26.1 C
Jakarta
Minggu, 25 Juli, 2021

Hikmah Pandemi, Pertumbuhan UMKM Go Digital Terus Meningkat

DuniaFintech.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mencatat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah terhubung ke marketplace hanya 13%. Padahal, sejak pandemi pertumbuhan UMKM go digital meningkat hingga 18%. Oleh karena itu, Teten menilai pihaknya akan beralih ke ranah digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Terlebih, ia memaparkan terdapat 18 kementerian dan 45 lembaga yang mengurusi UMKM.

Pada waktu lalu Teten mengatakan, “pertumbuhan UMKM go digital terlihat dari sudah adanya 60,66 juta rekening UMKM yang telah terhubung ke lembaga pembiayaan. Sehingga diperlukan pembenahan sistem pembiayaan UMKM yang lebih ramah dan mudah, salah satunya melalui ekonomi digital itu sendiri.”

Digitalisasi atau beralih pola perdagangan daring via marketplace menjadi salah satu solusi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan menopang perekonomian Indonesia di tengah pandemic Covid-19 seperti sekarang ini. Sarana online telah menjadi sesuatu yang tak terelakan sekaligus menjadi salah satu solusi bagi para pelaku UMKM yang jumlahnya cukup besar. Tak heran jika pertumbuhan UMKM go digital terus mengalami peningkatan.

Baca Juga:

Direktur Utama PT Tata Kreasi Indonesia, H.M. Supriyadi mengatakan, merebaknya pandemi Covid-19 telah berdampak pada perubahan segmentasi pasar. Pasalnya, konsumen kini mulai membiasakan diri dengan apapun yang berbau digital atau teknologi. Selain itu, Covid-19 memberi pelajaran berharga bagi UMKM, bahwa ternyata melemahnya aktivitas ekonomi selama masa pandemi ini hanya bisa disiasati dengan teknologi.

“Tanpa teknologi, pelaku UMKM seperti tidak berkutik. Hanya perusahaan yang sudah menerapkan sistem digitalisasi yang mampu bertahan. Sebaliknya, mereka yang tidak menerapkan sistem digital siap-siap saja gulung tikar,” ujar Supriyadi.

Kendati demikian, Supriyadi menambahkan, di tengah ketidakjelasan kapan pembatasan aktifitas sekarang akan berakhir. Terlebih WHO juga telah mengumumkan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dari dunia sampai vaksin ditemukan.

Pilihannya hanya dua, kesehatan atau perut. Kalau kesehatan yang akan off seterusnya tetapi kalau yang dilihat sisi perut, pasti sebentar lagi ada kelonggaran, akan ada banyak orang yang nekat keluar beraktivitas untuk menyelamatkan perutnya. PSBB 200 kali pun tidak akan bisa menahan dan saya pastikan setelah lebaran orang sudah akan mulai bisnisnya

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE