25.6 C
Jakarta
Senin, 4 Maret, 2024

Indonesia Siap Jadikan ASEAN Jangkar Stabilitas Perekonomian Global

JAKARTA, duniafintech.com – Deklarasi Bangkok yang ditandatangani pada 8 Agustus 1967 telah menandai berdirinya  ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) dan sekaligus menjadi momentum peningkatan kerja sama dalam berbagai bidang bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Lahir melalui prakarsa lima negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, ASEAN yang saat ini telah memiliki keanggotaan sebanyak 10 negara juga turut mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

Dalam KTT ASEAN di Kamboja pada 13 November 2022, Indonesia mendapatkan mandat untuk memegang Chairmanship ASEAN 2023. Melaksanakan mandat tersebut, Indonesia mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” yang sekaligus juga meresonansi keberhasilan Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022 lalu.

Baca juga: Dihadapan ASEAN, Menko Airlangga Tegaskan Netralitas Karbon dan Agenda Ekonomi Berkelanjutan

“Nakhoda dan navigasi Presidensi G20 di tengah berbagai situasi tantangan global telah mendapatkan apresiasi dari banyak negara dan Indonesia saat ini mempunyai kepercayaan yang tertinggi dari berbagai negara. Pemerintah juga terus mendorong ASEAN menjadi kawasan yang stabil dan damai untuk menjadi jangkar stabilitas perekonomian global,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menjelaskan ASEAN Matters terdiri dari 3 elemen penting yakni penguatan terhadap kapasitas dan efektivitas ASEAN, persatuan ASEAN, serta sentralitas ASEAN. Sementara itu, epicentrum of growth terkait dengan peran ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia serta terdiri dari 4 elemen penting yakni arsitektur kesehatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas keuangan.

Secara rinci, dia menambahkan Indonesia mengangkat tiga isu prioritas bidang ekonomi yaitu recovery and rebuilding, digital economy, dan sustainability yang implementasinya diterjemahkan ke dalam 16 (enam belas) Priority Economic Deliverables (PED) selama tahun 2023.

Baca juga: Airlangga Paparkan Pemulihan Ekonomi dan Kesiapan Indonesia jadi Ketua ASEAN 2023

”Keketuaan Indonesia di ASEAN akan menitikberatkan pada penanganan krisis multidimensi seperti krisis pangan, energi, dan keuangan,” kata Airlangga.

Dia mengatakan Indonesia juga akan berupaya untuk memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil dan damai, menjunjung tinggi hukum internasional, serta memperkuat kerja sama sehingga ASEAN mampu menjadi kawasan yang kuat, inklusif, dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui peran penting sebagai Chairmanship ASEAN 2023, semakin menegaskan  posisi Indonesia sebagai global middle power yang secara substansial mampu mempengaruhi agenda global sekaligus menjadi bagian dari solusi permasalahan global.

“Bapak Presiden Joko Widodo percaya bahwa pada tahun 2045, ASEAN akan menjadi kelompok negara yang lebih adaptif, responsif, kompetitif, sejalan dengan agenda global ASEAN,” ujar Airlangga.

Baca juga: Komitmen Kredivo Hadirkan Layanan Digital Bagi 20 Juta Masyarakat ASEAN

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE