25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

MATA UANG VIRTUAL ALAMI PENURUNAN HARGA, ATM BITCOIN SINGAPURA MALAH KEHABISAN STOK

duniafintech.com – Mesin Bitcoin di Ducatus Cafe di Robinson Road dan Tiong Bahru Plaza Singapura baru-baru ini kehabisan stok mata uang digital. Karena tidak bisa digunakan, pihak manajemen pun terpaksa menempelkan pemberitahuan bahwa untuk sementara mesin tersebut belum bisa beroperasi kembali.

Sejak awal tahun ini, nilai beberapa mata uang virtual terus merosot. Bitcoin yang merupakan mata uang paling populer di dunia pun sudah kehilangan 24 persen nilainya di awal tahun ini. Namun, penurunan yang dikira berbagai pihak akan mengakibatkan banyak orang khawatir dan memilih menjual Bitcoin miliknya ternyata tidak demikian.

Baca juga: duniafintech.com/koinworks-berikan-kemudahan-pengajuan-pinjaman-bagi-anggota-jne-loyalty-card/

Penurunan harga mata uang virtual ini ternyata membuat semakin banyak investor yang berburu mata uang virtual tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun sedang turun, masih banyak orang yang merasa optimis akan terjadi kenaikan di masa mendatang.

Pihak pengelola mesin ATM Bitcoin menyebut sejak terjadinya penurunan harga Bitcoin, jumlah orang yang mengantri di mesin malah semakin banyak.

Kami harus memberi pemberitahuan bahwa mesin tersebut tidak bisa dipakai sementara. Jumlah orang yang mengantri ada 20 hingga 30 orang dalam dua hari. Padahal biasanya hanya 10 orang,” kata Philip Lim dari pihak manajemen.

Baca juga: duniafintech.com/tujuh-manfaat-ini-tersedia-di-aplikasi-klik46/

Founder Bitcoin Exchange Zann Kwan menyebut bahwa aksi beli kali ini belum seberapa dibanding saat harga Bitcoin mengalami penurunan bulan Desember lalu.

Waktu itu, penjual masih banyak yang mempertahankan Bitcoinnya karena yakin harganya akan membaik. Tapi banyak juga investor yang menunggu (turunnya harga) agar bisa membeli Bitcoin dengan lebih banyak,” ungkapnya lagi.

Baca juga: duniafintech.com/kompetisi-artikel-how-technology-changes-your-life/

Sementara itu hingga saat ini masih banyak negara-negara yang sedang sibuk mengatur regulasi yang tepat untuk penggunaan cryptocurrency, termasuk di Indonesia. Beberapa di antaranya malah ada yang merancang untuk membuat mata uang digital nasional sendiri.

Source: straitstimes.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE