26.2 C
Jakarta
Kamis, 25 Juli, 2024

Kominfo: Literasi Digital di Indonesia Masih Kurang Baik untuk Perangi Hoax

Duniafintech.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) merilis hasil Survei Literasi Digital Nasional 2020. Hasil survei tersebut dilakukan di 34 provinsi dengan tujuan membangun kerangka untuk mengukur literasi digital di seluruh provinsi di Indonesia. Dikatakan dalam Indeks literasi digital masih kurang baik atau masih tergolong sedang ditahun ini.

Rentang 1-5, 1 paling rendah dan 5 paling tinggi. 1 berarti paling rendah, 2 buruk, 3 sedang, 4 baik, dan 5 sangat baik. Oleh karena itu, 3,47 itu berada di antara sedang dan baik. Hasil status literasi digital masih kurang baik ini berdasarkan penilaian 7 pilar terkait kemampuan menggunakan teknologi, keamanan pribadi, keamanan perangkat, berpikir kritis, informasi dan literasi data, etika dalam berkomunikasi dan kemampuan berkomunikasi.

Literasi digital penting agar penyebaran informasi hoaks dapat semakin ditekan. Terlebih, penggunaan internet di berbagai perangkat kini semakin pesat ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pengukuran indeks literasi digital dan sejumlah hal terkait, dilakukan melalui survei yang dilakukan pada 18 hingga 31 Agustus 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, Indonesia harus meningkatkan literasi digital. Terutama generasi muda. Tujuannya untuk memaksimalkan manfaat internet sekaligus memerangi berita bohong.

“Kita juga perlu terus meningkatkan literasi digital untuk menyiapkan masyarakat terutama generasi muda agar menggunakan internet dengan baik, aman, bertanggung jawab bebas dari Miss informasi dan disinformasi, memerangi hoaks berita bohong,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, dengan pengetahuan dan kecakapan dalam menggunakan media digital, akan mendorong pemanfaatan teknologi digital ke arah positif. Salah satunya meningkatkan produktivitas pembelajaran jarak jauh hingga mendorong gerakan kepedulian solidaritas.

Baca Juga:

Di sisi lain, literasi mengenai keamanan data pada teknologi dinilai belum maksimal atau masih minim. Akibatnya, masih banyak masyarakat Indonesia menjadi korban kejahatan siber akibat minimnya pemahaman privasi data.

Secara nasional, indeks literasi digital di Indonesia masih berada pada level sedang. Berdasarkan survei tersebut, masing-masing subindeks diperoleh hasil skor sebagai berikut: subindeks 1 Informasi dan Literasi Data 3,17; subindeks 2 Komunikasi dan Kolaborasi 3,38; subindeks 3 Keamanan 3,66; dan subindeks 4 Kemampuan Teknologi 3,66.

Pengukuran subindeks dari informasi dan literasi data memiliki skor yang paling rendah. Sementara itu, secara rata-rata skor indeks untuk Indonesia wilayah Tengah memiliki skor indeks yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata skor indeks Indonesia wilayah Barat dan Timur.

Dengan tingkat literasi digital masih kurang baik menurut survei, Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa kementerian masih berusaha meningkatkan literasi digital.

Ada yang perlu diperhatikan menurutnya, dan kementerian sendiri sedang menyusun rancangan strategis untuk menerapkannya. Dirjen Aptika menekankan bahwa yang perlu diperhatikan dalam melakukan literasi adalah kepada siapa saja harus diliterasi, apa yang harus diberikan, dan bagaimana proses literasi berlangsung.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU