30.4 C
Jakarta
Jumat, 27 Mei, 2022

Taproot Bitcoin: Tujuan, dan Potensi Keuntungannya Kedepan

Ada satu istilah yang saat ini cukup ditelusuri oleh banyak orang, yaitu taproot bitcoin. Pasalnya, taproot ini akan mulai dijalankan pada November mendatang.

Sebagai informasi, bitcoin akan melakukan upgrade secara besar setelah empat tahun. Upgrade inilah yang disebut sebagai taproot, yang ternyata telah diantisipasi berbagai pihak sebagai gerakan untuk mengatasi tingkat privasi yang dimiliki bitcoin.

Dalam upgrade besar tersebut, tidak hanya tingkat privasi saja yang diperbarui, tetapi ada cukup banyak hal lainnya yang dimiliki taprot akan diperbarui. Nah, untuk penjelasannya secara lebih mendalam, berikut ini penjelasan terkait apa itu taproot bitcoin, manfaat, dan lain sebagainya.

Apa Itu Taproot Bitcoin?

Taproot merupakan kumpulan dari beberapa proposal peningkatan privasi kripto. Istilah ini diberikan untuk proposal yang dibikin mantan CTO Blockstream Gregory Maxwell pada waktu Januari 2018 lalu.

Soft-fork inilah yang mengembangkan skrip bitcoin untuk meningkatkan privasi, serta memperbaiki hal-hal yang berkaitan dengan transaksi yang kompleks. Jaringan bitcoin memiliki fitur transaksi yang membuatnya menjadi lebih kompleks, seperti penggunaan time lock release, persyaratan multi signature, dan lain sebagainya.  

Alyse Killeen, pendiri dan mitra pengelola perusahaan venture Stillmark yang berfokus pada bitcoin menyebut taproot punya peran penting bagi bitcoin, sebab akan membuka potensi lebih besar kepada pengusaha yang tertarik memperluas utilitas bitcoin.

Sebelumnya, pada Agustus 2017 lalu, bitcoin membuat pembaruan terhadap protokolnya, yaitu dengan menciptakan Segregated Witness atau SegWit, protokol untuk memperkecil ukuran file transaksi bitcoin.

Protokol ini punya tugas untuk melakukan pemisahan antara transaksi bitcoin dengan tanda tangan digital atau digital signature. Dengan begitu, sistem bitcoin pun dapat menangani lebih banyak transaksi sekaligus.

Schnorr Signature Menyederhanakan Transaksi Bitcoin

Kini, dengan diupdatenya taproot, maka semua pihak dalam suatu transaksi bisa bekerja sama membuat transaksi melalui bitcoin menjadi lebih ringan dan simple untuk dilakukan. Update ini akan membuat bitcoin menjadi lebih berkembang, dan akan berfokus pada perbaikan keamanan transaksi, yaitu terkait pada tanda tangan digital.

Dalam transaksi, digital signature menjadi penting karena merupakan sidik jari setiap orang pada saat melakukan transaksi. Saat ini, mata uang kripto menggunakan Elliptic Curve Digital Signature Algorithm yang dibentuk dari private key wallet untuk memastikan kepemilikan bitcoin penggunanya.

Di dalam upgrade terbaru ini, digital signature tersebut akan beralih menjadi Schnorr signature, yang merupakan skema tanda tangan kriptografi milik Claus Schnorr seorang ahli matematika dan kriptografer yang berasal dari Jerman.

Manfaat yang dimiliki signature ini yaitu mampu memudahkan, menyederhanakan, serta memberikan efisiensi pada waktu menghasilkan signature yang lebih pendek. Tidak hanya itu, Schnorr signature ini juga mampu mengambil banyak kunci dalam transaksi bitcoin untuk menghasilkan satu kunci dan signature yang unik.

Artinya, tanda tangan digital milik Claus Schnorr ini bisa menggabungkan signature beberapa pihak yang terlibat dalam suatu transaksi, sehingga akan menghasilkan transaksi yang lebih efisien kepada blockchain.

Selain itu, taproot ini juga dapat mengurangi jumlah biaya transaksi, data yang ditransfer dan disimpan pada blockchain, dan dapat meningkatkan transaksi per detik (TPS) dalam satu block. Menariknya lagi, signature yang dihasilkan tidak akan menjadi lunak, yang kerap menjadi salah satu risiko keamanan dalam jaringan bitcoin.

Dengan hadirnya sistem ini, nantinya pengguna bitcoin akan dapat menggunakan tokennya untuk melakukan transaksi apapun, yang punya potensi kuat akan menjadi katalis positif terhadap nilai dari bitcoin itu sendiri.

Saat jaringan blockchain telah dapat digunakan dengan kontrak pintar, maka nilai manfaatnya akan naik atau bertambah, yang membuat banyak orang akan semakin tergiur untuk menggunakan teknologi ini ke dalam aktivitas ekonomi dan finansialnya.

Dengan begitu, permintaan akan bitcoin pun cenderung bertambah. Terlebih lagi, sistem ini menawarkan privasi dan transparansi yang lebih baik, yang memberikan jaminan dan meningkatkan kepercayaan kepada para pengguna percaya dengan kemampuan sistem blockchain bitcoin.

Dengan hadirnya taproot bitcoin, bisa jadi terbuka potensi bahwa harga bitcoin akan melambung bahkan melewati harga tertingginya sebelum ini, sebab seiring peningkatan sistem teknologi yang akan dijalankan tersebut, akan membuat permintaan semakin meningkat dan membuat harga bitcoin pun pelan-pelan naik.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pasar Kripto Tak Bergairah, Nilai Sumbangan Kripto Milik Ukraina Turun

JAKARTA, duniafintech.com - Menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, pemerintah Ukraina menggunakan media sosial untuk meminta sumbangan kripto atau cryptocurrency.  Belum lama...

Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Pengusaha Kelapa Sawit Merespon Begini

JAKARTA, duniafintech.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) angkat bicara terkait diberlakukannya kebijakan domestic market obligation (DMO) dan pencabutan subsidi minyak goreng curah...

Harga Kripto 27 Mei 2022 Masih Loyo, Bitcoin Cs Bertengger di Zona Merah

JAKARTA, duniafintech.com - Harga Kripto masih lesu. Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali mengalami pergerakan harga yang kompak pada Jumat (27/5/2022) pagi. Mayoritas...

Ganti Kulit! Kripto Terra LUNA Jenis Baru Meluncur Jumat Ini, Dipastikan Tanpa UST

JAKARTA, duniafintech.com - Proposal untuk meluncurkan blockchain baru kripto Terra LUNA Terra 2.0 tanpa stablecoin algoritmis telah lolos. 65,5 persen peserta memilih mendukung proposal...

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp...
LANGUAGE