27 C
Jakarta
Rabu, 1 Februari, 2023

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp 1.197,2 triliun untuk produk luar negeri alias barang impor. 

Presiden Jokowi mengingatkan uang tersebut harus dibelanjakan untuk produk lokal buatan dalam negeri. 

“Karena ini uang rakyat, APBD dan APBN, di BUMN, ini uang rakyat. Ya jangan dong kita belikan barang-barang impor. Keleru sekali kalau kita melakukan itu,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Senayan, Jakarta Pusat, melansir dari Tempo.co, Jumat (27/5/2022). 

Jokowi mengatakan bakal mengawasi kementerian/lembaga dan para kepala daerah dalam penggunaan APBN serta APBD tersebut. 

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

Ia juga bakal mengadakan pertemuan secara rutin setiap 2-3 bulan dengan para kepala daerah dan menteri untuk melakukan evaluasi penggunaan dana itu.

“Agar kita memiliki pemikiran yang sama. Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota, Sekda, yang paling penting sekarang bagaimana produk lokal unggulan masuk dalam e-katalog lokal. Segera!” ujar Jokowi. 

Baca jugaApa Itu UMKM? Berikut Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Jokowi menerangkan, sampai saat ini hanya 46 pemerintah daerah dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi yang sudah memiliki e-katalog lokal. Jokowi meminta agar daerah lain menyusul, sehingga pembelanjaan APBN dan APBD dapat digunakan untuk produk dalam negeri.

Jokowi mengatakan saat ini pembuatan e-katalog lokal sudah sangat mudah untuk dilakukan. “Saya sudah memastikan tadi pagi dengan Kepala LKPP Pak Anas, dulu 8 langkah, sekarang hanya 2 langkah. Sehingga gampang sekali. Sehingga saya minta segera dilakukan,” kata Jokowi. 

Selain mendorong instansi pemerintahan, Jokowi juga meminta KADIN, HIPMI, dan asosiasi pengusaha agar mendorong anggotanya untuk membangun kualitas produk yang baik, membuat desain baik, kemasan menarik, dan membangun branding yang bagus. 

Sehingga, menurut Jokowi, bakal semakin banyak produk lokal dan unggulan daerah yang masuk ke e-katalog. “Ini akan memicu perekonomian daerah dan membuka lapangan kerja di daerah,” ungkapnya. 

Baca jugaSecara Umum, Inilah 7 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Penjualan Tiket Konser Menjamur, Etiket.id Hadir Mempermudah Penikmat Musik dan Industri Hiburan

JAKARTA, duniafintech.com - Antusias anak milenial Indonesia dalam menghadiri acara hiburan seperti konser musik di Indonesia semakin tinggi, pasca pandemi ini. Etiket.id, salah satu...

Investasi Bitcoin Terpercaya, Intip Rekomendasi Platformnya

JAKARTA, duniafintech.com – Investasi Bitcoin terpercaya dapat dimulai oleh siapa pun, bahkan pemula yang ingin terjun ke dunia aset digital. Belakangan ini, sudah semakin banyak...

Kredit Mobil Murah tanpa DP: Cara, Tips, dan Kekurangan

JAKARTA, duniafintech.com – Kredit mobil murah tanpa DP (down payment) untuk mobil bekas bisa dilakukan karena fasilitas ini tersedia. Dalam hal ini, ada beragam cara...

Tercapai 100 Persen BBM Satu Harga, Pemerintah Tambah 89 Lokasi di Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga tahun 2022 telah tercapai 100 persen dari target yang telah ditetapkan, yakni merealisasikan 92...

Tips Investasi Emas untuk Pemula yang Aman dan Menguntungkan

JAKARTA, duniafintech.com – Tips investasi emas untuk pemula penting diketahui saat kamu hendak memilih instrumen investasi yang satu ini. Jenis investasi emas adalah pilihan investasi...
LANGUAGE