30.9 C
Jakarta
Rabu, 27 Oktober, 2021

Indonesia Target Ancaman Ransomware Terdepan di Asia Tenggara

DuniaFintech.com – Riset yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebutkan, bahwa Indonesia terdaftar sebagai target dari ancaman jenis ransomware. Di tengah proses penataan transformasi digital, hal ini dinilai sebagai ‘jalan terjal’ yang dihadapi Tanah Air.

Indonesia tetap menduduki puncak serangan ransomware, meski mengalami penurunan aktivitas. Diketahui, ancaman berbentuk pemerasan melalui penyitaan data elektronik pengguna teknologi tersebut sempat menurun, dari semester I 2019 ke semester yang sama di 2020.

Dalam laporannya, Kaspersky menyebut Indonesia menerima sebanyak 967.372 percobaan ancaman pemerasan data pengguna perangkat elektronik di semester I 2019. Sementara, semester I tahun 2020 terdapat sejumlah 967.372 percobaan serangan.

Jumlah ancaman tersebut, menjadikan Indonesia menduduki posisi puncak di wilayah Asia Tenggara, mengalahkan Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Lebih lanjut, Indonesia menjadi target serangan ransomware di berbagai sektor, seperti perusahaan dengan persentase sebanyak 49%, 39% di sektor konsumtif dan 21,3% si Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca juga:

Ancaman Ransomware Targetkan Indonesia

Dony Koesmandarin selaku Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia mencoba menyegarkan ingatan publik atas serangan wannacry pada tahun 2017. Menurutnya, hal ini perlu dipertimbangkan dengan masak oleh setiap pengguna internet.

“Hal itu menunjukkan bahwa bisnis dalam segala bentuk dan ukuran harus meningkatkan protokol dan infrastruktur keamanan siber mereka agar tidak menjadi korban ancaman,” 

Dony menegaskan, pengguna tidak boleh terpancing untuk memberikan uang tebusan kepada pelaku serangan ransomware, lantaran tidak menjamin data para pengguna bisa diakses kembali. Ia menilai setiap individu harus bersiap menghadapi serangan ini.

Dony menambahkan, pencegahan serangan ransomware bisa dilakukan dengan cara memperbaharui (update) sistem operasi secara konstan. Hal tersebut diperlukan lantaran mencegah masuknya bug. Selain itu, segala data perlu dibuatkan cadangan dan back up.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Sektor Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang

Sektor saham adalah hal penting untuk dipahami ketika memutuskan saham apa saja yang ingin dikoleksi untuk jangka panjang saat dihadapkan dengan ratusan saham untuk...

Apa Itu Premi, dan Tujuan Membayar Premi Asuransi

Mengapa premi tertera pada perjanjian asuransi? Dan apa yang dimaksud dengan premi asuransi? Berikut penjelasan pengertian premi asuransi. Setelah Anda mengetahui pengertian asuransi dan risiko,...

Ketahui Syarat dan Cara Mendapatkan Pinjaman UMKM agar Cepat Cair

Pinjaman UMKM cepat cair adalah solusi dalam berwirausaha yang seringkali terkendala pada modal awal untuk memulai usaha. Padahal, usaha tanpa modal sebenarnya sudah bisa...

Aplikasi GoTrade, Solusi Mudah Beli Saham Listing di Luar Negeri

GoTrade adalah sebuah merek dagang yang bernama TR8 Securities Inc., sebuah perusahaan berlisensi untuk menjalankan bisnis oleh lembaga pengatur dan pengawas dari Pemerintah Malaysia....

Perusahaan Asuransi yang Mengantongi Izin OJK

Sebelum membeli jaminan asuransi, di bawah ini telah dirangkum daftar perusahaan asuransi yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).  Kendati telah memiliki sederet list mengenai...
LANGUAGE