25.6 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp 1.197,2 triliun untuk produk luar negeri alias barang impor. 

Presiden Jokowi mengingatkan uang tersebut harus dibelanjakan untuk produk lokal buatan dalam negeri. 

“Karena ini uang rakyat, APBD dan APBN, di BUMN, ini uang rakyat. Ya jangan dong kita belikan barang-barang impor. Keleru sekali kalau kita melakukan itu,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Senayan, Jakarta Pusat, melansir dari Tempo.co, Jumat (27/5/2022). 

Jokowi mengatakan bakal mengawasi kementerian/lembaga dan para kepala daerah dalam penggunaan APBN serta APBD tersebut. 

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

Ia juga bakal mengadakan pertemuan secara rutin setiap 2-3 bulan dengan para kepala daerah dan menteri untuk melakukan evaluasi penggunaan dana itu.

“Agar kita memiliki pemikiran yang sama. Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota, Sekda, yang paling penting sekarang bagaimana produk lokal unggulan masuk dalam e-katalog lokal. Segera!” ujar Jokowi. 

Baca jugaApa Itu UMKM? Berikut Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Jokowi menerangkan, sampai saat ini hanya 46 pemerintah daerah dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi yang sudah memiliki e-katalog lokal. Jokowi meminta agar daerah lain menyusul, sehingga pembelanjaan APBN dan APBD dapat digunakan untuk produk dalam negeri.

Jokowi mengatakan saat ini pembuatan e-katalog lokal sudah sangat mudah untuk dilakukan. “Saya sudah memastikan tadi pagi dengan Kepala LKPP Pak Anas, dulu 8 langkah, sekarang hanya 2 langkah. Sehingga gampang sekali. Sehingga saya minta segera dilakukan,” kata Jokowi. 

Selain mendorong instansi pemerintahan, Jokowi juga meminta KADIN, HIPMI, dan asosiasi pengusaha agar mendorong anggotanya untuk membangun kualitas produk yang baik, membuat desain baik, kemasan menarik, dan membangun branding yang bagus. 

Sehingga, menurut Jokowi, bakal semakin banyak produk lokal dan unggulan daerah yang masuk ke e-katalog. “Ini akan memicu perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja di daerah,” ungkapnya. 

Baca jugaSecara Umum, Inilah 7 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Kripto Hari 28 Juni 2022 Belum Bergairah, Bitcoin Cs Naik Tipis

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih melanjutkan koreksi pada Selasa (28/6/2022) pagi. Bahkan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya masih berada...

Banyak yang Belum Tahu, 5 BUMN Ini Berikan Gaji Besar Buat Fresh Graduate

JAKARTA, duniafintech.com - Bekerja di badan usaha milik negara atau BUMN menjadi keinginan bagi para pencari kerja. Selain jenjang karir yang cukup baik, gaji,...

Bisa Jadi Pelajaran Untuk Waspada, Ini Daftar Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto semakin populer era kini. Masyarakat dunia mengenal kripto sebagai instrumen investasi. Namun juga, afa banyak pencurian kripto yang...

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...

Nilai Syariah P2P Lending Syariah, Adil dan Transparan

JAKARTA, duniafintech.com – Nilai syariah dalam P2P lending syariah ada apa saja? Benarkah P2P lending syariah halal? Mari kita kupas tuntas nilai syariah yang...
LANGUAGE