26.1 C
Jakarta
Selasa, 27 Oktober, 2020

Indonesia Target Ancaman Ransomware Terdepan di Asia Tenggara

DuniaFintech.com – Riset yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebutkan, bahwa Indonesia terdaftar sebagai target dari ancaman jenis ransomware. Di tengah proses penataan transformasi digital, hal ini dinilai sebagai ‘jalan terjal’ yang dihadapi Tanah Air.

Indonesia tetap menduduki puncak serangan ransomware, meski mengalami penurunan aktivitas. Diketahui, ancaman berbentuk pemerasan melalui penyitaan data elektronik pengguna teknologi tersebut sempat menurun, dari semester I 2019 ke semester yang sama di 2020.

Dalam laporannya, Kaspersky menyebut Indonesia menerima sebanyak 967.372 percobaan ancaman pemerasan data pengguna perangkat elektronik di semester I 2019. Sementara, semester I tahun 2020 terdapat sejumlah 967.372 percobaan serangan.

Jumlah ancaman tersebut, menjadikan Indonesia menduduki posisi puncak di wilayah Asia Tenggara, mengalahkan Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Lebih lanjut, Indonesia menjadi target serangan ransomware di berbagai sektor, seperti perusahaan dengan persentase sebanyak 49%, 39% di sektor konsumtif dan 21,3% si Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca juga:

Ancaman Ransomware Targetkan Indonesia

Dony Koesmandarin selaku Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia mencoba menyegarkan ingatan publik atas serangan wannacry pada tahun 2017. Menurutnya, hal ini perlu dipertimbangkan dengan masak oleh setiap pengguna internet.

“Hal itu menunjukkan bahwa bisnis dalam segala bentuk dan ukuran harus meningkatkan protokol dan infrastruktur keamanan siber mereka agar tidak menjadi korban ancaman,” 

Dony menegaskan, pengguna tidak boleh terpancing untuk memberikan uang tebusan kepada pelaku serangan ransomware, lantaran tidak menjamin data para pengguna bisa diakses kembali. Ia menilai setiap individu harus bersiap menghadapi serangan ini.

Dony menambahkan, pencegahan serangan ransomware bisa dilakukan dengan cara memperbaharui (update) sistem operasi secara konstan. Hal tersebut diperlukan lantaran mencegah masuknya bug. Selain itu, segala data perlu dibuatkan cadangan dan back up.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Kelola Keuangan Untuk Freelancer, Rencanakan Keuangan yang Ideal

DuniaFintech.com - Menjadi pekerja lepas atau freelancer tentu memiliki banyak keuntungan. Yang pertama, tentu saja soal waktu maupun tempat kerja yang lebih...

Langkah Aman Menggunakan Whatsapp agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

Duniafintech.com - Maraknya kasus kejahatan cyber  hingga aksi cyber bullying melalui akun sosial media menjadi isu yang perlu diperhatikan. Pasalnya dalam beberapa...

Aset Kripto Baru Listing di Indodax, Apakah Akan Menarik Pasar Indonesia?

DuniaFintech.com - Sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di seluruh dunia. Satu lagi, aset...

OJK: Relaksasi Kredit Ringankan Pinjaman Nasabah di Tengah Pandemi

Duniafintech.com - Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional. Tujuan...

Mengenal Tokoku, Aplikasi Dengan Fitur Paylater Untuk Warung

DuniaFintech.com - Aplikasi Tokoku layanan paylater yang dapat digunakan di outlet atau warung jaringan IRMA. IRMA senidiri merupakan perusahaan penyedia perangkat lunak untuk distributor dan...
LANGUAGE