26.3 C
Jakarta
Jumat, 30 Oktober, 2020

Indonesia Target Cryptomining Ilegal Terbesar di Asia Tenggara

DuniaFintech.com – Aktivitas penambangan mata uang virtual, cryptomining menjadi semakin populer di berbagai belahan dunia. Namun seiring dengan berkembangnya tren tersebut, beberapa pihak justru menyalah-gunakannya dengan memakai metode ilegal.

Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky Asia Tenggara menyebut maraknya aktivitas penambangan mata uang virtual yang ilegal. Ia mengatakan, ancaman cryptomining hadir secara senyap serta tersembunyi di dalam perangkat dan jaringan.

Tidak sampai disitu, aktivitas ini juga menyedot bandwidth, listrik, hingga merusak perangkat keras yang menghadirkan kerugian dan memakan biaya bisnis opeasional yang bergantung pada sistem dan operasi perangkat tersebut.

“Ancaman ini jelas tidak sepopuler phishing dan ransomware, terutama karena kehadirannya biasanya tidak disadari,”

“Dengan situasi pandemi yang secara tidak langsung mendorong perkembangan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara, sudah selayaknya para pelaku bisnis memahami potensi risikonya,”

Baca juga:

Kasus Cryptomining Ilegal di Indonesia

Tindakan penambangan mata uang kripto ilegal didapat melalui akses tidak sah dari komputer orang lain. Nama lain dari aktivitas ini ialah malicious mining. Para pelaku kejahatan siber menggunakan berbagai cara ilegal untuk memasangprogram penambangan di komputer pengguna dan mengambil semua keuntungan darinya.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah deteksi penambangan kripto ilegal tertinggi untuk sektor UKM di paruh pertama 2020. Terjadi penurunan sebesar 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada paruh pertama 2019, Indonesia memiliki sekitar 1,2 juta cryptomining yang tercatat oleh Kaspersky. Di tahun 2020, angka tersebut menurun menjadi 720 ribu, namun tetap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan catatan terbanyak.

Malware cryptomining dapat membanjiri sistem, menyebabkan masalah kinerja yang parah dan akan berdampak sangat cepat pada jaringan bisnis yang sangat penting, salah satunya data pelanggan.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Siapkan Penjualan Digital, BMW Kolaborasi dengan Alibaba

DuniaFintech.com - Produsen kendaraan bermotor asal Jerman, BMW menjalin kerja sama dengan layanan niaga berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba. Jochen Goller, Presiden dan...

Toyota Systems Lakukan Eksplorasi Blockchain dan Aset Kripto

DuniaFintech.com – Toyota Systems lakukan eksplorasi blockchain dan aset kripto? Anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motors ini dikabarkan sedang bereksperimen dengan...

Menyoroti Kegiatan Asosiasi Blockchain Indonesia Per Oktober 2020

DuniaFintech.com - Perkembangan blockchain dan aset kripto di Indonesia tentunya bisa Anda ketahui dari berbagai informasi di dunia maya. Selain itu, Anda...

Suku Bunga Deposito Turun, Apakah Deposito Masih Menarik?

DuniaFintech.com - Suku bunga deposito turun, apakah deposito masih menarik? Penurunan suku bunga deposito tentu mempengaruhi imbal hasil deposito di berbagai bank,...

Cara Mendapat Relaksasi Kredit dari FIF Group, Perhatikan Syarat Ini

Duniafintech.com - Anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen, PT Federal International Finance (FIF group) telah merelaksasi...
LANGUAGE