31 C
Jakarta
Rabu, 2 Desember, 2020

Mau Dapat Relaksasi Kredit Kendaraan? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan stimulus ekonomi berupa relaksasi kredit kendaraan, untuk membantu masyarakat yang penghasilannya terdampak virus Corona (COVID-19). Sebanyak 65.363 Nasabah leasing telah disetujui mendapat keringanan cicilan.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, sejak 29 Maret 2020 FIFGROUP mencatatkan 149.793 aplikasi relaksasi untuk seluruh konsumen yang diselesaikan dan setara dengan nilai kredit sebesar Rp 1,5 triliun. Porsi aplikasi paling besar berasal dari sektor UMKM, karyawan dan pedagang informal dengan jumlah mencapai 81.291 persetujuan aplikasi. Sedang dari transportasi, termasuk ojek online dan yang bekerja sebagai sopir mencapai 14.150 persetujuan.

Kabar baiknya, relaksasi kredit kendaraan yang ditetapkan OJK diperpanjang hingga tahun 2021. penundaan cicilan kredit masyarakat sejak awal didesain bisa diperpanjang jika diperlukan karena kondisi ekonomi belum pulih.

Wimboh Santoso selaku Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, “memang perlu diperpanjang, silakan kalau ada nasabah yang sudah jatuh tempo kalau memang mau direstrukturisasi, direstrukturisasi saja dan masih berlaku sampai Februari 2021. Bahkan, mungkin ada perpanjangan lebih dari itu.”

Baca Juga:

Syarat pengajuan relaksasi kredit kendaraan yakni  bagi debitur yang terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp 10 miliar, untuk antara lain pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR).

Kemudian keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing.

Selain itu, mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing. Yang terakhir adalah jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing.

Salah satu perusahaan leasing ACC menetapkan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh debitur untuk mendapatkan fasilitas ini, debitur kredit kendaraan seperti driver online harus memenuhi sejumlah ketentuan dan syarat yang berlaku. Tahap pertama debitur harus mendatangi kantor ACC dan mengisi formulir pengajuan program ini.

Debitur juga harus membawa unit kendaraannya yang akan diajukan penundaan pembayaran kredit tersebut. Sebab, pendataan untuk program ini dilakukan secara menyeluruh.

Chief Operation Officer Astra Credit Companies (ACC) Ezar Kumendong menegaskan, “pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut. Karena itu, perusahaan akan memberikan penundaan pembayaran cicilan kredit dengan perjanjian khusus.”

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kenali Untung Rugi Menggunakan Paylater Bagi Para Milenial

Duniafintech.com - Fitur PayLater kian populer dikalangan milenial, sebab fitur pembayaran paylater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan...

Pemerintahan Venezuela Siap Perbanyak Penambangan Cryptocurrency

DuniaFintech.com - Pemerintahan Venezuela dibawah rezim Nicolas Maduro akan menggencarkan penambangan cryptocurrency atau bisa disebut mata uang digital. Hal ini dilakukan agar negara tersebut...

Kasus COVID-19 Melonjak, Harga Emas 1 Desember Terinjak

DuniaFintech.com - Harga emas 1 Desember 2020 di penyelenggara PT Pegadaian kembali melemah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan data kasus aktif dan angka kesembuhan COVID-19 yang...

Pintek Mendapat Pendanaan dari Finch Capital untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

DuniaFintech.com – Pintek mendapat pendanaan dari Finch Capital? Ya! Perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk siswa hingga lembaga pendidikan, berhasil mendapatkan...

Bidik Digitalisasi di Sektor Koperasi, LinkAja Gandeng Kospin Jasa

Duniafintech.com - Penyedia layanan uang elektronik LinkAja gandeng kospin jasa (Koperasi Simpan Pinjam JASA) untuk mendorong digitalisasi koperasi. Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi...
LANGUAGE