25.8 C
Jakarta
Kamis, 6 Oktober, 2022

Hasil Survei, Investor Muda Lebih Paham Kripto Ketimbang Saham

JAKARTA, duniafintech.com – Investor Muda dianggap lebih paham kripto ketimbang saham. Kripto masih lebih menarik dibanding aset investasi saham atau obligasi bagi investor ritel. 

Sebuah survei oleh World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa investor ritel menganggap pasar saham dan obligasi yang lebih misterius daripada pasar yang “liar” kripto.

Melansir CNBC Indonesia, survei oleh WEF ini menunjukkan 29 persen investor mengatakan mereka tidak memahami pasar kripto. Tapi, jumlah ini lebih sedikit ketimbang investor yang tidak memahami saham atau obligasi, yakni 40 persen. 

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 70 persen investor ritel berusia di bawah 45 tahun. 

“Dengan adopsi global dan volume perdagangan kripto yang meningkat secara substansial selama beberapa tahun terakhir, ada banyak desas-desus tentang hal itu, yang kemungkinan mempengaruhi kesadaran produk investor,” kata Meagan Andrews, pemimpin investasi di WEF.

“Kurangnya cakupan produk yang lebih tradisional, seperti saham dan obligasi, mungkin juga memiliki efek sebaliknya pada kesadaran,” tambah dia. 

Baca juga: Airdrop Crypto Adalah: Pengertian dan Cara Mendapatkannya

Berdasarkan usia, investor Kripto didominasi oleh investor muda atau milenial. Menurut survei GOBankingRates, 36 persen menunjukkan bahwa orang usia 18-24 tahun merupakan investor kripto. Sementara usia 25-34 tahun sebesar 40 persennya sudah investasi di kripto dalam dua tahun terakhir.

Nilai pasar kripto menggelembung hingga US$ 3 triliun tahun lalu, menurut platform data CoinMarketCap.com. Namun, saat ini telah kehilangan hampir dua pertiga nilainya di tengah melonjaknya inflasi dan pengetatan kondisi keuangan.

Baca jugaMudah Banget, Inilah Cara Deposit Indodax Lewat Indomaret

Puncak pasar kripto tetap sangat kecil dibandingkan dengan pasar ekuitas global mencapai US$ 124,4 triliun dan pasar obligasi US$ 126,9 triliun pada 2021, menurut Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan.

Survei tersebut dilakukan saat investor ritel menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan saat mereka bersatu di forum media sosial untuk mendorong aksi unjuk rasa GameStop dan menekan dana lindung nilai bearish.

Sebuah jajak pendapat oleh Gallup yang diterbitkan pada Mei menunjukkan 58% masyarakat Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka memiliki saham.

Survei WEF terhadap lebih dari 9.000 individu di sembilan negara juga mengungkapkan bahwa mayoritas invetor ingin membangun kekayaan jangka panjang.

Namun, sekitar 40 persen dari mereka yang disurvei tidak berinvestasi dan mengatakan mereka melakukannya karena mereka tidak tahu cara berinvestasi atau merasa investasi terlalu membingungkan.

Baca jugaMinimal Deposit Indodax Berapa? Ternyata Bisa Mulai dari Rp 10 Ribu, Begini Caranya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Online Terbaik – Tips Jaga Diri Kala Pancaroba Datang

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi online terbaik menjadi salah satu solusi memproteksi diri kala musim pancaroba datang kerap membawa penyakit. Perubahan cuaca dan suhu udara di...

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com - Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya. Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20,...

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA dan BRI, Cek di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, Rabu (5/10/2022), menurut kurs yang tersedia, menguat pada level Rp 15.248 di perdagangan pasar spot. Adapun rupiah...

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Asal Sumatera Utara Meningkat 30,41 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Pertumbuhan investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai  memiliki potensi. Terbukti, investor pasar modal Provinsi Sumatera Utara...

Berita Bitcoin Hari Ini: Wuih, Bitcoin Kembali ke US$20.000!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini datang dengan kabar menggembirakan. Pasalnya, Bitcoin kembali menyentuh level US$20.000. Sebagai informasi, harga mayoritas kripto utama kembali pada...
LANGUAGE