26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Impor Indonesia Mengalami Penurunan Akibat Rupiah Terdepresiasi

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan mencatat total impor Indonesia mengalami penurunan sebesar 10,58 persen atau mencapai nilai US$19,81 miliar jika dibandingkan pada bulan Agustus lalu.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan penurunan impor di bulan September diakibatkan karena terdepresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang membuat impor menjadi semakin mahal.

Selain itu, Indonesia mengalami penurunan impor turut disebabkan oleh menurunnya konsumsi domestik sebagaimana tercermin dalam perkiraan Indeks Penjualan Riil (IPR) Bank Indonesia yang terkontraksi 0,9 persen secara bulanan dan pelemahan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang melemah menjadi 124,7 pada September 2022.

Baca juga: Jokowi Emosi! Indonesia Ternyata Masih Impor Pensil hingga Seragam Polisi-TNI

Impor Indonesia Mengalami Penurunan

Impor Indonesia Mengalami Penurunan Dampak Nilai Tukar Rupiah

Barang konsumsi yang menurun signifikan antara lain yaitu daging hewan (HS 02) turun 19,56 persen dan susu, mentega, dan telur (HS 04) turun 33,30 persen.

Sedangkan untuk barang modal yang impornya turun adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85) turun 11,45 persen dan mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya (HS 84) turun 6,65 persen.

Sementara bahan baku atau penolong yang turun adalah garam, belerang, batu dan semen (HS 25) turun 41,03 persen, pupun (HS 31) turun 38,64 persen, besi dan baja (HS 72) turun 25,57 persen, alumunium dan barang daripadanya (HS 76) turun 24,067 persen, bahan bakar mineral (HS 27) turun 20,84 persen serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) turun 16,72 persen.

“Penurunan kinerja impor pada bulan September 2022 dipicu oleh menurunnya impor nonmigas sebesar 11,21 persen MoM dan penurunan impor migas turun 7,44 persen MoM,” jelas Zulkifli.

Baca juga: Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

Terkait Indonesia mengalami penurunan impor, Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan secara kumulatif total impor pada periode Januari–September 2022 mencapai USD 179,49 miliar, naik 28,93 persen dari Januari–September 2021 (YoY). Pertumbuhan impor tersebut didorong oleh naiknya impor nonmigas sebesar 21,68 persen dan melonjaknya impor migas sebesar 80,21 persen YoY.

Baca jugaBarang Impor Ilegal Senilai Rp11 Miliar Dimusnahkan Kemendag

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE