31 C
Jakarta
Rabu, 2 Desember, 2020

Tren Fintech di Kuartal 3 yang Diminati Pendana? Simak Disini!

DuniaFintech.com – Berbagai pengembangan dan klaster dari layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) semakin pesat. Meski pun dunia dihadapi pandemi COVID-19, namun tak lantas membuat sektor finansial terhambat dalam melakukan inovasi.

Setidaknya, berbagai klaster fintech telah diminati oleh berbagai pendanaan hingga ujung kuartal 3 tahun 2020. Para penyelenggara di level global secara luas telah diminati berbagai pendana lantaran inovasi serta potensi dari jenis game atau klaster yang dihadirkan.

Laporan bertajuk ‘State Of Fintech’ oleh CB Insight menampilkan informasi berdasarkan data dan temuannya melalui teknologi mumpuni. Laporan tersebut berisi tren investasi fintech global pada hubungan layanan keuangan utama, aktivitas kemitraan, transkrip pendapatan perusahaan untuk publik, transaksi teratas dan banyak lagi.

Ada pun beberapa klaster yang menjadi perhatian CB Insight meliputi pembayaran, perbankan, pinjaman alternatif, manajemen aset, asuransi hingga pembiayaan badan usaha kecil menengah. Berbagai penyelenggara fintech besar diuntungkan dari perusahaan swasta yang dibanjiri modal dan investor yang haus akan hasil.

sumber: CB Insights

Baca juga:

Laporan Pendanaan Fintech Kuartal 3 2020 di Tingkat Global

Penyelenggara fintech dunia telah mendapatkan putaran pendanaan besar (mega round) dengan kisaran mencapai USD 100 juta. Jumlah tersebut menyumbang 60% dari seluruh total pendanaan berbagai klaster fintech sejak kuartal 3 tahun 2018.

Pendanaan yang bernilai mega round tersebut secara langsung telah meningkatkan volume menjadi 24% secara kuartal-ke-kuartal (QoQ), dengan total perolehan menjadi USD 6,4 miliar. Sementara, pendanaan non mega round turun menjadi 16%.

Dalam laporan ini, CB Insight juga melanjutkan liputannya tentang tren fintech yang tertanam dan melihat bagaimana para penyelenggara melakukan “rebundling” layanan saat mereka mencari sumber pendanaan terbaru.

Meski demikian, aktivitas pendanaan menurun untuk empat kuartal berturut-turut menjadi 451, atau turun 24% tahun-ke-tahun (YoY). Namun, putaran pendanaan dari level inkubasi hingga seterusnya memperlihatkan titik terang. Putaran meningkat sebanyak 20% QoQ dan membalikkan kontraksi 3 kuartal sebelumnya.

Perusahaan hipotek dan pialang adalah target pendanaan yang populer. Firma analis hipotek, Black Knight mengakuisisi Optimal Blue seharga USD 1,8 miliar. Selain itu, ICE mengakuisisi EllieMae seharga USD 11 miliar. Terakhir United Wholesale Mortgage akan mendapatkan penawaran umum perdana (IPO) dalam kesepakatan SPAC sebesar USD 16 miliar.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kenali Untung Rugi Menggunakan Paylater Bagi Para Milenial

Duniafintech.com - Fitur PayLater kian populer dikalangan milenial, sebab fitur pembayaran paylater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan...

Pemerintahan Venezuela Siap Perbanyak Penambangan Cryptocurrency

DuniaFintech.com - Pemerintahan Venezuela dibawah rezim Nicolas Maduro akan menggencarkan penambangan cryptocurrency atau bisa disebut mata uang digital. Hal ini dilakukan agar negara tersebut...

Kasus COVID-19 Melonjak, Harga Emas 1 Desember Terinjak

DuniaFintech.com - Harga emas 1 Desember 2020 di penyelenggara PT Pegadaian kembali melemah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan data kasus aktif dan angka kesembuhan COVID-19 yang...

Pintek Mendapat Pendanaan dari Finch Capital untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

DuniaFintech.com – Pintek mendapat pendanaan dari Finch Capital? Ya! Perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk siswa hingga lembaga pendidikan, berhasil mendapatkan...

Bidik Digitalisasi di Sektor Koperasi, LinkAja Gandeng Kospin Jasa

Duniafintech.com - Penyedia layanan uang elektronik LinkAja gandeng kospin jasa (Koperasi Simpan Pinjam JASA) untuk mendorong digitalisasi koperasi. Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi...
LANGUAGE