31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Kemendikbud Dukung Perkembangan AI Melalui Pendidikan

duniafintech.com – Seiring perkembangan teknologi dalam menghadapi Era Industri 4.0, Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) mendukung untuk memajukan sistem Pendidikan Indonesia dengan memanfaatkan perkembangan artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi AI semakin ramai dibahas dalam berbagai diskusi teknologi di seluruh dunia.

Dengan adanya perkembangan teknologi, ranah pendidikan diharapkan mampu meningkat dalam segi kualitasnya sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan fokus utamanya di sektor pendidikan.

Baca Juga : ModalSaham, Platform Investasi Saham Waralaba Melalui Crowdfunding

Dalam acara International Conference: Embedding Artificial Intelligence (AI) in Education Policy and Practice for Southeast Asia yang digelar di Jakarta kemarin (18/9), Totok Suprayitno selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud mengatakan dalam sambutannya semua masyarakat harus tahu bagaimana cara menyikapi, cara tidak untuk menolak, terutama untuk guru-guru di Indonesia harus tahu cara menempatkan diri supaya peran seorang guru tidak mudah tergantikan oleh teknologi.

“Guru harus mengikuti pola pendidikan sesuai dengan perkembangan teknologi. Selain itu, seorang guru juga perlu berpikir kreatif dan dan menyikapi majunya teknologi dengan terus belajar serta membuka diri terhadap perkembangan.” Ujar Totok

Dalam penguasaan teknologi, seorang guru termasuk golongan digital migrant yaitu orang yang baru belajar dalam teknologi digital. Sementara seorang siswa menjadi digital native yaitu generasi yang seolah dengan sendirinya bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Maka dari itu, dengan pesat­nya kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau AI akan dapat merombak banyak ke­biasaan baik di dalam sistem pendidikan atau di dalam ke­hidupan sehari-hari. AI akan men-disrupt kebiasaan-kebi­asaan yang akan gampang di­gantikan oleh mesin.

Baca Juga : Gojek Dapat Suntikan Dana Investasi dari AIA Financial

Seperti yang dikatakan bapak teknologi Indonesia BJ Habibie, Indonesia tidak bisa membuat sebuah penemuan ulang sebuah teknologi yang sudah lama ditemukan bangsa lain, karena negara maju sudah lama menemukan dan menggeluti teknologi canggih dari waktu ke waktu. Hal yang bisa dilakukan Indonesia adalah membuat Inovasi dari teknologi yang sudah ada.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE