27.1 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

Mengenal Kyber Network, Protokol Likuiditas On-Chain Lintas dApps

Kyber network merupakan protokol berbasis blockchain terdesentralisasi yang memberikan fasilitas berupa pertukaran token tanpa perantara, dan juga menyediakan likuiditas kepada dApps atau aplikasi Decentralized Finance (DeFi).

Likuiditas dalam blockchain mengacu pada jumlah kegiatan perdagangan di pasar, kemudian kemampuan menukarkan aset tanpa mengubah nilai harga, serta kemudahan mengonversi aset uang tunai.

Likuiditas ini sangat penting untuk perkembangan pasar yang sehat, fungsional, dan ramah pengguna. Meski sangat penting, sulit untuk mencapai kondisi likuiditas dan mempertahankannya pada protokol DeFi.

Kehadiran kyber network dalam ekosistem DeFi yang terdesentralisasi punya tujuan khusus, yaitu menciptakan sistem setiap token dapat digunakan kapan pun dan di mana pun. Baik untuk mengganti wallet, melakukan pembayaran, dan lain sebagainya.

Keunggulan Kyber Network

Kyber Network sebagai protokol berbasis blockchain memiliki sejumlah keunggulan. Salah satu yang paling menonjol, jaringan protokol likuiditas on chain ini bisa diaplikasikan pada semua smart contract (kontrak pintar) dalam blockchain.

Artinya, protokol kyber network memungkinkan pertukaran token yang terdesentralisasi serta dapat terintegrasikan dalam aplikasi lainnya. Di samping itu, Kyber Network juga membuat pertukaran nilai suatu ekosistem jadi lebih mudah antar semua.

Jaringan ini diatur melalui KyberDAO, oleh pemegang token KNC aslinya, yakni suatu organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), di samping itu juga menyediakan likuiditas penting untuk DeFi. Likuiditas memegang peranan penting untuk suatu ekosistem DeFi, sebab kemampuannya dalam menukarkan aset tanpa mengubah nilai atau harga selama proses penukaran, jumlah kegiatan perdagangan, serta kemudahan mengonversi aset ke dalam uang tunai.

Dengan misinya untuk menciptakan suatu sistem yang membuat setiap nilai token dapat digunakan di mana pun untuk swap di dompet apa pun, layanan pembayaran, dan produk keuangan lainnya.

Cara Kerja 

Kyber Network atau jaringan Kyber dapat menerapkan satu set smart contract pada semua blockchain yang memiliki pengembangan smart contract, seperti Ethereum pada Desember 2020.

Protokol dari Kyber akan menghimpun likuiditas melalui berbagai cadangan, pemegang token, pertukaran yang terdesentralisasi, termasuk pembuat pasar, ke dalam kumpulan likuiditas tunggal dalam jaringannya.

Pengguna mana pun akan dapat memberikan likuiditas ke dalam jaringan. Jaringan Kyber telah memberikan akses kepada tiga pengguna utamanya, yaitu aplikasi terdesentralisasi atau dApps, vendor, serta dompet kripto, untuk saling mengeksekusi pertukaran token instan tanpa harus melalui perantara.

Misalkan setiap aplikasi DeFi yang menggunakan jaringan ini akan memungkinkan jenis token apapun untuk pembayaran. Apabila suatu aplikasi menerima 1 jenis token sebagai pembayaran, maka terintegrasinya aplikasi tersebut dengan Kyber Network, membuat pengguna dapat menggunakan jenis token apapun untuk pembayaran produk atau service yang tersedia.

Nah, token milik pengguna tersebut akan dikonversi dengan token yang berlaku bagi dApps tersebut.

Mengenai token Kyber Network, yaitu KNC, dapat digunakan sebagai bagian transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang berlangsung pada jaringan yang mencakup penyediaan cadangan untuk membayar biaya KNC ke setiap tindakan perdagangan.

Selain itu, juga menjadi penghalang bagi mereka yang hendak melakukan Wash Trading. Token jaringan kyber ini dapat digunakan membayar biaya perdagangan protokol likuiditas instan. Di samping itu, juga  digunakan untuk pendanaan proposal perubahan pada sistem yang terintegrasi pada Kyber Network dan bagi para pemegang KNC yang ikut melakukan voting pada perubahan sistem tersebut.

Pemegang token Kyber network boleh berpartisipasi ke dalam tata kelola Jaringan Kyber lewat KyberDAO. Pengguna dapat mempertaruhkan token yang mereka miliki, untuk memilih model biaya jaringan, rabat untuk cadangan, proposal lainnya, dan para pengguna ini juga bisa mendapatkan imbalan taruhan dalam aset kripto Ethereum.

KNC merupakan token staking deflasi, yang setiap pasokannya atau jumlah keseluruhannya akan berkurang seiring berjalannya waktu. KNC juga merupakan token ERC 20, akan tetapi kyber network telah melakukan antisipasi dengan mengimplementasikan KNC pada blockchain lain untuk masa depan mendatang.

Meskipun demikian, pasokan KNC bakal dikelola seolah-olah itu adalah token tunggal. Jaringan Kyber saat ini bahkan tengah mengembangkan teknologi yang akan memungkinkan transfer KNC kepada seluruh blockchain.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE