30 C
Jakarta
Jumat, 5 Juni, 2020

Menelusuri Perkembangan Blockchain di Timur Tengah

duniafintech.com – Daya tarik teknologi blockchain tampaknya dirasakan oleh berbagai negara di dunia. Tidak hanya perkembangan blockchain di Indonesia, menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah pun kian menarik.

Jika menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah, pada dasarnya berbagai negara di Timur Tengah pun kerap berlomba untuk menjadi pusat teknologi terkemuka di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan otoritas perencanaan ekonomi mendiversifikasi ekonomi nasional mereka masing-masing di luar hidrokarbon seperti minyak dan gas.

Menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah, dapat kita mulai dari upaya yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA). Di mana UEA telah secara aktif mengejar pengembangan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca juga :

Tidak lengkap rasanya jika menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah tanpa adanya suatu perancangan resolusi yang mengarah pada pengaturan aset kripto. Ini terbukti pada bulan Oktober, di mana Otoritas Sekuritas dan Komoditas UEA merancang resolusi tentang pengaturan aset kripto, yang konon akan memberikan lebih banyak kejelasan untuk proyek terkait kripto di negara tersebut. Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA di bulan September meluncurkan sistem blockchain untuk merekam dan berbagi data perawatan kesehatan.

Dilansir dari DuniaFintech, pada bulan Januari 2019, UEA dan Arab Saudi juga telah mengumumkan perjanjian untuk bekerja sama dalam peluncuran mata uang kripto yang disebut “Aber”.

Selain itu, di bulan Februari 2019, Bank Sentral Bahrain memperkenalkan regulatory sandbox untuk perusahaan blockchain guna bereksperimen dan mengembangkan konsep-konsep dan pada bulan yang sama pula, pertukaran cryptocurrency yang sesuai dengan hukum Syariah, Rain menjadi pertukaran aset digital pertama yang melengkapi sandbox saat itu.

Di sisi lain Dubai pun memperkenalkan Dubai Blockchain Strategy 2020, yang mana Dubai menetapkan tujuan untuk menjadi kota “bertenaga blockchain” pada tahun itu. Sebagai bagian dari tujuan itu, Departemen Pembangunan Ekonomi di Dubai mengumumkan langkahnya ke platform registri bisnis terpadu berbasis blockchain awal bulan lalu.

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Terdaftar di OJK, Inilah 3 Pinjaman Online dengan Layanan Langsung Cair

DuniaFintech.com - Saat ada situasi mendesak yang membutuhkan dana ekstra, sementara simpanan dana darurat tak memadai, pinjaman online dengan layanan langsung cair dapat menjadi...

Kedutaan Dukung Startup Fintech Inggris Investasi di Tanah Air

DuniaFintech.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memberikan saran kepada startup fintech di Inggris untuk menanamkan permodalannya di Tanah Air. Hal...

DanaLaut

Tentang DanaLaut DanaLaut adalah platform yang mempertemukan Peminjam dengan Pendana secara langsung dan menjadi perantara yang mengurus akad...

Cashcepat

Tentang Cashcepat Cashcepat atau Cash Cepat adalah aplikasi peminjaman berbasis teknologi yang memudahkan konsumen umum di Indonesia yang...

Danabijak

Tentang Danabijak Danabijak adalah layanan pinjaman online tanpa agunan terkemuka yang menawarkan pinjaman mikro kepada masyarakat Indonesia, di...
LANGUAGE