29.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Startup eFishery Berpeluang Jadi Unicorn Tahun ini

JAKARTA, duniafintech.com – Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani menyatakan, pendanaan yang diterima oleh startup eFishery bisa membawa perusahan agritech itu meraih status unicorn tahun ini. 

Menurut Edward, hal tersebut bisa saja terwujud dengan catatan jika seluruh target perusahaan tercapai. 

“Startup agritech terus berkembang walaupun tidak secepat sektor lain. Tahun ini eFishery berani menargetkan kenaikan 3 kali lipat dari pencapaian nya di 2021,”kata Edward dilansir dari Bisnis, Sabtu (15/1). 

Edward menilai beberapa startup di sektor agritech sudah mulai bermunculan dan memberikan dampak yang besar. Namun ada beberapa hal yang harus diperbaiki lagi yaitu agritech membutuhkan infrastruktur, teknologi dan keahlian yang matang agar bisa menjadi besar. 

Menurut Edward, ada beberapa isu utama yang dihadapi startup agritech saat ini yaitu tingkat keberhasilan menghasilkan produk yang konsisten secara kualitas, kuantitas, kualitas transportasi atau logistik yang memadai, dan manajemen waktu yang baik. 

“Jika isu-isu tersebut dapat terkontrol dengan baik, startup agritech akan cepat besar,” ujarnya. 

Selain itu Edward juga menjelaskan, sektor agritech lambat berkembang karena proses kerjanya lebih rumit dibandingkan sektor lain yang lebih melibatkan banyak multidisiplin ilmu. 

Oleh karena itu,  agar sektor agritech dapat berhasil, tidak hanya mengandalkan peran dari startup, peran dari pemerintah serta entitas lain yang terlibat dapat mendorong sektor ini bisa berkembang lebih cepat. 

“Walaupun lambat berkembang agritech tetap menarik di mata para investor. Hal itu karena sektor agrikultur memiliki potensi besar,”jelasnya. 

Tak hanya dari Asosiasi, bahkan kalangan pengamat pun menilai akan ada 1-2 startup dari sektor agritech yang meraih status unicorn di tahun ini. 

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang menilai, sektor agritech masih banyak peluang bisnis yang bisa dimaksimalkan dan peluang startup agritech mendapatkan dana masih cukup besar tahun ini. 

“Untuk itu, tidak mengejutkan jika ada 1-2 unicorn yang akan muncul dari sektor tersebut, peluangnya besar” ujarnya dilansir dari Bisnis. 

Untuk bisa menyandang status Unicorn,  Dianta mengatakan tergantung pada konsistensi para startup menjalankan bisnisnya, sehingga berdampak pada para petani dan petambak. 

Namun menurutnya sektor ini memiliki kekurangan yang harus dibenahi seperti kemampuan menjaga pasokan dan kualitas produk termasuk kualitas SDM di sektor agrikultur. 

Sebagai informasi, Startup agritech Indonesia eFishery memperoleh pendanaan seri C US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun pada Selasa (11/1). Adapun putaran pendanaan ini dipimpin oleh Temasek, Sequoia Capital India, dan SoftBank Vision Fund 2 dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu Go-Ventures, Aqua-Spark, the Northstar Group, Go-Ventures, Wavemaker Partners dan Aqua-Spark. 

Suntikan dana segar itu rencananya juga akan digunakan untuk mengembangkan usaha salah satunya merekrut karyawan. Gibran masih memerlukan tenaga kerja yang banyak untuk merekrut pembudidaya. Selain itu, karyawan  dibutuhkan untuk mengembangan sistem dan produk. 

“Kami menargetkan untuk merekrut 1.000 karyawan baru tahun ini, tidak hanya untuk menciptakan dampak di industri akuakultur Indonesia, namun untuk skala yang lebih besar yaitu menembus pasar global,” kata Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah, dalam keterangan resminya, Rabu (12/1). 

Perusahaan juga berencana ekspansi ke 10 negara membidik Thailand sebagai tujuan utama ekspansinya. Setelah itu, India dan China sebagai tujuan berikutnya. 

Sementara itu dipilihnya negara tersebut karena termasuk dalam kategori 10 negara teratas dalam produksi akuakultur. Tahun ini, Gibran memperkirakan baru mampu ekspansi ke Thailand. 

“Tahun ini, kami eksplorasi terlebih dahulu pasar tersebut kemudian akan menyasar India dan Cina dalam lima tahun ke depan,” kata Gibran.

 

Penulis: Kontributor / Achmad Ghifari

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ramah Lingkungan, Indodax Jalin Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Startup Waste Management

JAKARTA, duniafintech.com -  Indodax, perusahaan crypto exchange yang sudah berdiri selama delapan tahun lamanya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan...

Harga Kripto 28 Mei 2022, Bitcoin dan Ethereum Masih Loyo

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto masih belum bergairah, Bitcoin dan kripto jajaran teratas lainnya kembali berada di zona merah pada Sabtu 28 Mei 2022...

Transaksi Aset Kripto Meningkat Tajam, Maret 2022 Capai Rp130,2 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Transaksi aset Kripto di Indonesia meningkat signifikan. Nilai aset kripto semakin naik. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga mengakui perkembangan...

Cara Withdraw atau Tarik Uang dari Indodax ke Rekening Bank, Ternyata Gampang Lho! 

JAKARTA, duniafintech.com – Platform perdagangan aset Kripto di tanah air, Indodax menjadi salah satu exchange yang digandrungi para investor. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya...

Ekonomi Indonesia Membaik, Penerimaan Pajak Capai Rp 678,99 Triliun Hingga Akhir Mei

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi Indonesia dinilai telah membaik, penerimaan pajak yang diterima hingga menjelang akhir Mei ini sudah terbilang tinggi. Terkait ekonomi Indonesia yang membaik,...
LANGUAGE