25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Mengenal Polkadot, Jaringan Penghubung Antar Blockchain

Salah satu proyek blockchain yang digadang-gadangkan sebagai “Ethereum Killer” adalah Polkadot. Jaringan blockchain Polkadot menjadi penghubung berbagai jenis jaringan blockchain.

Hal ini menjadikan jaringan blockchain utama ini berfungsi menjadi penghubung berbagai jenis data antar blockchain serta dapat menghubungkan komunitas berbagai blockchain dengan blockchain lainnya.

Polkadot dengan tokennya, DOT, telah masuk peringkat 10 besar mata uang kripto dengan market cap terbesar.

Jika kamu pengin tahu lebih lanjut seputar Polkadot, baca informasi di bawah ini sampai habis ya.

Apa itu Polkadot

Polkadot merupakan jaringan “multi-chain” kripto yang menghubungkan suatu jaringan blockchain dengan jaringan blockchain lainnya. Hal ini tentu berbeda dengan jaringan blockchain dari Bitcoin yang hanya beroperasi sendiri di jaringannya.

Baca Juga : Ethereum Wallet Terbaik dan Paling Aman di Tahun 2021

Baca Juga : Auto Cuan! Cara Membaca Bullish dan Bearish Market di Trading Kripto

Blockchain Polkadot dapat bertindak sebagai pusat terdesentralisasinya semua jenis blockchain yang sudah ada.

Blockchain yang terhubung dalam jaringan Polkadot ini selanjutnya disebut parachain. Adanya Polkadot memungkinkan parachain melakukan transaksi dan validasi antar-blockchain dengan lancar.

Sejarah Polkadot

Polkadot dikembangkan oleh Parity Technologies, dipimpin oleh Gavin Wood dan Jutta Steiner, dua mantan eksekutif Ethereum.

Proyek ini juga didukung oleh Web3 Foundation, sebuah organisasi yang menyediakan dana, advokasi, penelitian, dan kolaborasi untuk proyek tersebut.

Parity didirikan pada 2015. Awalnya, Parity mulai bekerja pada perangkat lunak node untuk Ethereum, yang disebut klien Parity Ethereum.

Perusahaan telah menghentikan secara bertahap dukungan untuk proyek itu, membiarkannya fokus pada Polkadot dan proyek terkait, Substrat.

Pengembangan dimulai pada November 2017, ketika pengembang menerbitkan kode pertama di Github.

Perusahaan meluncurkan dua bukti konsep pada pertengahan 2018 dan mengerahkan parachain pertama Polkadot pada Juli 2018.

Polkadot diluncurkan dalam keadaan “initial” pada Mei 2020, dan transfer token diaktifkan pada Agustus 2020.

Cara Kerja Polkadot

Seluruh blockchain yang ada terhubung dengan Polkadot. Kinerja blockchain ini bersifat paralel karena adanya parachain yang bisa ditambah atau dihilangkan.Parachain bisa berupa blockchain pribadi, publik, maupun sumber lainnya.

Collator adalah node khusus yang mengakses data di parachain. Data tersebut selanjutnya dikirimkan ke jaringan Polkadot. Hal ini serupa dengan mekanisme oracle yang terdesentralisasi.

Untuk mengaktifkan parachain, token DOT dipertaruhkan, yang kemudian dihapus dari Polkadot dengan melepaskan token tersebut.

Relay Chain adalah jaringan utama Polkadot yang mendukung pembuatan smart contract dengan jaminan Delegated Proof of Stake (DPoS), yang pada Polkadot disebut Nominated Proof of Stake (NPoS).

Sistem tersebut meliputi  nominator dan validator: Nominator menggunakan tokennya untuk memilih validator, yang pada selanjutnya melakukan validasi terhadap blok baru.

Para pengembang juga bisa memanfaatkan fungsi yang ada di parachain lain.Pemanfaatan lainnya pada parachain Polkadot, meliputi rantai oracle, rantai transaksi, rantai identitas, rantai kurasi data, rantai penyimpanan, rantai privasi, dan berbagai rantai lainnya.

Ada lebih dari 25 proyek sedang dibangun di jaringan Polkadot, di antaranya ialah Ocean Protocol dan Chainlink.

Keunggulan Polkadot

1.     Spesialisasi

Tiap jaringan parachain Polkadot bisa diselaraskan untuk penggunaan tertentu.

2.     Skalabilitas

Polkadot mendukung berbagai jaringan blockchain melalui mekanisme parachain. Hal ini memungkinkan proses transaksi dapat berjalan secara paralel dan efisien.

3.     Upgrade tanpa fork

Tidak seperti Ethereum, Polkadot bisa di-upgrade tanpa hard fork yang lama lantaran fitur baru bisa ditambahkan ke dalam jaringannya tanpa perlu membongkar seluruh jaringan.

4.     Interoperabilitas

Semua parachain dan aplikasi Polkadot bisa saling berbagi informasi dan fungsionalitas karena desain proyek yang kompatibel antarrantai.

Nah, itu tadi penjelasan singkat seputar Polkadot mulai dari sejarah,cara kerja, hingga keunggulan yang ditawarkan. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu mengenali lebih jauh seputar jaringan blockchain Polkadot ya.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE