26.9 C
Jakarta
Sabtu, 10 Januari, 2026

Mengenal MetaMask: Dompet Kripto Canggih dan Aman

JAKARTA, duniafintech.com – MetaMask adalah salah satu istilah yang tak asing lagi bagi para penggemar aset digital dan kripto. MetaMask merupakan sebuah aplikasi dompet kripto yang terintegrasi dengan peramban web, memungkinkan pengguna menyimpan, mengirim, dan menerima berbagai jenis aset kripto langsung melalui peramban web mereka.

Aplikasi ini telah menjadi salah satu alat paling populer dan digunakan di dalam ekosistem blockchain. Keunggulannya terletak pada kemudahan penggunaan dan integrasinya dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Untuk memahami lebih dalam tentang MetaMask, termasuk cara kerjanya, komponen utamanya, panduan penggunaan, dan informasi tentang biaya transaksi, mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

MetaMask adalah

MetaMask adalah ekstensi browser yang sangat populer yang berfungsi sebagai dompet cryptocurrency yang terhubung dengan jaringan blockchain Ethereum. Fungsinya adalah memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan ekosistem Ethereum, termasuk berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps), tanpa harus mengunduh seluruh blockchain ke perangkat mereka.

Baca juga: Hidden Bullish Divergence: Definisi, Tips Mengidentifikasi, hingga Cara Trading

ISFF 2023 INDODAX

Aplikasi ini merupakan solusi dompet Ethereum terkemuka yang memberikan akses mudah ke bursa terdesentralisasi (DEX), platform game, dan berbagai aplikasi lainnya. Aplikasi ini kompatibel dengan sejumlah browser terkenal seperti Google Chrome, Firefox, Brave, dan Microsoft Edge.

Selain menyimpan mata uang kripto Ethereum (ETH), aplikasi ini juga mendukung penyimpanan token yang dibangun di atas standar protokol ERC-20 dan ERC-721. Awalnya, aplikasi ini didirikan oleh Aaron Davis dan ConsenSys, sebuah perusahaan blockchain.

MetaMask, yang diluncurkan pada tahun 2016 dan diakuisisi oleh lebih dari 400.000 pengguna hingga September 2020, telah berkembang pesat. Saat ini, jumlah pengguna aktif bulanannya mencapai 1 juta orang. Awalnya hanya tersedia sebagai plugin browser desktop untuk Firefox dan Chrome, MetaMask resmi meluncurkan aplikasi seluler pertamanya pada bulan September 2020, mendukung perangkat Android dan iOS.

Melalui audit independen oleh perusahaan keamanan Least Authority, aplikasi ini terbukti menyediakan fitur keamanan dan desain terbaik. Keunggulannya terletak pada teknologi enkripsinya yang kuat, menjaga kata sandi dan kunci privat dengan aman di setiap perangkat pengguna. Pengguna juga dapat menghubungkan beberapa dompet dan beralih di antara jaringan utama Ethereum, jaringan uji coba utama, dan bahkan jaringan utama Binance Smart Chain (BSC).

Apa Itu MetaMask Wallet?

Selain MetaMask, ada MetaMask Wallet, sebuah plugin browser yang berfungsi sebagai dompet kripto gratis berbasis jaringan Ethereum. Selain dalam bentuk plugin browser, MetaMask Wallet juga tersedia sebagai aplikasi yang dapat diakses melalui perangkat Android dan iOS.

Dompet kripto ini memungkinkan pengguna menyimpan berbagai token aset kripto dan token ERC-20 lainnya. Dengan ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan transaksi ke berbagai alamat Ethereum, memberikan efisiensi dalam bertransaksi.

Pengguna yang terhubung dengan aplikasi terdesentralisasi (Dapps) dan berbagai pasar NFT dapat dengan mudah melakukan berbagai jenis transaksi, termasuk transaksi aset kripto peer-to-peer, pembelian NFT, penyimpanan keuntungan dari game berbasis NFT, dan bahkan bergabung dengan platform metaverse.

Dengan demikian, perbedaan utama antara MetaMask Wallet (plugin browser) dan MetaMask adalah bahwa MetaMask Wallet adalah versi awal dari ekstensi browser yang berfungsi sebagai dompet kripto di peramban web, sementara MetaMask mencakup ekstensi browser dan aplikasi seluler untuk pengelolaan aset kripto pada perangkat seluler.

Cara Kerja MetaMask

Proses kerja pada aplikasi ini melibatkan interaksi dengan jaringan blockchain Ethereum melalui peramban web. Berikut adalah langkah-langkah penjelasannya:

  1. Instalasi dan Konfigurasi MetaMask

Pengguna memulai dengan menginstal ekstensi aplikasi ini pada peramban web mereka, seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox. Setelah instalasi, pengguna mengkonfigurasi aplikasi ini dengan membuat kata sandi untuk mengamankan dompet mereka.

2. Koneksi ke Jaringan Ethereum

Setelah aplikasi ini terinstal dan dikonfigurasi, pengguna menghubungkannya ke jaringan blockchain Ethereum.

  1. Menggunakan dApps dan Situs Web

Dengan aplikasi ini terhubung ke jaringan Ethereum, pengguna dapat mengakses berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan situs web yang terintegrasi dengan MetaMask.

  1. Otentikasi dan Transaksi

Saat pengguna ingin melakukan transaksi atau berinteraksi dengan dApps, aplikasi ini menampilkan pop-up yang meminta persetujuan pengguna.

  1. Verifikasi dan Tanda Tangan

Setelah persetujuan diberikan, aplikasi ini meminta pengguna untuk memverifikasi transaksi dan menandatanganinya menggunakan kunci pribadi mereka.

  1. Transaksi Dikirim ke Jaringan

Setelah transaksi ditandatangani, aplikasi ini mengirimkan transaksi tersebut ke jaringan Ethereum melalui node yang terhubung.

  1. Konfirmasi Transaksi

Pengguna dapat melihat detail transaksi yang dikirimkan melalui jendela pop-up MetaMask. Mereka juga dapat memeriksa status transaksi di jaringan blockchain melalui penjelajah blok seperti Etherscan.

Komponen Utama MetaMask

MetaMask wallet memiliki dua komponen utama yang perlu diketahui:

1. Identifikasi Alamat Publik

MetaMask wallet memiliki alamat publik yang dapat dibagikan kepada orang atau platform dengan bebas. Alamat ini digunakan untuk menerima cryptocurrency ke dompet kripto pengguna. Namun, penting untuk memastikan bahwa aset kripto yang dikirimkan kompatibel dengan MetaMask; jika tidak, aset kripto tersebut bisa hilang secara permanen.

Untuk menemukan alamat publik, pengguna cukup mengklik tombol “Account 1”. Untuk menyalin alamat tersebut, pengguna dapat mengklik ikon kotak berlapis yang terletak tepat di bawahnya.

2. Deposit ETH, Membeli, dan Mengirim Aset

Fungsi utama aplikasi ini adalah memungkinkan pengguna melakukan deposit ETH, membeli, dan mengirimkan berbagai aset kripto. Sebelum dapat bertransaksi dengan platform Ethereum apa pun, pengguna harus melakukan deposit sejumlah ETH. Jumlah deposit ini disesuaikan dengan dana yang diperlukan oleh pengguna untuk melakukan transaksi di berbagai platform.

Untuk melakukan deposit, pengguna dapat mengklik tombol “Buy”, yang akan mengarahkannya ke tab di mana mereka dapat membeli ETH menggunakan layanan Wyre/CoinSwitch dengan menggunakan kartu debit atau menukarnya dengan token kripto lain yang dimiliki.

Setelah berhasil membeli ETH, pengguna dapat mengirimkan aset kripto mereka dari aplikasi ini ke dompet lain dengan memasukkan alamat publik penerima ke dalam kotak yang disediakan dan menentukan jumlahnya, termasuk biaya gas.

Cara Menggunakan MetaMask untuk Pemula

Setelah memahami komponen utama MetaMask, berikut adalah panduan cara menggunakan aplikas ini untuk pemula:

Baca juga: Konsensus Avalanche di Dunia Kripto: Sejarah, Cara Kerja, hingga Cara Membelinya

MetaMask

1. Menginstal Aplikasi

Langkah pertama adalah menginstal aplikasi MetaMask wallet di perangkat yang diinginkan. Pengguna dapat mengunjungi situs resminya. Aplikasi ini kompatibel dengan berbagai peramban seperti Google Chrome, Firefox, Edge, dan Brave jika digunakan di komputer. Untuk perangkat smartphone, aplikasi ini dapat diunduh dan digunakan pada hampir semua jenis Android/iOS.

2. Membuat Akun Baru atau Mengimpor Wallet

Setelah menginstal aplikasi, pengguna akan diarahkan untuk membuat akun wallet baru atau mengimpor wallet yang sudah ada ke aplikasi. Jika memilih membuat wallet baru, pengguna akan melalui beberapa langkah pembuatan akun dan harus menyetujui persyaratan serta ketentuan layanan.

3. Menyimpan Secret Recovery Phrases

Langkah terakhir, setelah akun dibuat, sangat penting untuk membuat secret recovery phrase. Ini adalah rangkaian kata-kata yang berfungsi sebagai cadangan jika pengguna kehilangan perangkat tempat aplikasi ini terpasang.

Dengan memiliki secret recovery phrase ini, ketika kehilangan perangkat, pengguna dapat memulihkan akun aplikasi ini dan mengaksesnya kembali tanpa risiko kehilangan aset yang tersimpan di dalamnya.

MetaMask Vs Trust Wallet: Perbandingan Dompet Kripto

Selain MetaMask, terdapat dompet kripto lain yang kompatibel dengan blockchain Ethereum, yaitu Trust Wallet. Namun, Trust Wallet memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan MetaMask.

MetaMask adalah dompet yang tersedia di peramban web dan perangkat seluler, sementara Trust Wallet hanya tersedia di perangkat seluler. Selain itu, Trust Wallet memiliki cakupan aset yang lebih luas daripada MetaMask. Pengguna Trust Wallet dapat menyimpan berbagai aset digital, termasuk ETH, Bitcoin (BTC), dan aset kripto lainnya.

Trust Wallet juga memiliki berbagai fungsi tambahan, termasuk kemampuan untuk membeli Bitcoin, mendapatkan bunga atas dana yang disimpan, berinteraksi dengan ekosistem NFT, memantau harga kripto, serta berfungsi sebagai bursa aset kripto.

Penting untuk dipahami bahwa pemilihan antara MetaMask dan Trust Wallet bergantung pada preferensi individu pengguna. Faktor-faktor seperti platform, ketersediaan jaringan blockchain, keamanan, fungsionalitas tambahan, dan antarmuka pengguna (user interface) perlu dipertimbangkan.

Pada akhirnya, sangat penting bagi pengguna untuk melakukan riset mendalam dan menguji dompet yang mereka pertimbangkan sebelum membuat keputusan akhir. Setiap pengguna memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda, oleh karena itu, memahami fitur dan kinerja setiap dompet adalah langkah penting dalam memilih yang sesuai.

Biaya Transaksi di MetaMask

Penting untuk memahami bahwa saat melakukan transaksi dengan MetaMask wallet, pengguna akan dikenai biaya gas (gas fee). Pada setiap transaksi, aplikasi ini telah menetapkan biaya gas fee default sesuai dengan status jaringan Ethereum.

Namun, pengguna juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah biaya gas fee dan batas gas di tab lanjutan untuk menyesuaikannya dengan parameter yang tersedia. Perlu diingat bahwa selisih antara gas fee dan batas gas mengindikasikan bahwa gas fee tersebut adalah biaya untuk memproses transaksi.

Sementara itu, batas gas adalah biaya transaksi maksimum yang bersedia dibayar oleh pengguna dalam suatu transaksi. Penting untuk dicatat bahwa biaya transaksi juga mempengaruhi kecepatan proses transaksi di blockchain Ethereum. Semakin tinggi biaya transaksi, transaksi akan diproses lebih cepat, dan sebaliknya.

Di MetaMask, opsi gas fee terbagi menjadi tiga kategori, yaitu tercepat, cepat, dan lambat, masing-masing dengan harga yang berbeda. Pengguna memiliki kebebasan untuk memilih opsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan anggaran yang dimiliki.

Baca juga: Passive Income sebagai Konsep Perencanaan Keuangan, Inilah Keuntungannya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU