28.8 C
Jakarta
Minggu, 3 Juli, 2022

Mau Ngurus Balik Nama Sertifikat Tanah Jual-Beli? Harus Lampirkan BPJS Kesehatan Lho

JAKARTA, duniafintech.com – Urusan balik nama sertifikat tanah jual beli kini mesti melampirkan syarat tambahan, yaitu BPJS Kesehatan. 

Balik nama atau peralihan hak jual beli merupakan salah satu proses yang penting dilakukan ketika melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan. Proses ini perlu dilakukan agar peralihan hak kepemilikan tanah jelas secara hukum.

Sertifikat jual beli tanah bisa diurus dengan mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kendati demikian, terdapat beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk melakukan balik nama sertifikat tanah jual-beli, salah satunya BPJS Kesehatan.

Juru Bicara Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Teuku Taufiqulhad mengonfirmasi syarat terbaru balik nama sertifikat tanah jual-beli itu.

“Benar,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/6/2022).

Baca juga: Lengkap! Begini Cara Pencairan BPJS Online Ketenagakerjaan

Mulai 1 Maret 2022, Kementerian ATR/BPN mengumumkan bahwa pendaftaran balik nama sertifikat tanah jual beli wajib melampirkan fotokopi BPJS Kesehatan.

Penerapan kebijakan tersebut mengacu pada penerbitan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Dilansir dari laman Kementerian ATR/BPN, setiap permohonan pelayanan pendaftaran peralihan hak atas tanah atau Hak Milik atas Satuan Rumah Susun karena jual beli wajib dilengkapi dengan fotokopi Kartu Peserta BPJS Kesehatan.

Berikut syarat balik nama sertifikat tanah jual beli:

  • Setifikat Hak Atas Tanah
  • Akta Jual Beli
  • Fotokopi KTP/KK Pemohon dan Kuasanya apabila dikuasai
  • Surat Kuasa Permohonan
  • Surat Pengantar dari PPAT
  • Surat Tugas dari PPAT
  • Bukti pengecekan sertifikat
  • SPPT Pajak Bumi dan Bangunan tahun berjalan
  • SSB BPHTB Lembar 3 dan bukti bayar uang pemasukan
  • Bukti Surat Setoran Pajak/PPH
  • BPJS Kesehatan aktif.
  • Seluruh persyaratan tersebut dapat dibawa ke kantor BPN terdekat untuk didaftarkan dalam proses balik nama sertifikat tanah jual beli.

Prosedur balik nama sertifikat tanah jual beli

Setelah memastikan kelengkapan persyaratan di atas, pemohon bisa mengunjungi Kantor BPN setempat untuk mengubah status AJB menjadi sertifikat hak milik (SHM) ataupun hak guna usaha (HGU).

Dilansir dari Kompas.com, prosedur pengurusan sertifikat balik nama bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan mengurus secara mandiri; atau menyerahkannya pada kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Jika memilih untuk mengurus secara pribadi, pemohon bisa mengunjungi kanto BPN dan mengetahui langsung proses balik nama sertifikat tanah jual beli.

Sebaliknya, jika prosedur balik nama diserahkan kepada kantor PPAT, pemohon bisa mendatangi PPAT dan menyerahkan dokumen persyaratan ke petugas PPAT.

Kendati demikian, balik nama melalui PPAT ini dikenai biaya pengurusan. Adapun keuntungan menyerahkan proses balik nama ke PPAT adalah untuk menghemat waktu karena pemohon tidak perlu datang ke kantor BPN.

Biaya balik nama sertifikat tanah jual beli

Biaya balik nama sertifikat tanah jual beli dibedakan menjadi dalam beberapa jenis, di antaranya:

  • Biaya jasa honorarium PPAT. Besaran honorarium PPAT ini bervariasi dan tidak boleh lebih dari 1 persen dari harga transaksi jual-beli tanah yang tercantum di dalam AJB.
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Biaya BPHTB sebesar 5 persen dari harga jual tanah dan bangunan dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak.
  • Biaya pelayanan informasi untuk Nilai Tanah atau Nilai Aset Properti per bidang senilai Rp50.000.
  • Biaya pengecekan sertifikat tanah sebesar Rp50.000.
  • Biaya pelayanan balik nama sertifikat di Kantor Pertanahan. Biaya ini ditentukan dengan rumus sebagai berikut: nilai jual tanah dibagi 1000.

Sebagai ilustrasi, untuk tanah seharga Rp 500.000.000, biaya pengurusan balik nama sertifikatnya di Kantor BPN adalah Rp 500.000.

Baca jugaBPJS Kesehatan Tanpa Kelas, Bagaimana Iuran dan Konsepnya?

Tak hanya dalam proses jual beli tanah/bangunan, proses balik nama sertfikat tanah juga dilakukan untuk keperluan pewarisan, hibah, tukar-menukar aset tanah dan lainnya.

Baca jugaBPJS Jadi Syarat Jual Beli Tanah, ATR/BPN: Tak Pengaruhi Skema Perdagangan

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Bayar Tagihan Kartu Kredivo di ATM, Gampang Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan cara bayar tagihan kartu Kredivo di ATM penting diketahui oleh para pengguna Kredivo. Dalam hal ini, para pengguna Kredivo diketahui sudah...

Trader Sukses di Dunia, Patut Jadi Panutan Nih!

JAKARTA, duniafintech.com - Trader sukses di dunia siapa saja yang Anda ketahui? Nama-nama investor kelas dunia, seperti Warren Buffett, Carl Icahn, hingga Carlos Slim,...

Tips Pengajuan KPR untuk Dapatkan Rumah Impian!

JAKARTA, duniafintech.com - Tips pengajuan KPR nampaknya perlu dimengerti secara seksama, agar nantinya dapat memudahkan kita dalam memiliki rumah impian.  Kredit pemilikan rumah (KPR)...

Rumah Subsidi untuk Milenial? Ini Alasannya!

JAKARTA, duniafintech.com - Rumah subsidi untuk milenial? Ternyata ada beberapa alasan rumah subsidi cocok untuk milenial. Seperti yang diketahui, rumah subsidi adalah solusi untuk...

Cara Hitung Kredit Mobil dengan Tepat dan Contohnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara hitung kredit mobil penting diketahui sejak awal oleh kamu yang hendak membeli mobil dengan cara mencicil. Sebagaimana diketahui, untuk bisa membeli...
LANGUAGE