30 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Legislator AS Memperkenalkan Kembali RUU Token Taxonomy

duniafintech.com – Perwakilan di United States House of Representatives (Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat) telah memperkenalkan kembali Token Taxonomy Act, menurut siaran pers yang dibagikan kepada Cointelegraph pada 9 April. RUU itu akan mengecualikan mata uang cryptocurrency dari diklasifikasikan sebagai sekuritas.

RUU ini awalnya diusulkan Desember lalu oleh Rep. Warren Davidson dan Darren Soto, dimana berupaya untuk mengecualikan mata uang digital dari yang didefinisikan sebagai sekuritas dengan mengubah Undang-Undang Sekuritas tahun 1933 dan Undang-Undang Sekuritas tahun 1934.

Siaran pers mencatat bahwa literasi RUU baru-baru ini akan berbeda dari yang diperkenalkan tahun lalu. Khususnya, ini menjelaskan yurisdiksi Commodity Futures Trading Commission (Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas) dan  Federal Trade Commission (Komisi Perdagangan Federal).

Undang-undang ini juga menerapkan pengenalan kepastian peraturan untuk bisnis dan regulator di industri blockchain A.S., serta mengklarifikasi inisiatif negara yang bertentangan.

Pengumuman ini meminta perhatian pada kekuatan yang meningkat dari pasar aset digital dan industri blockchain baik di Eropa dan Cina, dan menyatakan bahwa Undang-Undang ini diperlukan untuk menjaga agar AS tetap kompetitif di pasar global.

Soto berkata,

“Sekarang saatnya bagi Amerika Serikat untuk meningkatkan dan memimpin dalam teknologi blockchain,” dan menambahkan:

“Setelah berbulan-bulan masukan publik, Undang-Undang Token Taxonomy kami dan Undang-Undang Taxonomy Digital menambah definisi kritis dan yurisdiksi untuk menciptakan kepastian pasar aset digital yang kuat di Amerika Serikat. Ini adalah langkah penting untuk mempromosikan inovasi dan memaksimalkan potensi mata uang virtual untuk ekonomi AS, semuanya sekaligus melindungi pelanggan dan kesejahteraan finansial para investor. “

Seperti yang dilaporkan Cointelegraph bulan lalu, jumlah orang yang bekerja pada masalah teknologi blockchain di Washington DC naik tiga kali lipat pada tahun 2018, mencapai 33 proyek pada kuartal keempat 2018. Jerry Brito, Direktur Eksekutif di  organisasi non-profit, Coin Center yang bekerja dengan Davidson dan Soto, dilaporkan menyarankan bahwa pertumbuhan didorong oleh regulasi sekuritas.

picture: pixabay.com

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: BTC Menghijau, Harganya Sentuh Rp353 Juta

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini mengulas soal pergerakan harga. Pada perdagangan Selasa (9/8/2022) harga Bitcoin atau BTC tampak berada di zona hijau.  Kripto...

Cara Bayar PDAM lewat Mandiri 2022, dari ATM sampai Livin’

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar PDAM lewat Mandiri berikut ini bisa kamu lakukan lewat ATM, internet banking, hingga aplikasi Livin by Mandiri. Tata caranya pun...

Berita Fintech Indonesia: Tips untuk Dapat Pinjaman Kilat

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali akan membahas tips dana tercepat untuk mendapatkan pinjaman kilat yang perlu diketahui. Sebagaimana diketahui, pada era digital saat...

Berita Kripto Hari Ini: Dijamin Cuan, Ini Cara Aman Trading Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Kripto hari ini perlu untuk anda perhatikan. Trading Bitcoin dapat menjadi passive income bagi Anda. Tentunya, cara aman trading bitcoin perlu...

Mengintip Kinerja CBG Coin, Kripto yang Sempat Melesat 9 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - CBG Coin menjadi salah satu aset kripto yang populer pada perdagangan pekan pertama Agustus ini. CBG Coin merupakan token kripto milik...
LANGUAGE