28.7 C
Jakarta
Senin, 17 Januari, 2022

Top! Industri Fintech Bakal Jadi Sektor Unggulan Ekonomi Digital Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Industri keuangan digital atau financial technology (fintech) bakal menjadi sektor unggulan bagi ekonomi digital di Indonesia. Adapun proyeksi tersebut didorong oleh sejumlah peluang dan tantangan yang bakal dihadapi industri masa sekarang. Demikian diungkap oleh Deputi Bidang Koordinator Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin, Rabu (12/1/2022).

“Dengan berbagai manfaat, keragaman produk, dan layanan keuangan yang dimiliki, membuat fintech berpotensi menjadi sektor unggulan ekonomi digital di masa mendatang,” ucapnya dalam webinar Pluang, seperti dilangsir dari CNNIndonesia.com, Kamis (13/1/2022).

Sejumlah peluang yang bisa ditangkap oleh pelaku industri fintech, kata dia, yakni kesepakatan investasi bagi industri fintech berada di posisi kedua setelah e-commerce. Untuk porsinya sendiri mencapai 22 persen.

Peluang berikutnya adalah klaim mengenai akumulasi pinjaman yang diberikan oleh fintech  per September 2021 lalu yang sudah menembus angka Rp262,93 triliun. Berikutnya, masih ada 28 juta penduduk yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal seperti perbankan. Kemudian, kata dia lagi, pendanaan untuk industri fintech pada tahun lalu diketahui mencapai angka 500 miliar dolar.

“Peluang juga terlihat dari besarnya minat investasi di sektor fintech, total pendanaan hingga kuartal III 2021 sudah mencapai US$425 juta. Ini menunjukkan fintech sebagai sektor yang cukup menarik bagi investor dan memiliki masa depan yang cerah,” sebutnya.

Meski begitu, imbuhnya, tentu saja fintech punya beberapa tantangan yang harus dihadapi. Dalam pandangannya, tingkat literasi keuangan yang masih rendah—sekitar 38,03 persen—akan  menjadi tantangan yang besar sebab inklusi keuangan sudah jauh lebih unggul, yaitu mencapai 76,19 persen.

“Data ini menunjukkan adanya gap yang cukup tinggi antara inklusi dan literasi keuangan, yang berarti dari setiap 100 penduduk Indonesia ada 76 orang yang memiliki akses ke layanan keuangan formal, namun hanya 38 orang yang memiliki literasi keuangan,” ulasnya.

Karena itu, lanjutnya, upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu dikerjakan antara pemerintah dan pelaku industri fintech dalam negeri.

Pinjol legal bertambah

Geliat perkembangan fintech di tanah air terus berkembang. Pada awal tahun ini, geliat itu bahkan sudah terasa ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data terbaru daftar fintech peer-to-peer lending atau fintech lending legal alias yang terdaftar OJK.

Mengacu pada data per 3 Januari 2022 itu, ada penambahan dua fintech lending baru saat ini. Kedua fintech itu, yakni PT Pintar Inovasi Digital dan PT Mapan Global Reksa. Dengan demikian, saat ini OJK mencatat ada sebanyak 103 perusahaan penyelenggara usaha fintech legal di Indonesia. Sementara itu, juga ada satu pembatalan tanda bukti terdaftar fintech lending atas nama PT Kas Wagon Indonesia.

“Pembatalan dikarenakan fintech terkait tidak memenuhi ketentuan Pasal 10 POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi,” kata OJK dalam rilisnya, Senin (10/1/2022) lalu.

Selanjutnya, ada pula penambahan sistem operasi di android milik PT Trust Teknologi Finansial (TrustIQ).

“Dengan demikian, terdapat 103 (seratus tiga) perusahaan fintech lending yang seluruhnya telah memiliki status berizin,” tulis OJK dalam rilisnya.

 

Penulis: Kontributor / Boy Riza Utama

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lagi Nyari Tabungan BNI untuk Mahasiswa? Simak Rekomendasinya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Tabungan BNI untuk mahasiswa adalah produk tabungan dari Bank BNI untuk nasabahnya yang berasal dari kalangan mahasiswa atau pelajar pada umumnya....

Mengenal Asuransi Mikro Indonesia: Manfaat hingga Jenis Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, asuransi mikro adalah jenis asuransi yang mampu menjangkau semua lapisan masyarakat—tanpa terkecuali. Sebagai contohnya adalah BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,...

Penting untuk Penyesuaian Polis, Apa Itu Endorsement Asuransi?

JAKARTA, duniafintech.com – Secara umum, endorsement asuransi adalah perjanjian asuransi yang diterbitkan oleh nasabah atau tertanggung atas persetujuan perusahaan asuransi dalam rangka mengubah atau...

Panduan Cara Cek Mutasi Rekening, Mulai dari BCA hingga Bank Mandiri

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek mutasi rekening sangat penting untuk diketahui, utamanya bagi nasabah bank, sebab memiliki banyak kegunaan. Pada dasarnya, mutasi rekening adalah...

Produk Asuransi Mobil Simas Insurtech dan Cara Klaimnya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi Mobil Simas Insurtech diketahui menghadirkan sebanyak 2 pilihan produk, yakni all risk yang menanggung segala jenis kerusakan pada mobil dan...
LANGUAGE