25.5 C
Jakarta
Selasa, 29 September, 2020

IBM Rencana Kenalkan Manfaat DeFi Kepada Bank

DuniaFintech.com – Salah satu korporasi teknologi dan piranti lunak terbesar di dunia, International Business Machines (IBM) berencana untuk mengenalkan sistem desentralisasi keuangan, DeFi kepada bank dan berbagai jasa keuangan sejenis.

Direktur bagian jasa keuangan dan aset digital IBM, Nitin Gaur mengatakan kepada cointelegraph bagaimana korporasi teknologi memberi panduan kepada jasa keuangan untuk memanfaatkan pergerakan DeFi.

Pengarang buku berjudul ‘Blockchain for Business‘ tersebut mengatakan bahwa bank harus memahami dan memberi ruang untuk DeFi.

Hal tersebut merupakan imbauan Gaur kepada para pelaku jasa keuangan konvensional. Ia mengatakan teknologi desentralisasi finansial dapat menghadirkan disrupsi terhadap pelaku bisnis dan industri dari layanan keuangan itu sendiri.

“Menurut saya, lembaga keuangan harus memahaminya karena pada akhirnya berpotensi mengambil alih dan menghilangkan elemen bisnis dari model bisnis yang ada. Dan itulah salah satu alasan mengapa bank harus melakukannya,”

Gaur mengatakan IBM ingin membantu menghubungkan bank ke dalam pasar global yang dinamis dengan ruang DeFi. Menurutnya, akan ada inovasi ke dalam produk, menciptakan pesaing baru dan menciptakan semacam produk tambahan.

Baca juga:

Kehadiran DeFi Terhadap Bank

Kehadiran DeFi memberi segenap regulasi sekaligus tantangan untuk berbagai lembaga keuangan, salah satunya bank. Hal tersebut membuat IBM yakin dan mampu mengarahkan hal tersebut kepada calon mitranya.

Namun, sebagian besar lembaga keuangan masih dalam tahap eksplorasi awal dalam urusan DeFi. Mereka terjebak pada situasi dilematis antara keuangan desentralisasi yang sebenarnya dan hanya melakukan digitalisasi terhadap sekuritas tradisional.

Di sisi lain, Gaur mengakui, salah satu cara bank dan jasa keuangan lainnya menuai keberhasilan di sektor tersebut ialah memikirkan kembali pendekatan mereka. Menurutnya membuat beberapa produk DeFi bukanlah cara untuk berhasil dalam industri. Ia mengatakan, indikator sebenarnya hanya akan terlihat jika lembaga keuangan mengadopsi sifat dasar dari jaringan blockchain.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Program ‘Fintech Express’ Oleh Mastercard Siap Dukung Ekosistem Eropa

DuniaFintech.com - Fintech Express menjadi program teranyar yang dihadirkan perusahaan sistem pembayaran dan transaksi ternama dunia, Mastercard. Program tersebut menjadi fasilitator untuk...

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...
LANGUAGE