25.5 C
Jakarta
Senin, 5 Desember, 2022

NASDAQ BERENCANA LUNCURKAN BURSA BERJANGKA BITCOIN PADA SEMESTER PERTAMA 2018

duniafintech.com –  Dengan harga yang terus melesat, popularitas Bitcoin sebagai mata uang virtual nomor satu dunia semakin meningkat. Meski BI sempat mengeluarkan pernyataan terkait larangan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran, pemilik Bitcoin lokal tetap mengalami kenaikan.

Bitcoin.co.id, platform Bitcoin terbesar di Indonesia yang selama ini berperan sebagai wadah jual beli dan trading Bitcoin (bukan pembayaran) juga merasakan efek serupa terkait kenaikan harga ini. Upaya mengedukasi publik tentang Bitcoin terus dilakukan demi tercapainya manfaat dan tentu saja menghapus pandangan miring masyarakat tentang Bitcoin.

Nasdaq dan Rencana Peluncuran Bursa Berjangka Bitcoin

Setelah pengumuman CME dan ketertarikan publik pada Bitcoin yang tak terbendung, beberapa lembaga keuangan menjadi optimis tentang masa depan Bitcoin dan mulai melepaskan produk investasi dan investasi berbasis saham Bitcoin.

Selain peluncuran kontrak berjangka Bitcoin CME minggu depan, bursa berjangka berbasis AS yang terkenal – Chicago Board Options Exchange (CBOE) – berencana meluncurkan kontrak berjangka Bitcoin sendiri di awal 2018. Kini, Nasdaq Inc memutuskan untuk bergabung dalam perencanaan untuk kontrak berjangka Bitcoin serupa yang akan diluncurkan pada kuartal kedua 2018 menurut Wall Street Journal.

Nasdaq adalah salah satu pelaku revolusi di awal perkembangan FinTech dan merupakan pendukung terbuka teknologi Blockchain. Setelah memahami dinamika perubahan dunia keuangan, Nasdaq telah berkolaborasi dengan beberapa pemain di ruang Blockchain termasuk Reality Shares untuk mengembangkan Indeks Ekonomi baru, yang mencatat semua perusahaan papan atas yang terlibat dalam pengembangan dan penerapan solusi berdasarkan Teknologi Blockchain.

Karena semakin banyak orang yang tertarik, kontrak berjangka Bitcoin Nasdaq akan terdaftar di pasar Nasdaq Futures NFX. Langkah ini akan memungkinkan investor keuangan individu dari pasar saham untuk mencoba perdagangan Bitcoin mereka. Namun, salah satu perbedaan utama produk berjangka Nasdaq dibandingkan dengan CME dan CBOE adalah bahwa produk mereka didasarkan pada indeks, yang membentuk harga yang mendasarkan pada lebih dari 50 platform pertukaran Bitcoin.

CME telah mengumumkan bahwa harga indeks untuk Bitcoin mereka akan didasarkan pada CF Bitcoin Reference Rate (BRR), tingkat referensi satu kali dolar AS dari harga bit dolar AS, yang saat ini menggunakan data dari empat bursa Bitcoin yang berbeda. Demikian pula bursa berjangka Bitcoin milik CBOE akan didasarkan pada yang disediakan oleh pertukaran mata uang digital – Gemini Trust.

Pengenalan Bitcoin terhada bursa berjangka dan produk derivatifnya diharapkan akan menciptakan kestabilan token. Ini juga tentu saja akan mendorong lebih banyak investor untuk terjun ke pasar Bitcoin.

Source:Coinspeaker.com

Written by: Dita Safitri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Simulasi Saham Online Terbaik, Coba di 7 Platform Ini!

JAKARTA, duniafintech.com – Simulasi saham online tentunya perlu diketahui saat ingin terjun ke dunia penanaman modal lewat instrumen saham. Saham sendiri adalah salah satu pilihan...

Tips Menabung Ibu Rumah Tangga Setiap Hari di Rumah

JAKARTA, duniafintech.com – Tips menabung ibu rumah tangga tentu saja akan sangat penting diketahui oleh para ibu yang ada di Indonesia. Ibu rumah tangga alias...

Portofolio Investasi adalah: Contoh hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Portofolio Investasi sejatinya adalah satu istilah penting yang perlu diketahui dalam dunia penanaman modal. Saat ini, investasi sendiri memang telah menjadi salah...

Istilah Forex yang Penting Diketahui, Simak Yuk di Sini!

JAKARTA, duniafintech.com – Istilah forex sangat penting diketahui dan dipahami oleh mereka yang terjun dan menekuni instrumen investasi ini. Dalam trading forex, ada banyak istilah...

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...
LANGUAGE