27 C
Jakarta
Jumat, 30 Oktober, 2020

Huawei Rilis AirPON, Solusi Operator Seluler Akses FMS dengan Cepat dan Murah

DuniaFintech.com – Bersama dengan HKT Hongkong dan Globe Filipina, Huawei rilis AirPON secara daring. Huawei juga menghadirkan pemaparan seputar aplikasi-aplikasi inovatif dari solusi tersebut. Solusi ini menggunakan kembali situs-situs nirkabel yang telah ada untuk membangun akses penuh ke jaringan fiber bagi para operator seluler dengan cepat dan berbiaya rendah.

Saat operator seluler bertransformasi dari operasi seluler menjadi layanan penuh, para operator menghadapi tantangan besar dalam membangun konstruksi jaringan Fiber to the Home (FTTH). Biasanya, operator harus menerapkan OLTs di ruang peralatan kantor pusat dan meletakkan kabel optik besar untuk menjangkau para pengguna. Hal ini tentu saja membutuhkan investasi awal skala besar dan penyelesaian masalah yang kompleks seperti akuisisi ROW. Akibatnya, pembangunan jaringan selalu memakan waktu, mahal, sementara penyediaan layanan yang lambat.

Dengan Huawei rilis AirPON secara khusus mengatasi tantangan ini. “Solusi AirPON dapat mempersingkat kabel optik antara OLT dan pengguna dari lebih dari 3 km menjadi di bawah 300 m, sangat meningkatkan efisiensi penyebaran kabel optik, dan mengurangi periode ROI menjadi kurang dari 3 tahun. Dengan solusi ini, para operator dapat memperoleh manfaat lebih cepat saat membangun jaringan akses full-fiber,” ungkap President Huawei Network Marketing & Solution Sales Department, Gary Lu.

Baca Juga:

Peter Lam, Managing Director HKT Engineering Dept Hong Kong mengatakan, HKT ingin mereplikasi solusi untuk daerah pedesaan atau bangunan bertingkat rendah di daerah perkotaan untuk memperluas cakupan Ultra Broadband. Solusi AirPON juga memungkinkan pemasangan peralatan PON di atas atap yang sesuai untuk penerapan PON di gedung tua bertingkat rendah di Hongkong.

CEO Huawei Indonesia Carrier Business, Andy Ma mengatakan, “Indonesia merupakan pasar yang berkembang pesat untuk Huawei rilis AirPON melihat pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH). Optimalisasi biaya total kepemilikan (TCO) dan peningkatan cakupan menjadi perhatian utama para operator saat ini.”

Andy menambahkan, dibandingkan dengan jaringan FTTH tradisional, solusi AirPON yang inovatif dari Huawei memungkinkan para operator menggunakan kembali situs nirkabel untuk pembangunan jaringan fixed broadband yang cepat dan berbiaya rendah. Operator dapat merealisasikan penghematan belanja modal dan peningkatan Time to Market (TTM) untuk memungkinkan optimalisasi Return on Investment (ROI) sekaligus memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik bagi pelanggan di Indonesia.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Siapkan Penjualan Digital, BMW Kolaborasi dengan Alibaba

DuniaFintech.com - Produsen kendaraan bermotor asal Jerman, BMW menjalin kerja sama dengan layanan niaga berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba. Jochen Goller, Presiden dan...

Toyota Systems Lakukan Eksplorasi Blockchain dan Aset Kripto

DuniaFintech.com – Toyota Systems lakukan eksplorasi blockchain dan aset kripto? Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motors ini dikabarkan sedang bereksperimen dengan...

Menyoroti Kegiatan Asosiasi Blockchain Indonesia Per Oktober 2020

DuniaFintech.com - Perkembangan blockchain dan aset kripto di Indonesia tentunya bisa Anda ketahui dari berbagai informasi di dunia maya. Selain itu, Anda...

Suku Bunga Deposito Turun, Apakah Deposito Masih Menarik?

DuniaFintech.com - Suku bunga deposito turun, apakah deposito masih menarik? Penurunan suku bunga deposito tentu mempengaruhi imbal hasil deposito di berbagai bank,...

Cara Mendapat Relaksasi Kredit dari FIF Group, Perhatikan Syarat Ini

Duniafintech.com - Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, PT Federal International Finance (FIF group) telah merelaksasi...
LANGUAGE