25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

KODAK MULAI TERJUN KE DUNIA MATA UANG VIRTUAL, SAHAM NAIK PESAT

duniafintech.com – Eastman Kodak, perusahaan teknologi imaging yang sudah berusia lebih dari 130 tahun akhirnya mulai menyentuh ranah mata uang digital. Perwakilan perusahaan mengatakan pada Selasa lalu pihaknya sudah menggunakan platform teknologi populer Blockchain untuk menciptakan platform baru bagi fotografi digital dengan mata uang digitalnya sendiri yang disebut KodakCoin.

Situs yang disebut KodakOne itu adalah “ekonomi baru” bagi fotografer untuk melisensikan pekerjaan mereka dan menerima pembayaran, begitu menurut keterangan yang diperoleh dari perwakilan perusahaan.

Baca juga: duniafintech.com/ceo-btcc-cina-akan-mencabut-larangan-perdagangan-cryptocurrency/

Setelah pengumuman itu, saham Kodak mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat pada hari Selasa, ditutup dengan harga $ 6,80. Saham mereka juga diperdagangkan 5,8 persen lebih tinggi di pasar setelahnya.

Blockchain adalah buku transaksi online yang aman dan terjamin yang tidak memerlukan pihak ketiga untuk bertindak sebagai perantara. Teknologi ini adalah area yang berkembang dengan peminat yang kuat dari kalangan bank, perusahaan keuangan dan pengembang teknologi. Dengan potensi penggunaan dalam berbagai transaksi keuangan termasuk penyelesaian dan pembayaran sekuritas, Blockchain kini semakin berkembang pesat dan penggunaannya semakin meluas.

Baca juga: duniafintech.com/tunaikita-mungkinkan-pinjaman-fleksibel-untuk-tingkatkan-aksesbilitas/

Merangkul fenomena yang relatif baru dari mata uang digital dan Blockchain telah menjadi cara yang kontroversial sekaligus menantang bagi banyak perusahaan untuk menciptakan citra baru perusahaan sekaligus menaikkan harga saham.

Saham Long Blockchain Corp. berlipat ganda setelah perusahaan minuman itu berganti nama dari Long Island Iced Tea Corp. pada bulan Desember. Pembuat peralatan biotek Bioptix mendapat inspirasi serupa saat mengganti namanya menjadi Riot Blockchain tahun lalu.

Kodak, perusahaan yang berbasis di Rochester, New York dan didirikan pada tahun 1888, berencana untuk mengadakan Initial Coin Offerings (ICO) pada 31 Januari untuk investor terakreditasi di Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan negara-negara lain. Platform baru ini merupakan hasil kerja sama dengan Wenn Digital.

Baca juga: korea-selatan-akan-bekerjasama-dengan-china-dan-jepang-untuk-atur-regulasi-cryptocurrency

KodakOne tidak hanya mengizinkan fotografer untuk melisensikan pekerjaan mereka dan mendapatkan bayaran lebih cepat, tapi juga akan melakukan pencarian di internet untuk penggunaan gambar yang tidak sah.

CEO Kodak Jeff Clarke mengatakan dalam sebuah pernyataan:

“Kodak selalu berusaha untuk mendemokratisasi fotografi dan memberikan lisensi kepada seniman. Teknologi ini memberi masyarakat fotografi cara inovatif dan mudah untuk melakukan hal itu.”

Source: cnbc.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE