26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Miris Banget! Juragan Kripto Ini Duitnya Anjlok Hingga Rp 161 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com – Harga beberapa mata uang kripto turun drastis berbarengan, termasuk Bitcoin yang diperdagangkan kurang dari USD 30 ribu. Hal itu membuat beberapa juragan Kripto atau triliuner yang menjadi investor kripto kehilangan begitu banyak uang karena penurunan nilai itu.

Brian Armstrong selaku pendiri perusahaan dompet kripto coinbase sebelumnya punya kekayaan sekitar USD 13,7 miliar. Kini, harta itu berkurang di kisaran USD 11 miliar atau lebih dari Rp 161 triliun.

Dikutip dari Detik.com yang melansir Daily Mail, Senin (16/5/2022) nilai uang digital menurun drastis karena investor ramai-ramai menjualnya terkait kekhawatiran muncul resesi, inflasi tinggi dan kondisi ekonomi dunia yang kurang stabil.

Baca jugaSepak Terjang Sang Biang Kerok Minyak Goreng Jadi Mahal dan Langka

Perusahaan Coinbase sendiri kena batunya di mana harga sahamnya anjlok 84% dibanding saat pertama berjualan saham di April 2021.

Di pihak lain, ada Michael Saylor, pemimpin perusahaan software MicroStrategy. Dia adalah salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Hartanya saat ini anjlok menjadi USD 2,5 milar dari sebelumnya USD 8,5 miliar.

Tak hanya itu, ada kembar Tyler dan Cameron Winklevoss, yang terkenal karena perseteruan dengan Mark Zuckerberg terkait siapa yang mendirikan Facebook. Mereka juga dikenal sebagai juragan atau investor uang kripto Bitcoin.

Nah, kembar Winklevoss ini juga terpangkas drastis kekayaannya sampai sekitar separuhnya. Dari yang awalnya USD 4,5 miliar kini tinggal USD 2,5 miliar.

Trader kripto kelas kakap lainnya juga tak sedikit yang mengalami kerugian. Salah seorang trader yang memiliki sekitar 288 ribu Bitcoin, kehilangan sampai USD 800 juta hanya dalam 24 jam.

Baca juga: Sepuluh Tahun ke Depan, Satu Miliar Penduduk Bumi Diprediksi Bakal Gunakan Mata Uang Kripto

“Penjualan uang kripto besar-besaran ini didorong oleh latar belakang makro mencemaskan yaitu tingginya inflasi dan suku bunga dan menimbulkan kekhawatiran ke seluruh sektor teknologi, membuat harga kripto anjlok,” kata Victoria Scholar, Kepala Investasi di Interactive Investors.

Baca jugaBerapa Penghasilan YouTuber? Simak di Sini Cara Menghitungnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE