25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Menelusuri Perkembangan Blockchain di Timur Tengah

duniafintech.com – Daya tarik teknologi blockchain tampaknya dirasakan oleh berbagai negara di dunia. Tidak hanya perkembangan blockchain di Indonesia, menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah pun kian menarik.

Jika menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah, pada dasarnya berbagai negara di Timur Tengah pun kerap berlomba untuk menjadi pusat teknologi terkemuka di wilayah tersebut. Hal ini dikarenakan otoritas perencanaan ekonomi mendiversifikasi ekonomi nasional mereka masing-masing di luar hidrokarbon seperti minyak dan gas.

Menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah, dapat kita mulai dari upaya yang dilakukan Uni Emirat Arab (UEA). Di mana UEA telah secara aktif mengejar pengembangan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Baca juga :

Tidak lengkap rasanya jika menelusuri perkembangan blockchain di Timur Tengah tanpa adanya suatu perancangan resolusi yang mengarah pada pengaturan aset kripto. Ini terbukti pada bulan Oktober, di mana Otoritas Sekuritas dan Komoditas UEA merancang resolusi tentang pengaturan aset kripto, yang konon akan memberikan lebih banyak kejelasan untuk proyek terkait kripto di negara tersebut. Tidak hanya itu, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan UEA di bulan September meluncurkan sistem blockchain untuk merekam dan berbagi data perawatan kesehatan.

Dilansir dari DuniaFintech, pada bulan Januari 2019, UEA dan Arab Saudi juga telah mengumumkan perjanjian untuk bekerja sama dalam peluncuran mata uang kripto yang disebut “Aber”.

Selain itu, di bulan Februari 2019, Bank Sentral Bahrain memperkenalkan regulatory sandbox untuk perusahaan blockchain guna bereksperimen dan mengembangkan konsep-konsep dan pada bulan yang sama pula, pertukaran cryptocurrency yang sesuai dengan hukum Syariah, Rain menjadi pertukaran aset digital pertama yang melengkapi sandbox saat itu.

Di sisi lain Dubai pun memperkenalkan Dubai Blockchain Strategy 2020, yang mana Dubai menetapkan tujuan untuk menjadi kota “bertenaga blockchain” pada tahun itu. Sebagai bagian dari tujuan itu, Departemen Pembangunan Ekonomi di Dubai mengumumkan langkahnya ke platform registri bisnis terpadu berbasis blockchain awal bulan lalu.

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE