33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Atlet NBA, Dinwiddie Akan Menjual Kontrak dalam Bentuk Aset Digital Mirip ICO

duniafintech.com – Akhir pekan lalu, The Athletic melaporkan bahwa point guard asal Brooklyn Nets, Spencer Dinwiddie mengambil perpanjangan kontrak terbarunya, senilai $34 juta, dan mengubahnya menjadi “kendaraan investasi digital” yang aman.

Meski pasarnya sempat meredup pasca ledakan di tahun 2017 lalu, ICO masih menemukan cara untuk menjaga eksistensinya. Berbagai sektor mulai melirik dan memanfaatkan konsep ICO untuk berbagai kebutuhan mereka. Salah satunya yang dilakukan oleh Dinwiddie, yang dikabarkan akan menokenkan kontrak miliknya dan menjualnya dalam bentuk investasi digital mirip dengan ICO.

Baca juga: Ninja Xpress Luncurkan Ninja Academy untuk UKM Indonesia

Dengan kata lain Dindwiddie akan meluncurkan STO (Security Token Offerings, mirip dengan ICO) dengan menawarkan para investor memiliki sebagian dari nilai kontrak yang dimilikinya.

Menurut laporan Fox News, sang atlet berencana untuk menjual ribuan token digital yang terikat dengan kontrak dan menggunakan uang itu untuk melakukan investasi lain dan mengembangkan aliran pendapatan baru. Mereka yang membeli akan dibayar kembali dengan harga beli pokok dan bunga, menurut laporan itu.

Di hari pengumuman tersebut, Dinwiddie melalui akun Twitternya menuliskan kicauan singkat bertuliskan, “$btc” yang mengisyaratkan ketertarikannya untuk mulai meluncurkan proyek investasi digitalnya sendiri.

Mengapa Seorang Atlet Profesional Tertarik Membuat STO?

Kontrak Dinwiddie konon akan dibayar lagi setelah 3 tahun dari sekarang. Alih-alih menunggu uang miliknya itu masuk, STO memungkinkannya mendapatkan keuntungan dari uang yang dimilikinya saat ini yakni dari para investor. Dan, menurut The Athletic, Dinwiddie menciptakan perusahaan yang sama sekali baru untuk mengatur semuanya.

Langkah ini sebenarnya bukan sebuah ide yang sama sekali baru. Sebuah venture bernama Fantex berusaha melakukan hal yang sama beberapa tahun yang lalu. Perusahaan yang berbasis di California ini menyediakan “pelacakan saham atlet” yang dihubungkan dengan para pemain sepak bola profesional di NFL. Meski tidak berhasil, namun langkah tersebut berhasil menunjukkan bagaimana olahraga mungkin akan menapaki langkah baru bersama kripto aset.

Baca juga: Kolaborasi PrivyID dengan Investree Dorong Inklusi Keuangan Indonesia

Di sisi lain, ada juga dunia olahraga yang berhasil membuat kemajuan di ruang kripto. Agustus lalu, Dallas Mavericks membuat pengumuman mengejutkan bahwa mereka akan segera menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran untuk tiket acara dan barang dagangan. Mavericks menjadi tim NBA kedua yang melakukannya, dengan Sacramento Kings menjadi yang pertama di awal 2014.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE