25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Pilih Investasi Saham atau Kripto: Keuntungan dan Rekomendasinya

Meski sering terdengar hampir bersamaan, saham dan kripto adalah dua instrumen investasi yang berbeda. Meski begitu, saham dan kripto ini dapat menjadi pilihan investasi yang menarik. Di sisi lai, aset kripto pun seakan-akan lebih populer sebab ia merupakan investasi yang dapat dibilang kekinian.

Namun, berinvestasi saham pun sejatinya juga tidak kalah seru. Hal itu karena investor dapat memperoleh mendapatkan keuntungan dari dua hal, yaitu dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan, sedangkan capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual.

Lantas, mana yang lebih baik antara saham dan kripto dan apakah investasi saham jauh lebih menguntungkan dari aset kripto? Simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Saham dan Kripto

Perbedaan saham dan kripto perlu diketahui sebelum memulai investasi, terutama dari defini atau pengertian keduanya.

Saham

Saham (stock) adalah salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular, sebagaimana dikutip pada situs resmi Bursa Efek Indonesia. Adapun menerbitkan saham menjadi salah satu pilihan perusahaan saat memutuskan untuk pendanaan perusahaan.

Di sisi lain, saham adalah instrumen investasi yang banyak dipilih para investor sebab saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Pengertian saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Dengan menyertakan modal itu, pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kripto

Belakangan ini, istilah aset kripto sendiri memang semakin populer. Pada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 5 Tahun 2019, pengertian aset kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Lain dengan saham, investasi aset kripto sepenuhnya digital alias tidak ada koin fisik. Para pemegang aset kripto menyimpannya dalam bentuk token di dompet digital dan mereka juga dapat membeli atau menjualnya lewat pertukaran online.

Keuntungan Investasi Saham dan Kripto

Peluang untuk meraih keutungan yang besar terbuka bagi mereka yang yang memilih investasi dalam bentuk saham atau kripto. Dalam berinvestasi saham, ada dua keuntungan yang dapat diraih, yakni:

Dividen

Dividen diperoleh saat membeli atau memiliki saham. Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen biasanya diberikan setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Capital Gain

Capital Gain juga dapat diperoleh saat memiliki saham. Pengertian capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain sendiri terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sebagai contoh, investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp3.000, lalu menjualnya dengan harga Rp3.500 per saham. Artinya, pemodal itu memperoleh capital gain sebesar Rp500 untuk setiap saham yang ia jual.

Keuntungan investasi kripto pun serupa dengan saham, yakni aset kripto juga memiliki potensi kenaikan harga tinggi pada masa mendatang. Di samping itu, teknologi blockchain membuat proses pembayaran mata uang digital berlangsung cepat, aman, dan mudah.

Dalam berinvestasi kripto, investor akan terhindar dari pemalsuan uang karena sistem blockchain tidak memungkinkan mata uang sama melakukan dua transaksi berbeda. Di samping itu, investor juga dapat melakukan transaksi jual beli tanpa perlu menampilkan identitas asli.

Rekomendasi Saham dan Kripto yang Bagus

Sebelum terjun untuk berinvestasi, tentu perlu untuk mengetahui terlebih dahulu produk investasi saham dan kripto yang bagus atau diprediksi akan naik. Setiap harinya, daftar saham yang mencatatkan kenaikan harga terus berubah-ubah atau dinamis. Hal itu bergantung pada tren pasar yang tengah berkembang. Untuk mengetahui hal itu, bisa dengan menyimak rekomendasi para analis.

Senada dengan saham, terdapat beberapa aset kripto yang memiliki kapitalisasi terbesar di pasar global, yang bergantung pada tren yang tengah berkembang. Menurut data CoinMarketCap pada Juni 2021, terdapat lima aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dalam dolar AS, yaitu Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan Cardano.

Di samping itu, juga ada beberapa platform perdagangan aset kripto seperti Indodax yang sering membagikan beberapa rekomendasi aset kripto yang akan naik di setiap momennya. Di sisi lain, ada enam investasi aset kripto yang diprediksi akan naik, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Binance Coin, DOGECoin, dan Toko Token (TKO).

Sejatinya, bitcoin sendiri masih memiliki kapitalisasi pasar yang besar, mengingat ini merupakan aset kripto pertama di dunia. Karena itu, tidak mengherankan kalau Bitcoin masih dianggap sebagai “raja” dari investasi aset kripto saat ini.

Untuk diketahui, investasi saham dan kripto pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Dalam hal ini, diketahui bahwa tidak ada satu pun produk investasi saham maupun kripto yang harganya terus naik atau turun sebab harganya akan bergerak secara fluktuatif. Maka dari itu, sebagai investor saham ataupun kripto, seseorang harus selalu memahami tren investasi yang tengah berkembang.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE