29.5 C
Jakarta
Jumat, 21 Juni, 2024

Keuntungan dan Risiko Investasi Saham, Kenali Dahulu Sebelum Mulai Berinvestasi

JAKARTA, duniafintech.com – Keuntungan dan risiko investasi pasti selalu menyelimuti seluruh instrumen investasi, termasuk saham. Terlebih lagi saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling diminati sekarang ini, terutama dari kalangan milenial dan generasi Z.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, adapun jumlah investor yang memiliki aset saham pada tahun 2021 meningkat sebanyak 101,19 persen menjadi 3,41 juta. Peningkatan tersebut didorong oleh pengembangan dari sisi teknologi digital, sehingga cara investasi saham online saat ini menjadi semakin mudah dilakukan.

Jika bisa meningkat sampai sebanyak itu, apa saja keuntungan dan risiko investasi yang harus diterima oleh investor? Sebelum membahasnya lebih lanjut, ada baiknya untuk mengenal investasi saham terlebih dahulu. Berikut penjelasannya.

Apa itu Investasi Saham?

Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan nilai dari sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Dengan membeli saham perusahaan, artinya investor sudah menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Pemilik saham juga berhak mendapatkan pembagian hasil dari perusahaan yang diberikan modal sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Dengan memegang saham, maka individu maupun badan bisa mengklaim kepemilikan pada suatu perusahaan terbuka.

Saham juga merupakan salah satu produk investasi pasar modal yang bisa menjadi alternatif pilihan investasi jangka panjang. Ketika Anda membeli saham, maka Anda akan membelinya dalam satuan yang disebut dengan lot. Satu lot saham dapat diartikan sama dengan 100 lembar saham.

Saham adalah jenis investasi yang tergolong likuid atau mudah untuk diperjualbelikan. Investor bisa saja sewaktu-waktu menjual saham yang dimiliki ketika sedang membutuhkan dana.

Adapun investasi saham adalah aktivitas individu maupun badan yang menanamkan modal kepada perusahaan yang sudah terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memperjual-belikan sahamnya.

Saat memilih investasi saham, tentu Anda telah melakukan perhitungan sebelumnya. Seperti apa saja keuntungan dan risiko yang nantinya akan didapat oleh investor dari investasi saham.

Seperti yang telah diketahui, bahwa dengan berinvestasi saham adalah investor tidak bebas dari adanya risiko kerugian. Karena itu, sangat penting bagi para investor pemula untuk belajar saham lebih mendalam untuk dapat meminimalisasi kerugian di kemudian hari.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan dan risiko investasi saham yang perlu Anda pahami, antara lain:

Keuntungan Investasi Saham

Mengutip Kompas dari laman idx.co.id, harga saham di pasar sekunder atau pasar modal mengalami fluktuasi, yakni terkadang naik dan sewaktu-waktu turun. Pembentukan harga tersebut dapat terjadi karena permintaan dan penawaran atas suatu saham.

Permintaan dan penawaran tersebut bisa saja dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni bisa saja karena kinerja perusahaan atau industri, hingga perkembangan suku bunga, inflasi, nilai tukar, atau faktor non ekonomi. Salah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi saham adalah dari fluktuasi harga tersebut.

Secara umum, keuntungan yang bisa diperoleh investor dengan membeli saham atau keuntungan investasi saham adalah sebagai berikut:

  1. Dividen

Keuntungan investasi saham yang pertama adalah investor berkesempatan untuk mendapatkan dividen. Dividen ini adalah pembagian keuntungan yang akan diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Biasanya, dividen akan diberikan setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Untuk mendapatkan dividen, para investor harus menyimpan saham dalam jangka waktu lama atau tidak diperjual belikan, atau memiliki saham sebelum cumulative date (cum date).

Cum date itu sendiri adalah tanggal penentuan bagi para investor yang berhak mendapatkan dividen dari sebuah perusahaan karena memiliki saham dari perusahaan tersebut.

Pembagian dividen perusahaan kepada investor mereka berbeda-beda, yaitu pembagian dapat dilakukan setiap 1 tahun sekali, 1 tahun 2 kali, atau dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Dividen yang akan dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai. Artinya, setiap pemegang saham perusahaan nantinya akan diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham. Dividen ini biasanya akan langsung masuk ke rekening dana nasabah (RDN).

Namun, terkadang dividen yang diberikan bisa berupa saham. Artinya, setiap pemegang saham perusahaan akan mendapat dividen sejumlah saham. Sehingga, jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

  1. Capital Gaun

Keuntungan lain yang bisa didapat dari investasi saham adalah capital gain. Keuntungan dari capital gain ini bisa didapatkan oleh para investor ketika mereka menjual saham lebih tinggi dari harga aslinya.

Dengan kata lain, capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual suatu saham. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder.

Sebagai contoh, berikut ini adalah perhitungan capital gain, yakni:

Investor X membeli saham XYZ dengan harga per saham Rp 3.000 sebanyak 5 lot.

Harga beli 1 lot adalah Rp 3.000 x 100 lembar = Rp 300.000

Harga beli 5 lot adalah Rp 300.000 x 5 = Rp 1.500.000

Setelah 1 bulan, investor X menjual seluruh saham XYZ yang telah dimilikinya di harga Rp 3.500, maka Harga jual 1 lot adalah Rp 3.500 x 100 = Rp 350.000

Harga jual 5 lot adalah Rp 350.000 x 5 = Rp 1.750.000

Capital gain = Rp 1.750.000 – 1.500.000 = Rp 250.000

Dengan demikian, keuntungan investasi saham atau capital gain yang didapatkan oleh investor X adalah sebesar Rp 250.000 atau setara dengan 16,67 persen.

Baca Juga:

Risiko Investasi Saham

Selain keuntungan yang akan didapat oleh investor saham, investasi saham juga memiliki risiko. Secara umum, risiko kerugian yang mungkin akan dialami oleh investor dari investasi saham adalah sebagai berikut:

  1. Capital Loss

Risiko pertama yang bisa saja terjadi oleh para investor dari investasi saham adalah capital loss. Hal ini merupakan kebalikan dari capital gain, capital loss adalah suatu kondisi dimana para investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

Misalnya, saham XYZ yang dibeli investor dengan harga Rp 2.000 per saham. Kemudian, harga saham tersebut terus menerus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400 per saham.

Karena investor takut harga saham perusahaan tersebut akan anjlok terus, maka investor menjualnya pada harga Rp 1.400 tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600 per saham.

Tentu saja, kerugian investasi ini tidak bisa terhindarkan. Maka dari itu, sangat penting bagi investor untuk mengetahui tujuan dari investasi mereka, sehingga mereka juga bisa mengurangi adanya risiko investasi.

  1. Risiko Likuiditas

Artinya, apabila perusahaan yang sahamnya dimiliki investor dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.

Dalam hal ini, maka hak klaim dividen dari pemegang saham yang akan mendapatkannya hanya prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Jika nanti ditemukan masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa kekayaan tersebut akan dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun, jika hasil penjualan tersebut tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Kondisi ini menjadi risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu, seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Itulah tadi informasi seputar keuntungan dan risiko investasi saham serta definisinya. Pada intinya selain membutuhkan modal, melakukan investasi saham juga harus dilakukan strategi dan ilmu yang cukup untuk meminimalisir kerugian.

 

 

 

 

Penulis: Kontributor / M. Raihan Muarif

Editor: Anju Mahendra

Iklan

ARTIKEL TERBARU