31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Latoken Dan Black G Luncurkan MAS Coin Dalam Proyek IEO

duniafintech.com – Black G dan platform bursa kripto berbasis blockchain, Latoken dilaporkan telah bekerja sama melakukan proyek Initial Exchange Offering (IEO) dengan meluncurkan token MAS Coin yang dijual melalui public sale di Latoken dari Juli hingga Agustus 2019.

Baca juga : Fintech Bisa Bantu Pemerintah Capai Target Maksimal Inklusi Keuangan

MAS Coin merupakan sebuah aset digital berupa token utilitas atau mata uang virtual yang dibuat menggunakan teknologi blockchain (pada platform Ethereum ERC20) yang dapat memberikan diskon 5 persen saat membeli batu bara, emas, timah, dan mangan.

Oleh karena itu proyek ini pun ditujukan untuk mengumpulkan dana senilai USD 20 juta atau sekitar Rp 279 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk penambangan batu bara dan emas.

Tambang tersebut dipasarkan oleh Davinco Singapura Investment Pte Ltd (“Davinco”) yang dihasilkan perusahaan investee Black G Limited (BGL). MAS Coin bukan produk investasi atau kontrak investasi. Harga MAS Coin adalah USD 0.01 dengan minimum jumlah pembelian USD 100 atau 10.000 MAS Coin.

Untuk pembelian MAS Coin dapat dilakukan dengan kartu kredit atau debit dan membayar dalam dolar AS yang setara atau dengan transfer online. Bisa juga ke rekening bank atau mata uang kripto CC dalam bentuk Bitcoin BTC atau Ethereum ETH dengan mentransfer CC ke e-wallet.

Sedangkan untuk public sale dengan Latoken, MAS Coin dijual melalui IEO pada platform Latoken dengan syarat pembeli harus memiliki akun Latoken terlebih dahulu. Pembelian di platform ini pada saat IEO berlangsung hanya dapat dibayar menggunakan mata uang Latoken, yaitu LA dan Ether.Pemanfaatan dana dari MAS Coin adalah 50 persen untuk penambangan batu bara, 30 persen penambangan emas, 10 persen proyek baru, dan 10 persen biaya perusahaan.

Sekilas mengenai Latoken

Ini merupakan platform blockchain yang digunakan untuk token aset trading. Hal ini memungkinkan cryptoholder untuk melakukan diversifikasi portofolio mereka dengan mendapatkan akses ke token yang terkait dengan harga aset riil. Platform ini memungkinkan pemilik aset membuka nilai aset dengan membuat dan menjual token aset mereka. Akibatnya, cryptocurrencies akan banyak digunakan dalam ekonomi riil.

Baca juga : Startup Fintech Pertama yang Melantai Di Bursa

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...
LANGUAGE