30.7 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

MATA UANG VIRTUAL ALAMI PENURUNAN HARGA, ATM BITCOIN SINGAPURA MALAH KEHABISAN STOK

duniafintech.com – Mesin Bitcoin di Ducatus Cafe di Robinson Road dan Tiong Bahru Plaza Singapura baru-baru ini kehabisan stok mata uang digital. Karena tidak bisa digunakan, pihak manajemen pun terpaksa menempelkan pemberitahuan bahwa untuk sementara mesin tersebut belum bisa beroperasi kembali.

Sejak awal tahun ini, nilai beberapa mata uang virtual terus merosot. Bitcoin yang merupakan mata uang paling populer di dunia pun sudah kehilangan 24 persen nilainya di awal tahun ini. Namun, penurunan yang dikira berbagai pihak akan mengakibatkan banyak orang khawatir dan memilih menjual Bitcoin miliknya ternyata tidak demikian.

Baca juga: duniafintech.com/koinworks-berikan-kemudahan-pengajuan-pinjaman-bagi-anggota-jne-loyalty-card/

Penurunan harga mata uang virtual ini ternyata membuat semakin banyak investor yang berburu mata uang virtual tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun sedang turun, masih banyak orang yang merasa optimis akan terjadi kenaikan di masa mendatang.

Pihak pengelola mesin ATM Bitcoin menyebut sejak terjadinya penurunan harga Bitcoin, jumlah orang yang mengantri di mesin malah semakin banyak.

Kami harus memberi pemberitahuan bahwa mesin tersebut tidak bisa dipakai sementara. Jumlah orang yang mengantri ada 20 hingga 30 orang dalam dua hari. Padahal biasanya hanya 10 orang,” kata Philip Lim dari pihak manajemen.

Baca juga: duniafintech.com/tujuh-manfaat-ini-tersedia-di-aplikasi-klik46/

Founder Bitcoin Exchange Zann Kwan menyebut bahwa aksi beli kali ini belum seberapa dibanding saat harga Bitcoin mengalami penurunan bulan Desember lalu.

Waktu itu, penjual masih banyak yang mempertahankan Bitcoinnya karena yakin harganya akan membaik. Tapi banyak juga investor yang menunggu (turunnya harga) agar bisa membeli Bitcoin dengan lebih banyak,” ungkapnya lagi.

Baca juga: duniafintech.com/kompetisi-artikel-how-technology-changes-your-life/

Sementara itu hingga saat ini masih banyak negara-negara yang sedang sibuk mengatur regulasi yang tepat untuk penggunaan cryptocurrency, termasuk di Indonesia. Beberapa di antaranya malah ada yang merancang untuk membuat mata uang digital nasional sendiri.

Source: straitstimes.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Civic Turbo Baru dan Bekas 2022, Segini Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Civic Turbo adalah jenis mobil dengan performa “gahar” dan hal itu sekaligus menjadi pesona alias daya tariknya. Mobil ini memang menjadi incaran...

Afrika Tengah Adopsi Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi, Ternyata Ini yang Jadi Alasannya

JAKARTA, duniafintech.com - Adopsi Bitcoin oleh Republik Afrika Tengah (CAR) jadi mata uang resmi ukup mengejutkan dan membingungkan dunia kripto. Hal itu karena masih...

Khasiat P2P Lending Syariah, Kenali ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Khasiat P2P Lending Syariah ternyata bisa menjadi salah satu solusi bagi para pelaku UMKM di Indonesia. Peran UMKM itu memang penting...

Penduduk Muslim Terbesar di Dunia, Potensi Ekonomi Syariah Indonesia Masih Terbuka Lebar

JAKARTA, duniafintech.com - Potensi ekonomi syariah di Indonesia masih terbuka lebar lantaran memiliki penduduk muslim terbesar di dunia.  Guna memanfaatkan potensi ekonomi syariah tersebut, strategi...

Biaya Operasi Katarak, Segini Estimasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi atau perkiraan biaya operasi katarak di beberapa klinik dan rumah sakit memang penting diketahui. Kisaran tarifnya ini perlu diketahui khususnya oleh...
LANGUAGE