27.9 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Harga Bitcoin Jeblok Parah, Presiden El Salvador: Nikmati Saja

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden El Salvador Nayib Bukele angkat bicara soal nilai tukar Bitcoin yang sedang ambles. Menurut dia penurunan tersebut tak perlu diambil pusing.

El Salvador di bawah kepemimpinan Bukele menjadi negara pertama di dunia yang menjadikan bitcoin sebagai mata uang yang diterima untuk pembayaran bersama dolar amerika, meski langkah tersebut kemudian dikritisi oleh International Monetary Fund (IMF).

Sejauh ini El Salvador sudah mengeluarkan lebih dari USD 100 juta dari anggaran belanja negaranya untuk membeli setidaknya 2.300 BTC, dengan nilai rata-rata perkoinnya adalah USD 46 ribu, demikian dikutip Newsweek melalui Detik.com, Kamis (23/6/2022). 

Namun nilai bitcoin yang dimiliki oleh El Salvador itu kini setidaknya sudah merosot sebanyak 50%, dengan nilai total sekitar USD 44,6 juta. Nilai tukar bitcoin sendiri saat berita ini dibuat ada di angka USD 19.877, berdasarkan CoinMarketCap.

Baca jugaKelas Standar BPJS Kesehatan, Apa Saja Fasilitas Ruang Inapnya?

Presiden Bukele pun angkat bicara mengenai penurunan tersebut. Lewat akun Twitternya Bukele pun memberikan saran pada para pemilik bitcoin yang kepusingan karena nilai tukarnya ambles. Menurutnya investasi di bitcoin itu aman dan dalam waktu dekat akan kembali tumbuh.

“Saya melihat ada banyak orang yang khawatir dengan harga pasar bitcoin. Saran saya: berhenti melihat grafik dan menikmati hidup. Jika anda berinvestasi di bitcoin maka investasi anda aman dan nilainya akan naik lagi. Kuncinya adalah sabar,” beber Bukele di akun @nayibbukele itu.

Baca juga: Binance vs Indodax Dua Platform Jual Beli Kripto Raksasa, Manakah yang Lebih Baik? 

Sebelumnya adalah juga Menteri Keuangan El Salvador Alejandro Zelaya yang menepis anggapan kalau kondisi keuangan negara tersebut bermasalah akibat nilai tukar bitcoin yang merosot.

Pasalnya, menurut Zelaya, investasi di negara itu tak sampai 0,5% dari anggaran belanja negara El Salvador. Jadi meski nilai investasi mereka berkurang sampai USD 40 juta, hal itu tak menjadi masalah.

“Saat mereka bilang mengenai masalah risiko fiskal di El Salvador sangat tinggi akibat bitcoin, satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah tersenyum,” jelas Zelaya.

Baca juga: Lihat Perbandingan Triv vs Indodax, Mana yang Lebih Cocok Buat Investor Pemula? 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal REN Coin, Token Milik Jaringan Protokol Ren yang Didirikan 2017

JAKARTA, duniafintech.com - Ren (REN) Coin adalah protokol jaringan terbuka yang dibangun untuk menyediakan interoperabilitas dan likuiditas antara berbagai platform blockchain.  Dilansir dari Coinmarketcap, REN...

Dapat Pengalaman Baru, Vidi Aldiano Konser dan Ngedance di Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Penyanyi Vidi Aldiano akan menggelar konser di metaverse. Ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan konser secara virtual. Konser Virtual Vidi Aldiano di...

Kelebihan P2P Lending Syariah Untuk Dana Pendidikan

JAKARTA, duniafintech.com - Nilai manfaat dari sistem P2P LendingSyariah mampu memberi peluang penting bagi banyak aspek. Terkadang tidak hanya untuk bidang investasi hingga UMKM...

Harga Kripto 28 Juni 2022 Belum Bergairah, Bitcoin Cs Naik Tipis

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih melanjutkan koreksi pada Selasa (28/6/2022) pagi. Bahkan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya masih berada...

Banyak yang Belum Tahu, 5 BUMN Ini Berikan Gaji Besar Buat Fresh Graduate

JAKARTA, duniafintech.com - Bekerja di badan usaha milik negara atau BUMN menjadi keinginan bagi para pencari kerja. Selain jenjang karir yang cukup baik, gaji,...
LANGUAGE