34.7 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Malaysia Meluncurkan Program Visa Kerja untuk Profesional Blockchain

duniafintech.com – Malaysia telah meluncurkan program visa kerja yang menargetkan para freelancer ahli teknologi blockchain, outlet berita lokal Star melaporkan pada 18 Juni.

Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), organisasi milik pemerintah yang mengawasi sektor teknologi, organisasi blockchain Nem Foundation dan pasar kerja Jobbatical bersama-sama meluncurkan program ini.

Program visa kerja ini bertujuan untuk menarik para profesional asing yang akan memiliki hak untuk tinggal di negara itu hingga 12 bulan dalam memberikan layanan terkait blockchain atau menjalani pelatihan di sebuah perusahaan Malaysia.

Baca: Libra Rilis, Facebook Dongkrak Popularitas Blockchain

Wakil presiden pengembangan ekosistem pertumbuhan MDEC Norhizam Abdul Kadir mengatakan:

“Kami akan memulai [program] ini mulai dengan pekerjaan blockchain. Jumlah visa yang akan dikeluarkan tergantung pada proyek yang akan dijalankan oleh perusahaan blockchain di Malaysia.”

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Nem Foundation mendirikan Blockchain Centre NEM di ibukota Kuala Lumpur sebagai akselerator, inkubator, dan ruang kerja bersama. Pusat ini juga menampung Lab Inovasi Blockchain NEM, markas besar untuk penelitian dan pengembangan platform NEM.

Baca: Ratusan Produsen dan Pabrik Jepang Akan Adopsi Blockchain: Berbagi Data Produksi

Juni lalu, komite penasehat pemerintah Malaysia, Majlis Perundingan Melayu menandatangani nota kesepahaman dengan laboratorium blockchain Korea Selatan IncuBlock. Nota kesepahaman itu untuk pengembangan teknologi blockchain diizinkan berdasarkan hukum Syariah. Para pihak bertujuan untuk mengembangkan platform blockchain dan aplikasi terdesentralisasi yang akan memenuhi persyaratan sosial agar dianggap halal (diizinkan) oleh Komisi Syariah.

Pada bulan September tahun lalu, pemerintah Hong Kong mengumumkan sebuah inisiatif yang berupaya menarik para profesional dalam teknologi buku besar yang didistribusikan dengan menyederhanakan kebijakan imigrasi. Langkah tersebut menunjukkan niat pemerintah untuk “mendukung pembangunan Hong Kong sebagai ekonomi bernilai tambah tinggi dan beragam.”

Baca: Tahukah Anda, Blockchain Ethereum Kini Dipakai Buat Verifikasi Dokumen?

Image by mohamed Hassan from Pixabay

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Sinyal BBM Naik Makin Kencang, Kata Luhut Minggu Depan Naik? 

JAKARTA, duniafintech.com - Sinyal mengenai Bahan Bakar Minyak atau BBM naik tampaknya berembus semakin kencang dalam beberapa waktu belakangan. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar...

Berita Fintech Indonesia: 5 Keuntungan Investasi di Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini akan mengulas tentang berbagai keuntungan dan risiko investasi di fintech bagi milenial. Perlu diketahui, fintech Peer to...

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...
LANGUAGE