25.6 C
Jakarta
Jumat, 20 Mei, 2022

Member Pertukaran Aset Kripto di Jepang Meningkat Sejak Maret

duniafintech.com – Member pertukaran aset kripto di Jepang melihat terjadinya peningkatan pembukaan aku baru di platform mereka hingga 200% dalam dua bulan terakhir, dilaporkan pada 22 Mei.

Data tersebut diperoleh dari tiga platform perdagangan utama, Bitpoint, DMM Bitcoin, dan Coincheck, yang menunjukkan peningkatan minat signifikan dari investor tingkat pemula sejak akhir Maret.

Member pertukaran aset kripto baru ini diasumsikan tidak menggunakan cryptocurrency sebelumnya, dan menyoroti dampak kenaikan harga pada minat konsumen, yang naik seiring dengan kembalinya pasar bullish di seluruh industri.

Pembukaan akun harian untuk Bitpoint tiga kali lebih tinggi di bulan Mei daripada di bulan Maret, dan dua kali lebih banyak daripada di bulan April.

DMM melihat pembukaan Mei dua kali lipat pada bulan Maret dan 1,5 kali lebih banyak dari pada bulan April, sementara Coincheck juga melihat pembukaan tiga kali lipat pada bulan Mei dibandingkan dengan bulan Maret.

Departemen Humas Coincheck mengatakan kepada Cointelegraph Jepang bahwa puncaknya terjadi pada 14 Mei, yang melihat tujuh kali lebih banyak akun online daripada rata-rata hari di bulan Maret.

Data tersebut sesuai dengan harga Bitcoin antara $ 3,750 dan $ 4,150 pada bulan Maret, sedangkan pada 14 Mei terlihat perdagangan BTC / USD sekitar $ 8,250.

Bukan hanya sektor pertukaran Jepang yang memanfaatkan kebangkitan Bitcoin. Minggu ini, Kraken mengeluarkan penjualan ekuitas yang telah memperoleh lebih dari € 8 juta ($ 9,3 juta) dalam dua hari.

Prediksi Brian Kelly, Harga Bitcoin Naik Lebih Jauh

Manajer pendanaan aset kripto mengatakan kepada CNBC pada 21 Mei bahwa pemotongan pasokan yang akan datang dapat membantu harga bitcoin (BTC) naik lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dengan banyak penambang sekarang menimbun bitcoin, Kelly memperkirakan bahwa harga akan naik karena meningkatnya permintaan, terkait dengan peningkatan adopsi industri dan penggunaan ritel, bersaing dengan berkurangnya pasokan.

Dia merekomendasikan investor mendedikasikan antara 1% hingga 5% dari portofolio mereka untuk cryptocurrency sementara harga terjebak di sekitar level saat ini $ 8.000.

Awal bulan ini, laporan menunjukkan bahwa perusahaan investasi Fidelity berencana untuk meluncurkan perdagangan BTC untuk klien institusional dalam beberapa minggu mendatang.

picture: pixabay.com

 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pelat Warna Putih Berlaku Juni 2022, ini Kegunaan & Cara Mendapatkannya

JAKARTA, duniafintech.com - Akan ada perubahan terkait warna pelat nomor kendaraan mulai bulan depan, yakni Juni 2022, kabarnya pelat nomor dengan warna dasar putih...

Rencana Pemerintah Indonesia 2023, Bayar Tol Tak Lagi Pakai Kartu

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Indonesia berencana memperkenalkan sistem pembayaran tanpa sentuh, multi lane free flow (MLFF) pada penghujung tahun ini, untuk menggantikan uang elektronik...

Ustadz Yusuf Mansur Digugat Investor Hongkong: Mana Bagi Hasilnya?!

JAKARTA, duniafintech.com - Hilwa Humaira dan Siti Maysaroh mengaku jadi korban penipuan investasi Ustadz Yusuf Mansur, mereka mengaku tidak mendapatkan hak sesuai dengan apa...

Jokowi Setuju Tarif Listrik Naik, Sri Mulyani: Masyarakat Bawah Terlindungi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah setuju tarif listrik naik untuk pelanggan kaya dengan daya listrik...

Bank Tagih Pria ini Rp2.3 Miliar, Padahal Sudah Lunas 21 Tahun Silam

JAKARTA, duniafintech.com - Kabar seorang pria dituntut sebuah bank untuk melunasi peminjaman senilai Rp2,3 miliar, kian viral di jagat maya, padahal utang tersebut sudah...
LANGUAGE