26 C
Jakarta
Minggu, 5 Desember, 2021

Masyarakat yang Terjebak Pinjol Jadi Nasabah Incaran Bank Digital BNI

JAKARTA, duniafintech.com – Kalangan masyarakat dan UMKM yang saat ini terjebak pinjaman online (pinjol) menjadi nasabah incaran dari bank digital yang dimiliki oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI ke depannya. Hal ini diungkap oleh Direktur Utama BNI, Royek Tumilaar, Senin (22/11/2021).

“Kami memiliki visi agar bank digital ini juga bisa fokus untuk UMKM, terutama yang tradisional UMKM, yang saat ini banyak mungkin terjebak dengan pinjol, pinjaman-pinjaman online yang seperti itu,” ucapnya pada acara Economic Outlook 2022 dengan tema “Arah Pergerakan Suku Bunga 2022”, seperti dilangsir dari CNN Indonesia.

Meski begitu, ia sendiri belum membeberkan proyeksi terkait berapa banyak jumlah nasabah yang dapat digaet oleh pihaknya dari kalangan tersebut. Demikian halnya dengan pasar pinjol yang dimaksud, apakah pinjol legal atau ilegal.

“Tapi ini akan kami coba bantu sehingga membantu UMKM yang punya potensi untuk tumbuh ke depan karena engine (mesin) pertumbuhan masih dari segmen UMKM,” terangnya.

Bank digital BNI ke depannya, kata dia lagi, bisa menggarap segmen nasabah ini sebab diharapkan layanan pembayaran dan fasilitas kredit yang diberikan dapat lebih murah ketimbang bank konvensional. Adapun harapan itu mencuat sebab bank digital memakai teknologi yang dapat memungkinkan hadirnya efisiensi.

“Kami ingin memiliki bank digital yang teknologi tinggi sehingga cost bisa relatif rendah, suku bunga juga relatif bisa kami tekan. Ini akan menjangkau banyak target market yang belum kami tap selama ini,” urainya.

Ia pun berharap agar penambahan nasabah lewat bank digital BNI ini nantinya dapat membuat tingkat inklusi keuangan di tanah air bisa naik serta dapat menumbuhkan perekonomian nasional.

“Jadi, bisa bawa masyarakat lebih banyak ke layanan bank, yang kalau dari sisi konvensional banking mungkin ini tidak mudah,” tuturnya.

BNI sendiri sejauh ini masih memproses pembentukan bank digital mereka. Bank tersebut bakal dibentuk dari hasil akuisisi bank kecil. Menurut informasi yang santer terdengar, bank yang juga masuk dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ini bakal mengakuisisi Bank Mayora. Akan tetapi, bank pelat merah ini masih belum angkat bicara terkait isu itu.

Di sisi lain, menurut Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, transformasi bisnis bank menjadi bank digital dapat mengefisienkan bisnis perusahaan, utamanya dalam rangka menekan biaya operasional, dari yang sebelumnya harus “turun ke lapangan” menjadi serba mudah dan cepat dengan digitalisasi.

“Dengan bank digital ini bisa menurunkan biaya operasional hingga menutup kantor cabang yang sudah tidak efisien,” tutur Bhima.

Namun, dalam pandangannya, yang terjadi malah sebaliknya sebab sekarang ini sejumlah bank digital justru fokus pada peningkatan jumlah nasabah saja, bukan malah pada penurunan biaya operasional. Padahal, kata dia lagi, digitalisasi mestinya betul-betul bertujuan untuk efisiensi, bukan menambah nasabah bank semata.

“Di Indonesia, beberapa bank digital menawarkan simpanan dengan bunga yang tinggi. Jadi, ini agak kontradiksi dengan upaya efisiensi perbankan dan perlu diingatkan oleh OJK bahwa digitalisasi untuk efisiensi bukan untuk menggaet nasabah agar simpanan lebih besar dan justru jadi tidak efisien,” jelasnya.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Polis, Premi, dan Cara Klaim Asuransi Mobil Adira

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil Adira adalah proteksi kendaraan yang ditawarkan melalui produk bernama Adira Autocillin. Adapun produk ini termasuk ke dalam salah satu...

Rekomendasi Produk Asuransi Motor Honda Terbaik 2021

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi Motor Honda adalah hal yang penting untuk diketahui, utamanya kalau Anda membeli motor merek Honda secara tunai. Namun, jika Anda...

Terkait Erupsi Gunung Semeru, Ini Pentingnya Asuransi Bencana di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnnya, asuransi bencana adalah program mitigasi atas potensi kerugian yang mungkin timbul disebabkan oleh adanya bencana alam, misalnya gempa bumi,...

Pembebasan Membayar Premi, Ini Manfaat dan Pentingnya Payor Asuransi

JAKARTA, duniafintech.com – Payor asuransi adalah salah satu istilah yang ada pada dunia perasuransian. Untuk memahaminya, Anda pun harus paham terlebih dahulu mengenai prinsip...

6 Tips Jitu untuk Raih Profit Konsisten di Forex Trading

JAKARTA, duniafintech.com – Tips profit konsisten di forex trading adalah hal penting yang perlu Anda ketahui sebagai trader sekalipun Anda adalah pemula di bidang...
LANGUAGE