26.1 C
Jakarta
Minggu, 19 Mei, 2024

Minting NFT adalah: Cara Membuat dan Menjualnya [2024]

Minting NFT adalah hal penting yang perlu diketahui di tengah perkembangan NFT belakangan ini. Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, banyak orang mulai tertarik pada investasi dalam bentuk aset digital Non-Fungible Token (NFT). 

Berbeda dengan pembelian konvensional dengan uang tunai, transaksi NFT hanya dapat dilakukan menggunakan aset kripto. Secara sederhana, aset digital NFT berfungsi sebagai bukti kepemilikan atas karya digital, seperti seni digital, musik, permainan, rekaman audio, video klip, dan lainnya.

Proses mengubah sebuah karya menjadi NFT disebut sebagai minting. Pada dasarnya, minting NFT adalah telah mengubah paradigma kepemilikan digital dengan memberikan kemungkinan untuk memiliki dan memperdagangkan karya digital tanpa melibatkan pihak ketiga atau lembaga keuangan

Hal itu memberikan kekuasaan dan kebebasan langsung bagi seniman dan pemilik aset digital untuk mengelola dan mendapatkan keuntungan dari karya mereka sendiri.

Baca juga: Bisa Hasilkan Cuan! Begini Cara Memainkan Game NFT Splinterlands untuk Pemula

minting nft adalah

Minting NFT adalah

Minting adalah proses pembuatan aset kripto yang dilakukan dengan menggunakan konsep Proof-of-Stake (PoS). PoS merupakan suatu model dalam aset kripto yang memungkinkan pengguna untuk menambang, mencetak, dan memvalidasi transaksi kripto sesuai dengan jumlah aset yang mereka miliki.

Adanya PoS mempermudah proses minting NFT adalah dengan mengatur partisipasi penambang aset kripto, sehingga dapat mencegah potensi serangan atau manipulasi terhadap jaringan aset tersebut. 

Proses minting NFT adalah sendiri melibatkan transformasi objek digital menjadi bentuk kripto, umumnya dalam bentuk token. Token tersebut kemudian disimpan dalam sistem blockchain, menciptakan struktur terdesentralisasi untuk aset tersebut.

Apa Itu Minting NFT?

Minting NFT adalah langkah mengubah file digital menjadi kumpulan kripto atau aset digital yang tercatat dalam blockchain. 

Dalam konteks ini, item atau file digital tersebut diarsipkan dalam database terdesentralisasi atau buku besar terdistribusi, di mana tidak ada pihak yang memiliki kemampuan untuk mengedit, memodifikasi, atau memanipulasi file tersebut.

Sebagaimana dalam proses pencetakan mata uang fiat di mana produsen mencetak koin fisik, mengunggah item tertentu ke dalam blockchain disebut sebagai minting. 

Selama proses pencetakan, pencipta NFT dapat menetapkan royalti untuk setiap penjualan berikutnya. Royalti ini berfungsi sebagai komisi yang diterima oleh pencipta setiap kali karyanya dijual kepada orang lain atau diperdagangkan di pasar sekunder.

Apakah Kelebihan dan Kekurangan Minting NFT?

Menjadi pemilik NFT, apakah melalui hasil minting NFT adalah dari suatu proyek atau melalui pembelian di pasar NFT, membuka peluang bagi investor dan kolektor untuk terlibat dalam industri yang sedang berkembang pesat.

Namun, perlu diingat bahwa proses minting NFT adalah memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri yang perlu diperhitungkan. Dikutip dari ucollex.io, berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan dan kekurangan minting NFT adalah.

Kelebihan Minting NFT

  1. Diversifikasi Portofolio

Melakukan minting NFT adalah sebagai investor atau kolektor dapat berkontribusi pada diversifikasi portofolio, sejalan dengan tujuan investasi jangka panjang dan jangka pendek. Portofolio yang beragam memberikan kombinasi investasi yang lebih seimbang dan stabil. 

Hal ini dapat mencakup pertumbuhan yang relatif kecil namun stabil, serta investasi yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dengan tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi.

Diversifikasi portofolio juga mencakup kepemilikan aset dalam berbagai kategori. Dalam konteks investasi tradisional, seperti kepemilikan saham, hal ini dapat mencakup kepemilikan saham di industri-industri yang berbeda, seperti keuangan, teknologi, dan kesehatan. 

Pengakuan semakin meningkat di kalangan investor terkait peluang besar yang ditawarkan oleh investasi non-tradisional, membuat NFT menjadi wilayah baru yang menarik untuk dijelajahi.

  1. Harga Masuk yang Lebih Terjangkau Dibandingkan dengan Penjualan Sekunder

Keunggulan lain dari melakukan minting NFT adalah sebagai investor adalah dapat memasuki pasar dengan harga masuk yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pembelian pada tahap penjualan sekunder di pasar NFT. 

Investor awal memiliki kesempatan untuk memasuki pasar dengan harga terendah, memberikan potensi tertinggi untuk melihat peningkatan nilai investasi NFT mereka.

  1. Minting NFT Mungkin Memberikan Aset Langka

Melakukan minting NFT adalah dari suatu proyek baru pada saat peluncuran dapat menghasilkan kepemilikan NFT yang langka atau memiliki nilai intrinsik tinggi. 

Meskipun terdapat risiko bahwa harga dasar NFT dapat mengalami penurunan, dalam banyak kasus, investor mungkin mendapatkan aset digital yang dianggap langka, memberikan pengembalian investasi sejak awal.

  1. Opsi Jual Cepat untuk NFT yang Populer atau sedang Trending

Bagi investor yang mencari keuntungan cepat, melakukan minting NFT adalah dari koleksi baru menawarkan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dengan cepat. 

Khususnya untuk koleksi NFT yang populer atau sedang tren, penjualan NFT secara cepat dapat memberikan potensi keuntungan langsung. 

Dengan melakukan riset pada proyek NFT yang akan datang dan mengidentifikasinya sebagai pilihan investasi yang baik pada tahap tersebut, mengambil risiko untuk potensi keuntungan jual cepat mungkin merupakan langkah yang layak.

Kekurangan Minting FNT

  1. Tidak Ada Jaminan untuk Menghasilkan Uang

Kekurangan yang paling mencolok ketika melakukan minting NFT adalah sebagai investor atau kolektor adalah ketidakpastian bahwa hal tersebut akan menghasilkan keuntungan finansial. Membeli NFT pada saat peluncuran memiliki risiko bawaan bahwa koleksi tersebut mungkin tidak mencapai kesuksesan sebagaimana yang diharapkan. 

Perlu diperhatikan bahwa pasar NFT secara rutin menghasilkan ribuan karya, namun tidak semua dapat mencapai tingkat kesuksesan yang diinginkan.

  1. Harga Dasar Bisa Turun

Tantangan lain yang dihadapi oleh investor dalam proses minting NFT adalah adalah kemungkinan penurunan harga dasar koleksi baru di bawah harga minting, yang dapat menyebabkan kerugian segera. 

Koleksi yang tidak terjual dan mengalami penurunan aktivitas minting NFT adalah dapat berdampak pada stabilitas proyek, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

  1. Mungkin Ada Penipuan saat Minting NFT selama Presale

Seperti halnya dengan jenis investasi lainnya, penting untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan. Menjadi bagian dari allowlist untuk presale dari suatu koleksi NFT baru merupakan impian banyak investor, namun pastikan untuk memastikan keabsahan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Penipuan yang menyamar sebagai peluncuran presale NFT seringkali terjadi di platform seperti Discord. Penting untuk diingat bahwa administrator proyek tidak akan pernah mengirimkan pesan pribadi kepada Anda dengan tautan mint. 

Oleh karena itu, jika Anda dihubungi dengan cara seperti itu, kemungkinan besar itu merupakan upaya penipuan.

  1. Lonjakan Biaya Gas dan “Gas Wars

Ketika proyek NFT baru mendapatkan popularitas, seringkali terjadi peningkatan drastis dalam biaya gas selama penjualan publik awal, yang dikenal sebagai “gas wars”. 

Fenomena ini dapat menyebabkan lonjakan biaya minting NFT adalah dan berpotensi mengurangi keuntungan bagi para investor. 

Oleh karena itu, menjadi bagian dari allowlist untuk presale merupakan pilihan yang lebih bijak, jika Anda dapat memperoleh kesempatan tersebut.

Hal Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan sebelum Minting NFT?

Setelah memahami definisi serta keunggulan dan kekurangan minting NFT adalah, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan diri sebelum melakukan proses minting NFT adalah. Sebelum memulai minting NFT adalah, terdapat beberapa persiapan yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Pilih Platform Blockchain

Tahap awal yang krusial bagi para pemula adalah memilih platform blockchain yang akan digunakan. Pemilihan ini berkaitan dengan estimasi biaya gas untuk NFT dan tingkat kecepatannya. 

Gas fee merujuk pada biaya pemrosesan transaksi di blockchain, yang mirip dengan biaya administrasi dalam transaksi perbankan konvensional. 

Setiap platform memiliki fee dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Beberapa pilihan platform yang populer antara lain Tezos, Binance, dan Ethereum.

  1. Pilih Marketplace NFT

Setelah menentukan blockchain yang akan digunakan, langkah selanjutnya adalah memilih marketplace untuk melakukan minting NFT adalah. 

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi kemampuan marketplace untuk melakukan transfer dan transaksi di blockchain lain, besarnya biaya gas, serta sistem pembagian keuntungan. 

Penting juga untuk memeriksa durasi proses pencetakan NFT dan kepercayaan terhadap marketplace tersebut. Beberapa marketplace NFT yang terkemuka antara lain Rarible, Foundation, dan OpenSea. 

Sebagai contoh, OpenSea dapat dianggap mirip dengan platform seperti eBay atau Amazon, di mana NFT dapat diperjualbelikan secara online dengan menggunakan aset kripto sebagai alat pembayaran. 

Sampai dengan saat ini, OpenSea telah menjadi platform yang melayani lebih dari 300 ribu pengguna dan berhasil menangani lebih dari tiga juta transaksi NFT.

Bagaimanakah Cara Minting NFT Menggunakan Opensea?

Penting untuk diingat bahwa setiap pasar NFT memiliki metode yang sedikit berbeda dalam hal proses minting NFT adalah. 

Dalam panduan di bawah ini, akan dijelaskan langkah-langkah untuk melakukan minting NFT adalah menggunakan salah satu platform pasar NFT terbesar dan paling populer, yaitu OpenSea. Dikutip dari fool.com, berikut adalah langkah-langkahnya.

  1. Sambungkan Dompet Kripto

Untuk memulai, buka dompet kripto dan sambungkan dengan pasar NFT. Di OpenSea, klik ikon dompet atau tombol “Create” di sudut kanan atas. Marketplace lain biasanya menggunakan perintah serupa untuk menghubungkan dompet dan membuat profil.

Sesuai dengan jenis dompet yang digunakan, seperti MetaMask Wallet atau Coinbase Wallet, dan perangkat yang digunakan (komputer atau ponsel), kamu mungkin diminta untuk menghubungkan dompet dengan cara memindai kode QR di ponsel atau mengunduh dompet ke komputer.

Setelah dompet kripto terhubung dan profil pasar dibuat, langkah selanjutnya adalah melengkapi profil. Sampaikan informasi tentang dirimu, tambahkan tautan ke situs web atau halaman media sosial, serta tentukan jenis aset kripto yang akan diterima sebagai pembayaran ketika ada yang membeli NFT.

  1. Buat Item Pertama

Dari halaman utama pasar, klik tombol “Create” di sudut kanan atas. Di sana, kamu akan diminta untuk mengunggah file digital dan memberi nama pada NFT. Bidang opsional termasuk deskripsi untuk karya tersebut, tautan eksternal untuk informasi tambahan (seperti situs web pribadi), dan pilihan blockchain yang digunakan sebagai dasar NFT (misalnya, blockchain Ethereum atau protokol berbasis Ethereum seperti Polygon jika menggunakan OpenSea).

Baca juga: CEO INDODAX Luncurkan NFT, bisa Dapat Bagi Hasil 12% per Tahun

minting nft adalah

Pada tahap ini, kamu juga dapat menetapkan persentase royalti yang akan kamu terima dari penjualan sekunder NFT milikmu. Pembayaran royalti sekitar 5% hingga 10% dari harga penjualan sekunder dianggap sebagai standar. Setelah itu, klik “Complete,” dan NFT pertamamu telah berhasil diciptakan.

  1. Pastikan Dompet Terisi

Mengamati bahwa transaksi NFT (mencatat terjadinya transaksi antara dua pihak di blockchain) melibatkan jaringan yang melakukan beberapa perhitungan, penting untuk memperhatikan aspek biaya yang terlibat, dikenal sebagai “gas fee.” Perlu diingat bahwa biaya transaksi dapat bervariasi dan mungkin lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Untuk menyelesaikan penjualan NFT pertama, pastikan telah membeli beberapa Ethereum (atau kripto lain yang akan digunakan) melalui platform perdagangan kripto dan mendepositkannya ke dalam dompet. 

Sesuai dengan platform pasar, kemudian transfer kripto dari dompet ke akun pasar NFT. Beberapa pasar, seperti OpenSea, memungkinkan pembelian kripto secara langsung dari profil pasar dengan pengaturan metode pembayaran, termasuk kartu kredit. Jika ragu tentang jumlah kripto yang perlu dibeli, biasanya akan dihitung secara otomatis pada langkah berikutnya.

  1. Daftarkan NFT untuk Dijual

Setelah berhasil melakukan minting NFT adalah, langkah berikutnya adalah menyiapkan penjualan di pasar terbuka. Klik tombol “Sell” di sudut kanan atas pada halaman deskripsi NFT yang kamu miliki. Saatnya menentukan detail penjualan dengan memilih jenis penjualan, apakah dengan harga tetap berdasarkan pilihan kripto atau melalui lelang berdasarkan waktu.

Sebagai informasi tambahan, di OpenSea, pembayaran royalti untuk monetisasi pasif yang berkelanjutan dari karya kamu sudah diatur pada langkah sebelumnya, namun pada beberapa pasar, opsi ini mungkin ditawarkan pada tahap ini. 

Biaya terkait penjualan juga akan diungkapkan. Di OpenSea, biaya layanan, yang merupakan harga untuk menangani proses pendaftaran, sebesar 2,5% dari harga penjualan NFT.

Selanjutnya, klik “Complete listing.” Pasar akan menghitung biaya gas berdasarkan tingkat aktivitas jaringan kripto pada saat pendaftaran dan meminta pembayaran dari dompet kripto kamu. 

Biaya gas ini dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Setelah biaya gas dibayarkan dan kamu menyetujui persyaratan terakhir, NFT kamu akan terdaftar dan siap untuk dibeli di pasar.

  1. Kelola Bisnis NFT

Setelah berhasil membuat dan menjual NFT, langkah selanjutnya adalah berinteraksi dengan calon pelanggan. Kamu juga memiliki opsi untuk membuat lebih banyak NFT dan menjadikannya bagian dari koleksi, yang dapat menarik perhatian kolektor seni atau spekulator. 

Penting untuk dicatat bahwa NFT yang diciptakan di satu pasar dapat ditransfer dan dijual di pasar lain, meskipun kemungkinan ada biaya tambahan terkait hal tersebut.

Seperti dalam kegiatan online lainnya, berinteraksi dengan pengguna dan kolektor di pasar NFT merupakan langkah penting untuk membangun hubungan yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis NFT baru kamu. 

Pantau aktivitas pada karya kamu, cari umpan balik, dan teruslah menciptakan lebih banyak karya untuk menarik perhatian kolektor digital.

Apakah Minting Memiliki Risiko?

Terlibat dalam ranah NFT membawa sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin muncul selama proses minting NFT adalah:

  1. Perlu Mempertajam Analisis agar tidak Rugi

Analogi dengan analisis saham, diperlukan penelitian yang cermat terhadap aset kripto. Mengingat tingkat volatilitas yang tinggi, penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam dalam mengelola aset digital guna menghindari potensi kerugian.

  1. Rentan Pembajakan

Meskipun blockchain mencatat identitas pengguna saat menciptakan karya seni digital, tidak selalu dapat mencatat karya seni itu sendiri di dalam blockchain. 

Sebagai contoh, kasus di mana karya seni Ridwan Kamil dijual di OpenSea oleh pihak lain menunjukkan bahwa suatu karya dapat memiliki representasi yang serupa, tetapi dengan seniman yang berbeda. Hal ini menunjukkan risiko adanya kemungkinan pembajakan karya seni digital.

  1. NFT Bukan Pembelian Hak Milik (Hak Cipta)

Pembelian NFT tidak sama dengan mendapatkan hak milik (hak cipta) atas produk tersebut. Secara substansial, yang diperoleh adalah representasi produk di dalam ekosistem NFT.

  1. Harga yang Mudah “Digoreng”

Ketidakjelasan identitas dalam transaksi NFT dapat membuat harga mudah dimanipulasi, di mana nilai asli dapat diubah secara tidak transparan. Praktik “digoreng” merujuk pada manipulasi nilai harga yang dapat dilakukan dengan relatif mudah.

Sebagai contoh, jika seseorang, misalnya A, menjual karyanya di OpenSea dengan harga Rp10.000.000, A kemudian membuat akun baru dan membelinya dengan harga Rp30.000.000. 

Pola ini dapat terjadi secara berulang, menciptakan kesan bahwa karya A memiliki potensi keuntungan yang tinggi.

Berapakah Biaya Gas Fee Minting NFT?

Seiring dengan proses pencetakan NFT pada berbagai blockchain, harganya dapat bervariasi. Bahkan, dalam penggunaan blockchain yang sama, biaya atau gas fee yang terkait dengan pencetakan satu NFT mungkin berbeda satu sama lain.

Biaya atau gas fee dalam proses pencetakan NFT dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas proyek, ukuran data, kecepatan transaksi, dan pertimbangan lainnya. 

Dikutip dari ndlabs.dev, berikut adalah biaya gas untuk minting NFT adalah di beberapa marketplace NFT terkemuka:

  1. Coinbase NFT

Coinbase NFT merupakan peserta yang relatif baru dalam ranah pasar NFT, namun telah mendapatkan perhatian dengan cepat. Platform ini berfungsi sebagai tempat untuk membeli, menjual, dan melakukan perdagangan seni digital, barang koleksi, serta aset digital lainnya.

Dirancang untuk memberikan lingkungan yang aman dan teratur bagi pengguna, Coinbase NFT juga menyediakan berbagai alat dan layanan, termasuk pelacak portofolio, pasar, dan platform perdagangan aset digital. Pembeli dikenakan biaya sebesar 3,5% dari setiap pembelian, sementara penjual dikenakan biaya sebesar 10%.

  1. OpenSea

OpenSea merupakan salah satu marketplace NFT terkemuka yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, dan melakukan perdagangan koleksi digital seperti karya seni, barang gaming, dan koleksi digital eksklusif lainnya. 

Marketplace ini mendukung dua standar NFT umum, yakni ERC-721 dan ERC-1155. Pengguna dikenakan biaya sebesar 2,5% untuk setiap transaksi.

  1. Rarible

Rarible merupakan salah satu marketplace NFT yang populer, memberdayakan pengguna untuk membuat, membeli, dan menjual barang koleksi digital. 

Berjalan di atas blockchain Ethereum, Rarible memfasilitasi pencetakan, pembelian, dan penjualan seni digital, musik, serta berbagai aset digital lainnya.

Platform ini menetapkan biaya sebesar 3% dari semua penjualan, yang dibagi antara penjual (2%) dan Rarible (1%). Selain itu, pembeli diharuskan membayar biaya sebesar 0,3% untuk setiap pembelian.

  1. SuperRare

SuperRare beroperasi sebagai marketplace seni digital di jaringan Ethereum. Selain menyediakan opsi standar untuk mencetak dan memperdagangkan NFT, platform ini menawarkan fitur seperti pembuatan koleksi kustom, pengaturan lelang, dan pelacakan riwayat penjualan.

SuperRare juga menyediakan Application Programming Interface (API) yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi di atas platform tersebut. 

Marketplace ini mengenakan biaya sebesar 5% untuk setiap penjualan, yang digunakan untuk menutupi biaya operasional platform dan memberikan imbalan kepada komunitas.

minting nft adalah

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, proses minting NFT adalah telah menjadi elemen yang sangat penting dalam mengubah paradigma kepemilikan digital, menciptakan dampak yang signifikan pada cara orang melihat dan memanfaatkan aset digital. 

Dengan memahami signifikansi dari proses minting ini, siapa pun dapat menggunakan teknologi ini untuk membuktikan kepemilikan unik atas karya digital mereka.

Selanjutnya, penting bagi setiap individu untuk terus menjelajahi dunia menarik dari NFT, baik itu dengan menciptakan karya sendiri atau mengumpulkan karya berharga dari seniman dan pencipta lainnya. 

Di era di mana inovasi terus berkembang, menjadi bagian dari fenomena NFT memberikan peluang untuk terlibat dalam perubahan yang substansial dalam cara kita berinteraksi dengan karya seni, musik, dan aset digital lainnya.

Baca juga: NFT Marketplace adalah: Definisi, Sejarah, hingga Daftar Platform-nya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU