawah US$75.446?

Harga US$75.446 menjadi perhatian karena merupakan rata-rata biaya pembelian Bitcoin Strategy.

Apabila harga BTC turun di bawah level tersebut, nilai pasar cadangan Bitcoin perusahaan secara agregat akan lebih rendah daripada total biaya perolehannya, dengan asumsi jumlah BTC dan biaya perolehan tidak berubah.

Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti Strategy mengalami kesulitan likuiditas atau harus menjual Bitcoin.

Perusahaan dapat tetap mempertahankan aset selama mampu mengelola kebutuhan pendanaan dan kewajibannya.

Menurut perhitungan CoinDesk, penurunan harga di bawah rata-rata biaya perolehan juga dapat kembali memengaruhi penilaian aset pajak tangguhan.

Dampaknya terhadap laporan keuangan bergantung pada aturan akuntansi dan kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Dengan demikian, level US$75.446 lebih tepat dipahami sebagai titik impas agregat biaya pembelian BTC, bukan batas likuidasi otomatis.

CoinDesk Soroti Potensi Penyesuaian Pajak di US$58.500

Dalam analisisnya, CoinDesk memperkirakan bahwa penyesuaian aset pajak tangguhan dapat kembali meningkat apabila Bitcoin mengalami penurunan lebih dalam.

Menurut perhitungan tersebut, dampak penyesuaian mulai menjadi perhatian ketika harga BTC berada di bawah US$75.446.

Sementara itu, nilai penyesuaian sekitar US$4 miliar diperkirakan dapat kembali muncul apabila harga Bitcoin mendekati US$58.500.

Namun, angka US$58.500 merupakan hasil estimasi berdasarkan asumsi yang digunakan CoinDesk.

Level tersebut bukan target harga Bitcoin dan tidak menunjukkan bahwa BTC diperkirakan akan turun ke sana.

Selain itu, dampak pajak aktual dapat berbeda karena dipengaruhi perubahan kondisi perusahaan dan pertimbangan akuntansi pada periode pelaporan.

Investor ETF Bitcoin Spot Juga Menghadapi Tekanan

Tekanan harga Bitcoin tidak hanya memengaruhi Strategy.

Perusahaan analisis blockchain Glassnode memperkirakan bahwa harga perolehan rata-rata gabungan Bitcoin dalam ETF spot Amerika Serikat berada di sekitar US$81.500.

Ketika Bitcoin diperdagangkan mendekati US$80.000, harga tersebut berada sekitar 1,8% di bawah estimasi biaya perolehan agregat ETF.

Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi gabungan berdasarkan estimasi tersebut berada dalam kerugian belum direalisasikan.

Namun, tidak berarti seluruh investor ETF mengalami kerugian.

Setiap investor memiliki harga pembelian dan waktu masuk yang berbeda.

Selain itu, perhitungan biaya perolehan agregat dapat berbeda dari hasil investasi aktual pemegang unit ETF.

Meski demikian, area US$81.500 menjadi perhatian karena dapat memengaruhi sentimen investor institusional.

Strategy Tidak Membeli Bitcoin pada Pekan Terakhir Oktober

Perkembangan lain yang disoroti CoinDesk adalah keputusan Strategy untuk tidak menambah cadangan Bitcoin pada pekan yang berakhir 25 Oktober 2026.

Perusahaan mempertahankan kepemilikan sebesar 848.517 BTC.

Sebaliknya, Strategy menggunakan dana untuk membeli kembali saham preferen STRC.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan tidak selalu memprioritaskan pembelian Bitcoin pada setiap periode.

Pengelolaan struktur modal dan kewajiban pendanaan juga menjadi bagian dari strategi perusahaan.

Namun, tidak adanya pembelian Bitcoin dalam satu pekan tidak dapat dianggap sebagai keputusan menghentikan akumulasi secara permanen.

Investor perlu memperhatikan keterbukaan informasi berikutnya untuk mengetahui arah penggunaan modal perusahaan.

Mengapa Strategy Memilih Buyback STRC?

Saham preferen STRC merupakan salah satu instrumen yang digunakan Strategy dalam struktur pendanaannya.

Pembelian kembali saham preferen dapat mengurangi jumlah instrumen yang beredar dan berpotensi memengaruhi kewajiban pembayaran dividen.

Namun, manfaat ekonominya bergantung pada harga pembelian, ketentuan instrumen, dan kebutuhan likuiditas perusahaan.

Dalam periode 19–25 Oktober, Strategy dilaporkan mengalokasikan sekitar US$204,9 juta untuk membeli kembali saham STRC.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa manajemen mempertimbangkan penggunaan modal di luar pembelian Bitcoin secara langsung.

Bagi investor, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa strategi treasury Bitcoin juga berkaitan dengan pengelolaan pembiayaan.

Apakah Saham Strategy Semakin Berisiko?

Strategy memiliki eksposur Bitcoin yang sangat besar, sehingga perubahan harga BTC dapat memengaruhi nilai aset dan persepsi investor terhadap perusahaan.

Namun, risiko saham Strategy tidak identik dengan risiko memegang Bitcoin secara langsung.

Harga saham perusahaan juga dipengaruhi oleh jumlah saham beredar, instrumen pendanaan, kewajiban dividen, serta valuasi yang diberikan pasar.

Dalam kondisi tertentu, saham Strategy dapat bergerak lebih tajam dibandingkan Bitcoin.

Sebaliknya, pergerakan saham juga dapat dipengaruhi faktor korporasi yang tidak berhubungan langsung dengan harga BTC.

Karena itu, investor perlu memperhatikan laporan keuangan dan struktur modal, bukan hanya jumlah Bitcoin yang dimiliki.

Tiga Skenario Harga Bitcoin dan Dampaknya bagi Strategy

Pergerakan Bitcoin setelah laporan keuangan dapat dianalisis melalui tiga skenario.

Skenario pertama: Bitcoin kembali menguat.

Apabila BTC bergerak lebih tinggi dari US$80.000, nilai pasar cadangan Strategy akan meningkat dan keuntungan belum direalisasikan berpotensi bertambah.

Skenario kedua: Bitcoin bergerak mendatar.

Jika BTC bertahan di sekitar US$80.000, nilai cadangan perusahaan relatif stabil dibandingkan titik pengamatan saat ini, meskipun tetap dapat berubah mengikuti fluktuasi harian.

Skenario ketiga: Bitcoin mengalami koreksi lebih dalam.

Jika BTC turun menuju US$75.446, keuntungan belum direalisasikan berdasarkan biaya perolehan rata-rata dapat semakin menipis hingga mendekati nol.

Namun, skenario tersebut tidak secara otomatis menentukan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangannya.

Ketiga skenario merupakan ilustrasi sensitivitas nilai aset, bukan prediksi harga.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Investor yang mengikuti perkembangan Strategy perlu mencermati sejumlah indikator.

Pertama, harga Bitcoin terhadap rata-rata biaya perolehan perusahaan sebesar US$75.446.

Kedua, perubahan jumlah cadangan BTC yang dilaporkan dalam keterbukaan informasi.

Ketiga, perkembangan laporan keuangan, termasuk keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar aset digital.

Keempat, dampak penyesuaian aset pajak tangguhan terhadap laba bersih.

Kelima, aktivitas pendanaan dan pembelian kembali saham preferen.

Selain itu, kondisi pasar Bitcoin secara keseluruhan tetap penting, termasuk perkembangan ETF spot, likuiditas global, dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kesimpulan

Harga Bitcoin kembali bergerak mendekati US$80.000 pada 29 Oktober 2026, menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III Strategy.

Dengan kepemilikan 848.517 BTC dan harga perolehan rata-rata US$75.446, keuntungan belum direalisasikan perusahaan diperkirakan tersisa sekitar US$4 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa selisih nilai pasar dan biaya pembelian Bitcoin Strategy semakin kecil dibandingkan periode ketika BTC diperdagangkan lebih tinggi.

Selain perubahan nilai aset, investor juga memperhatikan potensi dampak penyesuaian pajak tangguhan yang sebelumnya mencapai US$4,12 miliar.

Sementara itu, estimasi harga perolehan agregat ETF Bitcoin spot AS di sekitar US$81.500 menunjukkan bahwa tekanan pasar juga dirasakan oleh investor institusional.

Ke depan, pergerakan Bitcoin terhadap level US$80.000 dan US$75.446, serta hasil laporan keuangan Strategy, akan menjadi faktor penting yang diperhatikan pelaku pasar.

Namun, rata-rata biaya perolehan Bitcoin tidak boleh disamakan dengan batas likuidasi perusahaan, dan perubahan keuntungan belum direalisasikan tidak selalu mencerminkan arus kas aktual.

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi investasi. Data harga dan kepemilikan mengacu pada laporan 29 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu.

CEK SELENGKAPNYA ARTIKEL BERITA KRIPTO TERBARU DI SINI >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU