28.1 C
Jakarta
Selasa, 31 Maret, 2026

Keluarga Trump Terus Borong Bitcoin

American Bitcoin Corp (ABTC), perusahaan mining Bitcoin milik anak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menambah kepemilikan BTC meskipun harga sahamnya mengalami tekanan tajam.

Per akhir Maret 2026, total kepemilikan ABTC telah melampaui 7.000 BTC atau setara sekitar US$471 juta atau sekitar Rp8 triliun. Di sisi lain, saham perusahaan justru turun ke level terendah sejak melantai di bursa.

Dalam perdagangan terbaru, saham ABTC berada di kisaran US$0,81 atau sekitar Rp13.818, mendekati level terendah sepanjang masa di US$0,6275 atau sekitar Rp10.705.

Akumulasi Bitcoin Terus Bertambah

Bitcoin trump

Sejak IPO pada Mei 2025, ABTC hanya memiliki sekitar 2.443 BTC. Kini jumlah tersebut hampir tiga kali lipat, menempatkan perusahaan di posisi 16 besar pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia.

Perusahaan menambah cadangan BTC melalui dua cara, yaitu membeli langsung di pasar dan hasil dari aktivitas mining.

Eric Trump menyebut strategi ini sebagai kombinasi antara “mining dengan biaya lebih rendah” dan pembelian yang disiplin.

Selain itu, metrik per saham juga mengalami peningkatan, yang menunjukkan pertumbuhan kepemilikan BTC relatif terhadap jumlah saham yang beredar.

Harga Saham Justru Tertekan

Bitcoin trump

Meski kepemilikan BTC meningkat, performa saham ABTC justru menunjukkan tren sebaliknya.

Dalam enam bulan terakhir, saham perusahaan turun hampir 88 persen. Padahal, saat debut di Nasdaq pada September 2024, harga sempat melonjak hingga US$14,52 atau sekitar Rp247.900 sebelum mengalami volatilitas tinggi dan beberapa kali dihentikan perdagangannya.

Kinerja keuangan juga menunjukkan tekanan. Pada kuartal IV 2024, ABTC mencatat kerugian bersih lebih dari US$59 juta atau sekitar Rp1 triliun, berbalik dari laba US$3,49 juta atau sekitar Rp59,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan harga kripto pada periode tersebut menjadi salah satu faktor yang membebani kinerja perusahaan.

Strategi Jangka Panjang Masih Dipertanyakan

bitcoin trump

ABTC terbentuk dari merger antara entitas milik keluarga Trump dengan perusahaan tambang Hut 8, sebelum akhirnya melantai di Nasdaq melalui kesepakatan dengan Gryphon Digital Mining.

Saat ini, BTC diperdagangkan di sekitar US$66.844 atau sekitar Rp1,14 miliar, masih sekitar 50 persen di bawah rekor tertingginya di US$126.199 atau sekitar Rp2,15 miliar pada Oktober 2025.

Ke depan, pasar masih menilai apakah strategi menambah cadangan Bitcoin dapat sejalan dengan pemulihan harga saham, terutama di tengah tekanan operasional yang masih berlangsung.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU