33.9 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Gandeng AirAsia, Kredivo Berikan Cicilan 0% melalui PayLater

Platform pembayaran berbasis digital “Buy Now Pay Later” Kredivo menjalin kerja sama strategis dengan maskapai AirAsia untuk mendorong kebangkitan industri pariwisata nasional usai diterpa badai pandemi Covid-19

General Manager Kredivo Lily Suriani mengatakan kerja sama tersebut menawarkan skema paylater bagi penumpang pesawat AirAsia. Kemitraan ini memungkinkan pelanggan AirAsia untuk memilih metode pembayaran Kredivo di situs resmi dan juga aplikasi AirAsia.

“Dengan hadirnya opsi paylater atau cicilan yang mudah dan terjangkau dari Kredivo di seluruh platform AirAsia, tentunya bisa membantu mereka untuk mengatur cash flow secara cermat terutama ketika perekonomian masyarakat masih terdampak oleh pandemi,” katanya, Kamis (4/11).

Menawarkan Bunga Ringan Hingga 0%

Dia menjelaskan, dengan skema kredivo paylater ini pelanggan dapat memilih metode bayar dalam 30 hari atau cicilan tiga bulan dengan bunga 0%, juga metode cicilan enam bulan dan 12 bulan dengan bunga hanya 2,6% per bulan.

Didukung oleh kemampuan artificial intelligence buatan sendiri, para pengguna dapat memanfaatkan persetujuan instan Kredivo serta fungsi checkout dua klik, sehingga mereka dapat membeli tiket tanpa mengalami berbagai hambatan.

Hal ini, sambungnya, jelas memudahkan masyarakat untuk dapat menikmati penerbangan terjangkau dengan fasilitas yang berkualitas ke berbagai destinasi, dengan opsi pembayaran cicilan yang mudah, aman, dan cepat.

“Kemitraan ini juga menjadi strategi kami untuk terus menjangkau masyarakat yang lebih luas dan hadir di berbagai aktivitas perekonomian masyarakat dengan memberikan fasilitas paylater,” ujarnya.

AirAsia Geliatkan Pembayaran Digital

Sementara itu Senior Manager Marketing AirAsia Indonesia Priska Lampangateia mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kemitraan dengan Kredivo, yang menghadirkan opsi pembayaran fleksibel bagi para pelanggan.

“Digitalisasi juga telah menjadi fokus kami dalam beberapa tahun ini, sehingga opsi pembayaran berbasis digital telah menjadi preferensi dari pelanggan kami yang saat ini juga semakin bertransformasi menjadi serba digital,” ucapnya.

Pihak AirAsia berharap kemitraan ini semakin memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan travelingnya sehingga dapat mendukung kebangkitan industri pariwisata dan transportasi.

Sektor Pariwisata Masih Terpukul Pandemi

Lebih lanjut, berdasarkan riset Perilaku Konsumen E-Commerce Indonesia 2021 yang dilakukan oleh Kredivo dan Katadata Insight Center, menunjukkan bahwa selama 2020 rata-rata nilai transaksi untuk kategori pesawat, hotel, dan perjalanan mengalami penurunan drastis hingga 50%.

Penurunan ini utamanya disebabkan karena adanya pemberlakuan pembatasan perjalanan selama pandemi yang terjadi sejak Maret 2020. Kemitraan antara Kredivo dan AirAsia diharapkan dapat mendukung animo masyarakat yang mulai meningkat dalam melakukan perjalanan dengan pesawat, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang baik dan bertanggung jawab.

Pertumbuhan Sektor Pariwisata Masih Landai

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk industri pariwisata, yaitu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) masih landai pada September 2021, dengan jumlah kunjungan sebanyak 126,5 ribu.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2021, jumlah kunjungan ini sudah meningkat 1,41% month to month (mtm). Tetapi, kalau dibandingkan dengan September 2020, jumlah kunjungan wisman masih turun 15,08% year on year (yoy).

Secara kumulatif, atau dari Januari 2021 hingga September 2021, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tercatat 1,19 juta kunjungan. Angka ini, bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya turun 67% (yoy) di mana tercatat sebesar 3,59 juta kunjungan.

Di lain sisi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2021 mencapai 36,64%, atau naik sebesar 4,52 poin dibandingkan dengan TPK September 2020.

TPK September 2021 juga mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu sebesar 11,57 poin jika dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya.

Adapun, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2021 tercatat sebesar 1,59 hari atau turun sebesar 0,14 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada pada September tahun lalu.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Luncurkan Fitur Baru, Aplikasi Anak Bangsa Ini Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Satu Menit

JAKARTA, duniafintech.com - Aplikasi Media Sosial karya anak bangsa, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo'. Dengan fitur baru tersebut, Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur itu...

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...
LANGUAGE