33.1 C
Jakarta
Rabu, 26 Agustus, 2026

MAKS Dukung Inovasi Ekosistem Aset Kripto melalui Kolaborasi Bersama Amanode dan IDRX di Coinfest Asia 2026

PT Mitra Kripto Sukses (MAKS), Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkuat komitmennya dalam mendukung inovasi dan perkembangan ekosistem aset kripto Indonesia. Melalui kolaborasi bersama Amanode dan stablecoin Rupiah – IDRX dalam gelaran Coinfest Asia 2026 di Pantai Melasti, Bali, pada 20–21 Agustus 2026.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya MAKS untuk memperluas pemanfaatan aset kripto melalui berbagai use case dan inovasi yang dapat memberikan pengalaman serta nilai tambah bagi pengguna. MAKS mempertemukan akses perdagangan aset keuangan digital dan aset kripto.

Infrastruktur likuiditas berbasis aset kripto, dan stablecoin Rupiah pertama yang digunakan sebagai likuiditas perantara dalam satu pengalaman di ekosistem aset kripto.

Baca juga : INDODAX Soroti Keseimbangan Regulasi Inovasi dan Perkembangan Kripto

INDODAX Soroti Keseimbangan Regulasi dan Inovasi dalam Perkembangan Kripto

Dalam rangkaian aktivitas tersebut, pengguna dapat mengikuti berbagai tahapan aktivitas dan memperoleh rewards sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan pada setiap proses. Pendekatan ini memungkinkan pengguna tidak hanya mengenal inovasi baru di ekosistem aset digital, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana berbagai komponen ekosistem dapat saling terhubung.

Bagi MAKS, kolaborasi ini merupakan bagian dari peran Pedagang dalam mendorong berkembangnya ekosistem aset keuangan digital yang lebih luas, tidak hanya melalui aktivitas perdagangan, tetapi juga dengan membuka ruang bagi hadirnya produk, teknologi, dan use case baru yang dapat meningkatkan utilitas
aset keuangan digital.

Selain itu, melalui kolaborasi ini menunjukkan potensi stablecoin Rupiah tidak hanya sebagai aset digital yang merepresentasikan nilai Rupiah, tetapi juga sebagai settlement dan liquidity layer bagi berbagai produk keuangan digital baru yang dibangun di atas
ekosistem aset kripto Indonesia.

“Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi, kami melihat inovasi produk sebagai bagian penting dalam meningkatkan utilitas aset kripto bagi masyarakat
Indonesia. Kolaborasi kami bersama Amanode dan IDRX menunjukkan bahwa aset kripto dapat dikembangkan menjadi instrumen yang semakin produktif, dengan tetap
mengedepankan tata kelola, transparansi, dan kerangka regulasi yang berlaku,” ujar Michael, Direktur MAKS.

Amanode melihat MAKS sebagai PAKD yang mendukung adanya inovasi baru dengan menghadirkan layanan yang dapat menjembatani kebutuhan Penggunanya atas kepemilikan aset kripto dengan kebutuhan likuiditas Rupiah secara lebih fleksibel.

“Banyak pemilik aset kripto membutuhkan likuiditas tetapi pada saat yang sama tidak ingin langsung melepaskan eksposur terhadap aset yang mereka miliki. Amanode dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui mekanisme repurchase yang terstruktur dan transparan,” ujar Corry Lamria, Direktur PT Alpha Cipta Inovasi (Amanode).

Sementara itu, IDRX menilai uji coba tersebut sebagai langkah penting dalam memperluas fungsi stablecoin Rupiah sebagai infrastruktur penyelesaian transaksi di ekosistem aset
digital.

“Stablecoin Rupiah seharusnya tidak berhenti hanya sebagai representasi Rupiah di blockchain. Kami ingin IDRX menjadi bagian dari infrastruktur yang memungkinkan lahirnya berbagai produk keuangan digital baru berbasis Rupiah. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Rupiah dapat memiliki peran nyata sebagai settlement dan liquidity layer di ekonomi digital,” ujar Nathanael Christian, CEO IDRX.

Rangkaian Coinfest Asia 2026, yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Pantai Melasti, Bali. Coinfest Asia menjadi ruang bagi MAKS dan mitra ekosistemnya untuk memperkenalkan inovasi tersebut secara langsung kepada Pengguna dan komunitas aset
digital dari berbagai negara.

Bagi MAKS, kehadiran di Coinfest Asia juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan inovasi aset digital kepada Pengguna secara lebih sederhana, interaktif dan relevan. Sehingga Pengguna dapat melihat secara langsung implementasi use case baru yang menghubungkan perdagangan aset kripto, fasilitas likuiditas, dan stablecoin Rupiah dalam satu ekosistem.

Kolaborasi antara MAKS, Amanode, dan IDRX sekaligus menunjukkan berkembangnya infrastruktur aset keuangan digital Indonesia dari aktivitas perdagangan menuju pemanfaatan aset kripto sebagai instrumen keuangan yang lebih produktif.

Dengan PAKD sebagai titik akses bagi pengguna, Amanode sebagai penyedia infrastruktur likuiditas, dan IDRX sebagai stablecoin Rupiah yang menyediakan lapisan likuiditas dan penyelesaian transaksi. Mereka berupaya membangun use case yang tetap terhubung dengan ekosistem Rupiah dan perkembangan kerangka regulasi aset keuangan digital di Indonesia.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi bagi berkembangnya inovasi produk aset keuangan digital nasional. Sekaligus memperkuat peran Rupiah agar tetap relevan sebagai denominasi dan lapisan penyelesaian transaksi dalam ekonomi digital berbasis blockchain.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU