JAKARTA, duniafintech.com – Inventory management adalah hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Dalam hal ini, penerapan Inventory Management yang efektif sangat penting bagi perusahaan agar dapat mengoptimalkan penggunaan modal, mengurangi kerusakan pada barang, dan meningkatkan efisiensi proses produksi.Â
Dengan menerapkan manajemen inventaris yang baik, perusahaan dapat membuat keputusan yang tepat terkait alur produksi dan sistem pengelolaan gudang pada tahun-tahun mendatang.
Banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan barang atau jasa menggunakan teknologi canggih dalam menjalankan Inventory Management. Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat menghindari kesalahan stok, meminimalkan pemborosan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengiriman barang yang tepat waktu.
Inventory Management adalah
Inventory Management adalah suatu proses yang melibatkan pemesanan, penyimpanan, penggunaan, pengelolaan, dan pengendalian barang yang akan didistribusikan kepada pihak kedua atau dijual kepada konsumen. Istilah lain yang sering digunakan untuk Inventory Management adalah manajemen inventaris, yang mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan bahan baku, komponen barang, produk jadi, penataan gudang, dan administrasi persediaan barang.
Baca juga: Tips Menjadi Dropshipper Sukses yang Perlu Disimak Nih!
Dalam konteks bisnis, Inventory Management merupakan serangkaian kegiatan yang terkait erat dengan pengelolaan dan pemrosesan barang dari awal hingga akhir. Fungsi Inventory Management sangat penting dalam operasional perusahaan, dan saat ini banyak perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menggunakan berbagai alat dan aplikasi, seperti aplikasi CRM, untuk mengintegrasikan manajemen persediaan barang mereka. Tujuan utama dari Inventory Management adalah memastikan bahwa persediaan barang atau bahan baku di gudang mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen tanpa membentuk stok berlebih atau inventaris yang terlalu besar.
Fungsi Inventory Management adalah
Beberapa fungsi utama Inventory Management meliputi:
- Melacak arus barang dari masuk hingga keluar gudang: Inventory Management memungkinkan perusahaan untuk memantau dengan cermat pergerakan barang dari saat diterima hingga saat dijual atau didistribusikan.
- Merampingkan persediaan barang untuk efisiensi dan kemudahan proses: Dengan mengelola persediaan secara efisien, perusahaan dapat mengoptimalkan proses mereka dan menghindari pemborosan waktu dan sumber daya.
- Menghindari kelebihan dan kekurangan stok: Manajemen inventaris membantu dalam mengatur stok agar tidak terlalu berlebihan yang dapat mengakibatkan kerugian atau terlalu kurang yang dapat menghambat produksi dan penjualan.
- Mengoptimalkan penggunaan modal dan mengurangi kerugian karena barang rusak: Dengan mengelola persediaan dengan baik, perusahaan dapat menghindari pemborosan modal pada stok yang tidak terjual dan mengurangi kerugian karena barang rusak akibat penyimpanan yang terlalu lama di gudang.
- Menjadi pedoman untuk pengambilan keputusan operasional dan produksi: Data yang diperoleh melalui Inventory Management dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan terkait operasional dan produksi perusahaan.
Dengan demikian, Inventory Management memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan efisiensi operasional perusahaan.Â
Metode Inventory Management
Ada beberapa metode Inventory Management yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengelola persediaan barang mereka dengan lebih efisien. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai beberapa metode tersebut:
1. Just in Time Management (JIT)
Metode Just in Time adalah pendekatan di mana proses pemesanan dan produksi barang dilakukan tepat waktu tanpa menyimpan stok berlebih di gudang. Dengan mengadopsi metode ini, perusahaan dapat mengurangi pengeluaran modal untuk merawat dan menjaga stok berlebih. Namun, metode ini memiliki risiko ketika terjadi lonjakan permintaan tetapi persediaan habis.
2. Materials Requirement Planning (MRP)
Metode MRP melibatkan perencanaan kebutuhan material berdasarkan catatan penjualan sebelumnya. Perusahaan menggunakan data ini untuk memperkirakan kebutuhan inventaris, menjaga persediaan barang sesuai dengan pesanan, dan berkomunikasi dengan pemasok untuk memastikan ketersediaan bahan sesuai dengan perkiraan pesanan.
3. Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Metode EOQ menentukan jumlah pesanan berdasarkan biaya pesanan dan biaya penyimpanan barang. Dengan menghitung secara cermat, perusahaan dapat menentukan jumlah optimal barang yang harus ditambahkan ke persediaan untuk mengurangi biaya penyimpanan. Konsepnya adalah mencapai keseimbangan antara biaya pesanan dan biaya penyimpanan.
Baca juga: Banyak Keuntungannya! Begini Cara Berlangganan Capcut Premium

- Days Sales in Inventory (DSI)
Metode DSI mengukur waktu rata-rata yang diperlukan oleh perusahaan untuk menjual seluruh persediaannya. Semakin rendah nilai DSI, semakin cepat perusahaan dapat menghabiskan persediaan, yang mengindikasikan efisiensi dalam manajemen stok. DSI juga dikenal dengan sebutan Days Inventory Outstanding (DIO) atau waktu rata-rata persediaan.
Keuntungan dan Manfaat Inventory Management
Persediaan barang dan produk memiliki peran penting dalam menjalankan operasional bisnis sebuah perusahaan. Terutama dalam sektor industri seperti manufaktur, bisnis bahan makanan, minuman, dan produksi perlengkapan dapur, manajemen inventaris memiliki dampak signifikan. Berikut adalah beberapa keuntungan dan manfaat dari pengelolaan persediaan yang baik:
- Mengurangi Risiko Penjualan Berlebihan: Dengan Inventory Management yang efisien, perusahaan dapat melacak persediaan barang di gudang, pesanan yang sudah ditempatkan, dan lainnya. Hal ini membantu menghindari penjualan berlebihan yang dapat merugikan perusahaan.
- Meningkatkan Laba Perusahaan: Pengelolaan inventaris yang tepat menghasilkan perputaran laba yang besar. Dengan mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan penjualan, perusahaan dapat meningkatkan labanya secara signifikan.
- Memuaskan Pelanggan: Dengan memiliki persediaan yang cukup dan terkelola dengan baik, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan dengan lebih konsisten. Ini menciptakan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas.
- Menjadwalkan Persediaan dengan Tepat: Dengan menggunakan perhitungan yang akurat, perusahaan dapat menjadwalkan persediaan dengan tepat. Hal ini membantu dalam merencanakan produksi dan distribusi barang yang sesuai dengan permintaan pasar.
- Menghindari Kelebihan dan Kekurangan Stok: Dengan Inventory Management yang efektif, perusahaan dapat menghindari akumulasi stok berlebih yang memakan biaya penyimpanan, serta kekurangan stok yang dapat menghambat penjualan.
- Menghemat Biaya Promosi dan Mempertahankan Kualitas Barang: Dengan persediaan yang terkelola dengan baik, perusahaan tidak perlu menghabiskan banyak biaya untuk promosi guna menarik pelanggan. Selain itu, produk yang disimpan dengan benar juga memastikan kualitasnya tetap terjaga, mengurangi potensi kerugian karena barang rusak.
Baca juga: Awas Modus dan Bahaya Joki Pinjol! Ketahui Dampak Negatifnya
Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com






