33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

4 Biaya yang Harus Diperhitungkan sebelum Investasi Emas

Sebelum memilih investasi emas, penting untuk memperhitungkan jenis biaya investasi emas yang harus dikeluarkan. Adapun emas sendiri sampai saat ini masih tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang sangat populer di masyarakat. Alasannya adalah karena emas dianggap aman dan dinilai minim risiko.

Bagi banyak orang, logam mulia atau emas menjadi investasi yang praktis dan mudah dilakukan. Adapun bagi mereka yang memiliki tujuan menengah atau jangka panjang, seperti menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi atau membeli rumah, investasi emas adalah kuncinya.

Hal itu karena emas memberikan keunggulan, di antaranya imbal hasil yang cukup menjanjikan minimal dalam jangka waktu lima tahun. Kemudian, pencairannya yang relatif mudah serta harganya yang cenderung naik. Jika pun harga turun, nilainya biasanya tidak signifikan.

Maka dari itu, tidak mengherankan kemudian jika banyak investor ingin memperoleh untung dari berinvestasi emas ini. Meski demikian, sebelum berinvestasi emas, ternyata ada biaya-biaya “tersembunyi” yang harus dipertimbangkan.

Di samping itu, juga penting untuk mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan investasi emas sebelum ikut terjun ke dalam investasi logam mulia ini. Adapun tujuannya adalah agar tidak mengalami kerugian lantaran kurang memperhitungkan biaya-biaya tambahan lainnya dalam berinvestasi emas.

Berikut jenis biaya investasi emas yang perlu diperhitungkan ketika berinvestasi

  1. Biaya spread yang tinggi

Ada dua macam harga yang berlaku saat membeli emas batangan, yaitu harga beli dan harga buyback. Adapun harga beli adalah harga membeli emas dari tempat beli emas. Sementara itu, harga buyback merupakan harga beli oleh tempat beli emas saat menjual kembali emas itu kepada mereka atau harga jual kembali oleh pembeli.

Misalnya, harga jual emas batangan Antam 1 gram di Butik Emas LM milik PT Antam dipatok pada angka Rp948.000 per gram, sedangkan harga buyback-nya senilai Rp843.000 per gram. Itu berarti, jika membeli emas ukuran 1 gram seharga Rp948.000, kemudian karena suatu alasan si pembeli memutuskan untuk menjualnya kembali pada hari itu juga, ia akan mengalami kerugian sebesar Rp105.000.

Oleh sebab itu, dengan spread yang tinggi ini, tentunya emas batangan hanya cocok untuk investasi jangka panjang. Pasalnya, dalam jangka panjang, nilai emas diharapkan bakal terus naik sehingga dapat menutup selisih harga itu dan dapat memberikan keuntungan nantinya.

  1. Biaya penyimpanan

Tempat penyimpanan juga menjadi hal lain yang perlu diperhatikan ketika investasi emas. Hal itu karena menyimpan emas tidak dapat dilakukan secara sembarangan sebab emas pastinya akan berisiko hilang atau dicuri.

Guna mengatasi risiko itu, di antara cara yang bisa dilakukan, yakni menyimpan emas dalam brankas di rumah. Karena itu, tentu saja membeli brankas akan menjadi biaya tambahan tersendiri saat berinvestasi emas.

Sementara itu, cara lainnya adalah dengan menyimpan emas melalui cara titip di safe deposit box. Diketahui, tempat alternatif penyimpanan emas ini bisa disewa dari bank. Meski demikian, tentu saja menitipkan emas di safe deposit box ini pun bakal dikenai biaya.

  1. Zakat

Salah satu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya bagi seorang muslim atau orang beragama Islam adalah emas. Adapun zakat emas ini memang wajib ditunaikan apabila seseorang diketahui memiliki emas mencapai batas minimum senilai 85 gram.

Untuk tarif zakat yang harus dibayarkan sendiri, yakni 2,5 persen dari emas yang dimiliki atau tersimpan selama 1 tahun.

  1. Penurunan nilai karena rusak

Emas juga dapat mengalami oksidasi dan memudar warnanya apabila tidak dirawat dengan baik. Tentunya hal itu bakal mengurangi nilai tukar emas tersebut.

Khusus untuk penjualan emas di Butik Emas LM Antam diketahui akan disertai dengan sertifikat LBMA (London Bullion Market Association). Sertifikat ini menjamin kualitas dan kemurnian emas, yang dilengkapi dengan teknologi CertiEye guna meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang menyatu dengan kemasan, mulai dari pecahan 0,5 gram sampai 100 gram.

Maka dari itu, apabila ingin menjual emas, penting untuk memastikan kemasan dalam kondisi baik. Pasalnya, kalau kemasan rusak atau hilang, harga jual kembali atau buyback dapat terkena potongan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

 

Penulis: Kontributor
Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE