33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Presiden Ukraina Kembalikan Tagihan Aset Virtual ke Parlemen untuk Direvisi

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, telah mengembalikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang tagihan aset virtual yang sudah lama dinanti-nanti ke parlemen negara tersebut untuk direvisi. Sebagaimana dikutip dari cointelegraph.com, Volodymyr Zelensky, sendiri disebut tidak keberatan dengan prinsip-prinsip dasar RUU itu, tetapi dirinya diketahui menentang gagasan untuk menciptakan badan pengawas baru.

Dalam hal ini, Presiden Ukraina itu sudah menunda penandatanganan RUU yang akan menetapkan kerangka peraturan negara seputar aset digital. RUU itu sendiri berjudul “Tentang Aset Virtual”, yang memperoleh persetujuan parlemen pada 8 September 2021.

Meski demikian, berdasarkan pernyataan pada 5 Oktober 2021 yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan, Zelensky mengirimkan kembali undang-undang ini kepada parlemen dengan sejumlah perbaikan yang diusulkan pada 6 Oktober 2021. Sesuai pernyataan itu, keberatan utamanya terhadap undang-undang dalam bentuknya saat ini, yakni terkait mahalnya pembentukan badan pengatur baru untuk pengawasan aset digital.

Menurut undang-undang, pengaturan pasar aset virtual akan dilakukan oleh berbagai badan negara bergantung pada jenis aset itu, khususnya dengan membentuk badan eksekutif baru. Pembentukan badan baru, sebagaimana diatur dalam undang-undang ini, akan membutuhkan pengeluaran yang signifikan dari anggaran negara.

Namun, alih-alih menciptakan badan eksekutif terpisah yang berfokus pada aset digital, Zelensky jutsu mengusulkan untuk menempatkan mereka di bawah lingkup Komisi Nasional Sekuritas dan Pasar Saham yang ada. Komisi ini merupakan sebuah badan pengawas yang menurut piagamnya berada “di bawah Presiden Ukraina dan bertanggung jawab kepada Verkhovna Rada” atau parlemen negara.

Perkembangan ini tampaknya mencerminkan pencarian pragmatis otoritas Ukraina untuk implementasi yang paling praktis dari rezim pengaturan aset digital ketimbang pembalikan sikap berwawasan ke depan negara terhadap kripto.

Bentuk Peraturan yang Komprehensif

Sementara itu, menurut laporan yang dilansir dari theblockcrypto.com, langkah ini dilakukan oleh Presiden Volodymyr Zelensky dalam upayanya membentuk rezim peraturan yang komprehensif bagi aset digital. Adapun masalah utama yang dimiliki kantor presiden, yakni terkait dengan pembentukan badan pengatur baru untuk kripto, yang akan mahal.

Pembentukan badan baru, sebagaimana diatur dalam undang-undang ini, akan membutuhkan pengeluaran yang signifikan dari anggaran negara. Oleh karena itu, Volodymyr Zelensky mengusulkan untuk memasukkan pengaturan peredaran aset virtual dalam kompetensi Komisi Pasar Modal dan Sekuritas Nasional.

Untuk diketahui, Komisi Sekuritas dan Pasar Saham Nasional sendiri setara dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS di Ukraina, tetapi dananya relatif rendah. Pada 2019, tahun terakhir dari data yang dipublikasikan, anggaran komisi ini hanya lebih dari 135 juta  hryvnia, dengan nilai tukar saat ini sekitar $5 juta USD.

Parlemen Ukraina, Verkhovna Rada, sudah menyetujui versi RUU tersebut pada 8 September lalu. Negara ini juga sudah bekerja pada rezim formal untuk melegalkan cryptocurrency selama bertahun-tahun pada saat ini. Terlepas dari ketidakpastian legislatif itu, kripto memang memegang posisi penting di Ukraina.

Adapun dorongan untuk menjadi sarang kripto merupakan cara untuk mengatasi investasi yang stagnan, baik asing maupun domestik, ke perusahaan Ukraina. Meski sejarah negara dengan korupsi dan pelarian modal, yang paling baru dicontohkan oleh penampilan Zelensky dan lingkaran dalamnya, paparan Pandora Papers tentang kendaraan lepas pantai, diketahui bisa merusak kepercayaan pada inisiatif kripto negara tersebut.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE