29.6 C
Jakarta
Selasa, 29 September, 2020

Pertumbuhan Ekosistem Fintech Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

DuniaFintech.com – Ekosistem industri jasa keuangan berbasis teknologi, atau fintech di Indonesia disebut-sebut menjadi yang paling bertumbuh di wilayah Asia Tenggara. Hal ini diungkapkan oleh Adrian Gunadi selaku Ketua Umum Harian Asosiasi Fintech Pendananan Indonesia (AFPI).

Adrian mengatakan, dari segi ukuran dan volume pasar, ekosistem fintech dalam negeri diyakininya lebih berkembang dari beberapa industri dan layanan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

“Hal ini tidak terlepas dari potensi pasar di Indonesia. Ini terkait dengan inklusi keuangan. Terutama kalau kita bicara dari sisi konsumen maupun UMKM,”

Dari data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2020, terdapat 157 penyelenggara fintech pinjaman personal (P2P Lending) yang terdaftar dan berizin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 penyelenggara yang terdaftar dan sisanya memiliki status berizin.

Baca juga:

Pertumbuhan Ekosistem Fintech Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Berkembang pesatnya ekosistem fintech Indonesia di wilayah Asia Tenggara juga didukung beragamnya klaster atau jenis layanannya. Menurut Adrian, terdapat beberapa faktor, salah satunya dukungan regulator OJK dan Bank Indonesia terhadap industri.

“Ini karena adanya regulasi yang mendukung, baik dari OJK maupun BI, khususnya dengan masing-masingfintech office. Hal ini sangat mendukung inovasi-inovasi dari perusahaan-perusahaan fintech sehingga bermunculan beragam fintech, yakni lending, payments crowdfunding equity, dan lainnya,”

Sebagai industri dengan jumlah terbanyak, penyelenggara fintech pinjaman juga telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 113,46 triliun, atau tumbuh sebanyak 153,23 % dibandingkan pembiayaan pada Juni setahun sebelumnya.

“Memang kalau kita lihat bahwa dana tersebut terus berputar dan relatif lebih jangka pendek dibandingkan dengan pinjaman-pinjaman yang ada di bank ataupun lembaga keuangan lainnya,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Program ‘Fintech Express’ Oleh Mastercard Siap Dukung Ekosistem Eropa

DuniaFintech.com - Fintech Express menjadi program teranyar yang dihadirkan perusahaan sistem pembayaran dan transaksi ternama dunia, Mastercard. Program tersebut menjadi fasilitator untuk...

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...
LANGUAGE