22.8 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Prospek Lebih Menjanjikan, Karyawan Microsoft dan Apple Gabung Meta 

JAKARTA, duniafintech.com – Metaverse yang saat ini tengah naik daun, diprediksikan pada tahun ini menjadi tahun terbesarnya. Metaverse yang dibentuk oleh Meta beberapa waktu lalu, membuat sejumlah kripto yang berfokus pada pengembangan dunia virtual mendadak meroket tajam.  

Selain itu, metaverse ke depannya juga diprediksikan akan menjadi sesuatu yang nyata untuk bisa mendapatkan uang. 

Potensi besar tersebut ternyata dilirik juga oleh sejumlah karyawan Microsoft dan Apple. Karyawan Microsoft dan Apple memilih gabung Meta. 

Meta dianggap mempunyai prospek yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perusahan lain karena perusahaan yang memimpin bidang Metaverse itu diyakini akan berkembang dengan cepat. 

Para karyawan Microsoft dan Apple memilih untuk pindah haluan ke Meta ketika perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut menyatakan ingin fokus pada perancangan dunia virtual metaverse. 

Dilansir dari Wall Street Journal, seorang mantan karyawan Microsoft menyebutkan dalam satu tahun terakhir,  sekitar 100 karyawan telah meninggalkan tim augmented reality (AR) HoloLens Microsoft dan memilih gabung Meta. 

Apple berikan bonus untuk cegah karyawannya gabung Meta 

Meta sangat berminat untuk menggaet orang-orang yang bekerja di HoloLens Microsoft.  Sementara Apple berusaha menahan karyawannya yang ingin pindah haluan ke Meta dengan menawarkan opsi saham yang menguntungkan serta bonus senilai antara 50.000 dan 180.000 dolar AS. 

Tidak hanya itu,  perusahaan juga telah menawarkan bonus lainnya kepada karyawannya pada akhir tahun lalu untuk jabatan insinyur yang mendesain silikon, perangkat keras, dan beberapa pekerja operasi perangkat lunak. Namun upaya tersebut tidak berhasil, para karyawan memilin berpaling ke Meta.

Menurut WSJ, profil Linkedin karyawan Apple tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 70 karyawan yang merupakan bagian dari tim HoloLens Microsoft telah meninggalkan proyeknya. Sedangkan 40 dari orang mereka mengambil posisi baru di Meta. 

Hijrahnya para karyawan tersebut menjadi aset berharga bagi Meta karena memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang AR. 

Sebelum berpaling ke Meta, para karyawan itu sedang menjalani proyek HoloLens lebih dari lima tahun didukung dengan teknologi yang berkembang menjadi salah satu headset AR paling canggih di dunia. 

Sebenarnya, Microsoft dan Apple sudah mengincar Metaverse sejak beberapa  waktu lalu. Hal itu diungkapkan oleh CEO Microsoft Satya Nadella dalam postingan Twitter pada 2 November lalu. 

“Metaverse ada di sini, dan itu tidak hanya mengubah cara kita melihat dunia, tetapi juga bagaimana kita berpartisipasi di dalamnya dari lantai pabrik hingga ruang pertemuan,” tulis Satya Nadella. 

“Metaverse memungkinkan kita untuk menanamkan komputasi ke dunia nyata dan untuk menanamkan dunia nyata ke dalam komputasi,”tambah Nadella saat itu. 

“Yang paling penting adalah kita mampu membawa kemanusiaan kita bersama kita, dan memilih bagaimana kita ingin mengalami dunia ini,” pungkasnya. 

Adanya kontra 

Tak butuh waktu yang lama, satu bulan setelah Facebook menyatakan bahwa  memiliki ambisi untuk mengembangkan dunia virtual sendiri, salah satu bisnis perangkat kerasnya Reality Labs berhasil menciptakan prototipe “sarung tangan haptic” realitas virtualnya. 

Hal itu tak lepas dari kerja kerasnya selama berbulan-bulan sejak pengumuman tersebut. 

Namun, upaya dari Meta untuk mendominasi metaverse lebih jauh lagi, menuai kritikan dari sejumlah tokoh dalam industri kripto termasuk dari Jenny Ta dari Hodl Asset. 

Dalam wawancara pada bulan November dengan Cointelegraph, Jenny mengatakan Zuckerberg tidak seharusnya mengarahkan Facebook ke Metaverse. Pasalnya, Facebook memiliki catatan buruk dalam sejarahnya atas kebocoran data, privasi, dan kebijakan konten. 

“Agar dia memiliki landasan yang bersih untuk Meta, dia harus mundur dan dia harus memiliki CEO baru untuk menjalankannya,” kata Jenny Ta.

 

Penulis: Kontributor / Achmad Ghifari

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE