26.3 C
Jakarta
Jumat, 30 Oktober, 2020

Huawei Luncurkan Pembayaran Digital Berbasis Cloud

DuniaFintech.com – Perusahaan teknologi multinasional asal China, Huawei kembali melakukan langkah baru dalam bisnis mereka. Huawei kini memasuki sektor pembayaran digital berbasis cloud.

Melansir dari GSMA, sebuah grup yang mewakiliki perusahaan seluler, Direktur Pemasaran dan Penjualan Perangkat Lunak Huawei, Ryan Wu, menyebutkan dalam sebuah pernyataan. Uang seluler saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna terdaftar setelah lebih dari 10 tahun pengembangan. Namun, pembayaran untuk perdagangan masih dalam tahap awal.

“Kita semua tahu bahwa kunci sukses dalam bisnis pembayaran seluler bergantung pada ekosistem. Pembayaran digital berbasis cloud milik Huawei dirancang untuk menyediakan platform pembayaran dan aplikasi super yang membantu operator pembayaran seluler membangun ekosistem dengan cepat dan efisien.”

Huawei mengatakan dalam rilis berita 6 Agustus bahwa satu nilai jual untuk sistem baru ini adalah rancangan yang memungkinkan real-time query experience untuk pengguna dan pedagang.

“Baik data pengguna dan transaksi dapat dibuka secara real-time,” tulis Huawei dalam rilisnya.

Mereka kemudian menambahkan bahwa sistem tersebut juga menawarkan kontrol risiko real-time. Huawei juga menyebut bahwa mereka sudah berhasil menguji coba sistem baru ini di Myanmar.

Baca juga:

Huawei: Antara Prestasi dan Kontroversi

Berbasis di Shenzhen, Guangdong, Cina, Huawei membukukan pendapatan sekitar $ 123 miliar pada tahun fiskal 2019, tahun terakhir di mana data kinerja telah tersedia.

Perusahaan tersebut juga termasuk salah satu pemain penting dalam komputasi awan serta infrastruktur komunikasi dan perangkat seluler, seperti ponsel cerdas dan tablet.

Namun, di beberapa bagian dunia, Huawei menghadapi masalah politik yang signifikan. Di antara sekian banyak kasus yang dihadapi Huawei, salah satu yang paling populer adalah konflik mereka dengan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Russ Vought, pejabat direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, bulan lalu mengatakan kepada Reuters dalam sebuah pernyataan,

“Bahaya yang dihadapi bangsa kita dari musuh asing seperti Cina yang ingin menyusup ke sistem kita sangat besar. Administrasi Trump menjaga pemerintah kami kuat terhadap jaringan jahat seperti Huawei dengan sepenuhnya menerapkan larangan pengadaan federal.”

Dalam berita lain, Inggris baru-baru ini memerintahkan agar peralatan Huawei dihapus dari jaringan 5G-nya. Terlepas dari berbagai kontroversi yang dihadapi oleh perusahaan teknologi asal Cina ini, prestasi mereka patut dijadikan acuan bagi berbagai perusahaan yang bergerak di bidang serupa.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Siapkan Penjualan Digital, BMW Kolaborasi dengan Alibaba

DuniaFintech.com - Produsen kendaraan bermotor asal Jerman, BMW menjalin kerja sama dengan layanan niaga berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba. Jochen Goller, Presiden dan...

Toyota Systems Lakukan Eksplorasi Blockchain dan Aset Kripto

DuniaFintech.com – Toyota Systems lakukan eksplorasi blockchain dan aset kripto? Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motors ini dikabarkan sedang bereksperimen dengan...

Menyoroti Kegiatan Asosiasi Blockchain Indonesia Per Oktober 2020

DuniaFintech.com - Perkembangan blockchain dan aset kripto di Indonesia tentunya bisa Anda ketahui dari berbagai informasi di dunia maya. Selain itu, Anda...

Suku Bunga Deposito Turun, Apakah Deposito Masih Menarik?

DuniaFintech.com - Suku bunga deposito turun, apakah deposito masih menarik? Penurunan suku bunga deposito tentu mempengaruhi imbal hasil deposito di berbagai bank,...

Cara Mendapat Relaksasi Kredit dari FIF Group, Perhatikan Syarat Ini

Duniafintech.com - Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, PT Federal International Finance (FIF group) telah merelaksasi...
LANGUAGE