28.1 C
Jakarta
Selasa, 30 November, 2021

Cara Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

DuniaFintech.com – Sekarang ini mulailah terlihat kesadaran masyarakat Indonesia yang meningkat untuk memiliki asuransi jiwa dan melindungi keluarga mereka dari resiko finansial dengan mempersiapkan uang pertanggungan bagi keluarga jika mereka harus ditinggalkan atau sang tertanggung sudah tidak bisa produktif lagi. Lalu bagaimana cara menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa? Sebelum menjawab hal tersebut, mari kita kenali dulu istilah uang pertanggungan

Apa itu Uang Pertanggungan

Di dalam asuransi jiwa ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan yaitu UP atau uang Pertanggungan. UP adalah jumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan asuransi jika pemegang polis mengajukan klaim atas risiko yang dijamin dalam program asuransi.

Uang pertanggungan setiap asuransi jumlahnya berbeda-beda, biasanya semakin besar premi yang dibayar maka uang pertanggungan yang dapat diterima juga semakin besar.

Umumnya, perusahaan asuransi di Indonesia memberikan uang pertanggungan antara puluhan Juta hingga miliaran Rupiah. Besar kecilnya uang pertanggungan ini selain dipengaruhi besar premi, usia, serta faktor lain yang berkaitan dengan risiko kesehatan. Tentu, semakin lama tenor yang dipilih semakin besar uang pertanggungan yang bisa dimiliki.

Namun, banyak pemegang polis yang terjebak dengan angka pertanggungan ini. Pasalnya mereka menghitung nilai pertanggungan tersebut untuk kehidupan saat ini. Padahal 20 atau 30 tahun mendatang nilai, 200 atau 500 juta Rupiah mungkin terasa sangat kecil karena kebutuhan bertambah, namun pendapatan nol. 

Baca juga :

Perhitungan uang Pertanggungan

Ada dua metode yang bisa dilakukan terkait bagaimana cara menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa

1. Nilai Hidup Manusia atau Human Live Value (HLV)

Sesuai namanya, metode ini melihat Anda sebagai manusia yang memiliki “nilai ekonomi”, lantaran dapat bekerja dan menghasilkan nilai (uang) dalam jumlah tertentu. HLV dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

UP = E X (((1+R)^ N)-1)/R

Di mana, 

E = Pengeluaran / Penghasilan bulanan X 12

R = Inflasi Tahunan

N = Waktu Pertanggungan (Tahun)

UP = Uang Pertanggungan

2. Income Based Value (IBV)

Metode ini dilakukan dengan menghitung besarnya uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return apabila uang pertanggungan yang akan diterima disimpan dalam produk investasi. IBV dapat dihitung dengan rumus berikut ini:

IBV= Penghasilan /Pengeluaran : Suku bunga deposito per bulan

Contoh perhitungan

Ibu Nerissa memiliki penghasilan sebesar Rp 10 juta rupiah per bulan, dengan asumsi suku bunga deposito adalah 6% per tahun atau 0,5% per bulan dan inflasi tahunan 3%, Berapakan UP Ibu Nerissa apabila dihitung dengan metode Human Live Value (HLV) dan Income Based Value (IBV).

– Dengan metode Human Live Value,

UP = E X (((1+R)^ N)-1)/R

UP= Rp 10 juta X 12 bulan (((1+ 3%)^20)-1) /3%

UP= Rp 3,2 miliar

Angka 20 tahun yang tercantum dalam rumus perhitungan ini adalah perkiraan waktu terkait kecukupan UP untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Ibu Nerissa sepeninggal beliau. Patut dicatat, perhitungan HLV tidak mengikutsertakan nilai asumsi deposito atau pertumbuhan dana investasi.

– Dengan metode Income Based Value,

ILV= Rp 10 Juta : 0,5% = Rp 2 miliar

Kalkulator Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

**Untuk menampilkan Kalkulator Uang Pertanggungan pada laman artikel di website atau blog Anda, sematkan kode iframe berikut ini:

<iframe src=”https://lifepal.co.id/media/?cff-form=24″ id=”lifepalCalculator” title=”Lifepal Kalkulator” width=”600″ height=”428″></iframe>

Lifepal.co.id mengembangkan embeddable Kalkulator Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa dengan kode iframe yang dapat di-embed tanpa biaya ke laman website media atau blog Anda. Dengan kalkulator ini, Anda dapat memperhitungkan berapa besaran uang pertanggungan (UP) tanpa harus melakukan perhitungan dengan rumus yang mungkin rumit bagi sebagian orang.

Anda cukup memasukkan sejumlah nilai pada kalkulator tersebut, yakni:

  1. Masukkan besaran penghasilan atau pengeluaran bulanan Anda saat ini pada kolom pertama, 
  2. Lalu, masukan jumlah tahun Anda berharap uang pertanggungan tersebut dapat meng-cover tanggungan atau keluarga Anda, misal 10 atau 20 tahun atau lebih.
  3. Terakhir, masukan rata-rata inflasi tahunan dalam bentuk persen. 

Dalam sekejap, akan muncul angka yang merupakan hasil perhitungan uang pertanggungan (UP) Anda. Ini tentu akan amat membantu Anda dalam mensimulasikan uang pertanggungan asuransi jiwa.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pengertian e-Polis Asuransi dan Contohnya

JAKARTA, duniafintech.com - E-polis asuransi adalah versi digital atau elektronik (polis digital) dari polis asuransi, termasuk asuransi kesehatan, yang kini mulai diterapkan oleh sejumlah...

Jadi Trending Twitter, Apa Itu Binance Coin (BNB)?

JAKARTA, duniafintech.com - Binance Coin (BNB) sedang trending di Twitter pada hari ini, Selasa (30/11), dan masih cukup hype sampai sekarang. Popularitas aset crypto...

Manfaat Asuransi Proyek hingga Daftar Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi proyek adalah proteksi yang diberikan terhadap sektor proyek konstruksi yang diketahui punya risiko tinggi. Polis pertanggungan ini bakal memberikan perlindungan...

Cara Ikut Lelang Mobil Asuransi, Siapkan Persyaratan Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Lelang mobil asuransi adalah salah satu cara saat mengatasi ganti rugi. Sebagaimana jamak diketahui, di antara risiko yang dijamin dalam asuransi...

Varian Covid-19 Omicron Gagal Menjegal Bitcoin Cs

JAKARTA, duniafintech.com – Pada hari ini, Selasa (30/11) pagi waktu Indonesia, mayoritas harga kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) kembali diperdagangkan di zona positif. Hal...
LANGUAGE