27.9 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang dari China.

Dilansir dari CNBC, hal ini dilontarkan Luhut saat mengisi Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) yang disiarkan virtual melalui Youtube, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Luhut Punya Strategi Jitu Guna Mengurai Polemik Harga Minyak Goreng

Dalam kesempatan itu, Luhut dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak terperangkap jebakan utang dari China. Ia mengatakan seluruh uang yang didapatkan dari pinjaman China merupakan utang yang produktif. Selain itu, tidak ada hidden debt yang dimiliki RI terhadap Beijing.

“Itu adalah utang produktif. Ada yang bilang hidden debt. Itu yang bilang hidden debt saya text, kau datang kemari tunjukin hidden debt-nya di mana. Wong saya yang menangani kok,” ujar menteri yang berlatar belakang tentara itu.

Luhut juga menepis terkait membengkaknya biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung adalah salah satu jebakan yang disiapkan Beijing. Ia mengatakan masalah pembengkakan biaya sudah diselesaikan dan saat ini proyek itu tetap dilanjutkan.

“Tertunda berapa bulan pembangunnya kereta api cepat Jakarta Bandung, itu akan dimulai dan make test bulan November tahun ini,” terangnya.

Baca juga: Jokowi Tunjuk Luhut Urus Minyak Goreng Jawa-Bali, Pengamat Nilai Dapat Merusak Tata Kerja Pemerintahan

China sendiri merupakan salah satu negara yang cukup sering mengalirkan uang ke Indonesia. Bahkan pada Maret lalu, terjadi lonjakan utang dari kreditur China sebesar US$ 22,01 miliar.

Sementara itu, masifnya pemberian dana pinjaman dari Beijing ini dilakukan setelah Negeri Tirai Bambu meluncurkan proyek Belt and Road yang bertujuan untuk membantu negara berkembang menciptakan infrastruktur untuk pembangunan ekonominya.

Namun skema pinjaman atau utang dari China itu dinilai penuh jebakan dan menghasilkan beberapa proyek yang kurang berhasil. Salah satunya adalah Pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, di mana akhirnya China mengambil alih pengelolaan pelabuhan itu.

Baca juga: IKN Tarik Minat Investor, Luhut: UEA & Arab Saudi Investasi Rp293 Triliun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal REN Coin, Token Milik Jaringan Protokol Ren yang Didirikan 2017

JAKARTA, duniafintech.com - Ren (REN) Coin adalah protokol jaringan terbuka yang dibangun untuk menyediakan interoperabilitas dan likuiditas antara berbagai platform blockchain.  Dilansir dari Coinmarketcap, REN...

Dapat Pengalaman Baru, Vidi Aldiano Konser dan Ngedance di Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Penyanyi Vidi Aldiano akan menggelar konser di metaverse. Ini merupakan pengalaman pertamanya melakukan konser secara virtual. Konser Virtual Vidi Aldiano di...

Kelebihan P2P Lending Syariah Untuk Dana Pendidikan

JAKARTA, duniafintech.com - Nilai manfaat dari sistem P2P LendingSyariah mampu memberi peluang penting bagi banyak aspek. Terkadang tidak hanya untuk bidang investasi hingga UMKM...

Harga Kripto 28 Juni 2022 Belum Bergairah, Bitcoin Cs Naik Tipis

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih melanjutkan koreksi pada Selasa (28/6/2022) pagi. Bahkan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya masih berada...

Banyak yang Belum Tahu, 5 BUMN Ini Berikan Gaji Besar Buat Fresh Graduate

JAKARTA, duniafintech.com - Bekerja di badan usaha milik negara atau BUMN menjadi keinginan bagi para pencari kerja. Selain jenjang karir yang cukup baik, gaji,...
LANGUAGE